Kelenteng Toa Se Bio berada di kawasan Petak 9, tepatnya berada di Jl Kemenangan II No 48, Glodok, Jakarta Barat. Letaknya persis di tepi jalan. Gapura berwarna merah akan menyambut kedatangan Anda. detikTravel berkesempatan datang ke kelenteng ini pada Senin (6/2/2013).
Terlihat, para pengurus dan beberapa masyarakat sekitar sedang sibuk-sibuknya membersihkan kelenteng. Ada yang mengecat tembok yang warnanya terkelupas, menyuci patung-patung dewa, atau menghiasi langit-langit dengan lampion, ini adalah pemandangan umum saat beberapa hari menjelang Imlek. Tahun ini, Imlek akan jatuh pada tanggal 10 Februari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa lampion pun terpasang di langit-langit. Patung-patung dewa yang telah dicuci, terlihat makin elok dengan baju serba merahnya. Meski demikian, ada beberapa umat yang sedang bersembahyang tanpa terganggu oleh aktivitas sekitar.
"Saat Imlek, umat dari mana saja datang ke sini untuk sembahyang. Ya, mungkin ramainya seperti Salat Id kalau bagi Muslim," ungkap Hartanto.
Hartanto menjelaskan, perayaan Imlek juga menjadi ajang untuk berkumpul keluarga. "Dari tahun ke tahun, Imlek di sini selalu meriah dan khusyuk, walaupun kita tidak punya acara khusus, hanya sembahyang saja," ujarnya.
Rupanya, Kelenteng Toa Se Bio juga menjadi salah satu kelenteng bersejarah di Jakarta. Kelenteng ini sudah ada sejak zaman Belanda dan masih berdiri kokoh di tengah-tengah pemukiman warga.
"Kelenteng ini sudah berdiri sejak tahun 1741. Sempat dibakar VOC, tapi kelenteng ini akhirnya dibangun kembali tahun 1751. Kelenteng Toa Se Bio merupakan salah satu yang tertua di Jakarta, sudah hampir 4 abad," tegas Hartanto menjelaskan.
Suasana Imlek akan terasa kental di sini. Masyarakat sekitar juga ikut larut dalam perayaan Tahun Baru China ini. Rumah-rumah di sekitar akan dihiasi warna merah dan setiap orang penuh dengan sukacita.
"Suasana Imlek lebih terasa di sini, karena mayoritas masyarakat di sekitar sini merayakan Imlek," kata Ivan, salah satu warga sekitar kepada detikTravel.
(aff/fay)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong
Kopitiam dan Rahasia Budaya Ngopi Warga Singapura, Ada Kopi O dan Kopi C