Naik Kereta Gantung Sampai ke 'Awan'
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Dream Destination Papua

Naik Kereta Gantung Sampai ke 'Awan'

- detikTravel
Kamis, 14 Mar 2013 17:50 WIB
Naik Kereta Gantung Sampai ke Awan
Kereta gantung tambang Grasberg naik tinggi seperti menembus awan (Fitraya/detikTravel)
Tembagapura - Jika Anda berkesempatan berkunjung ke Tembagapura di Papua, jangan lewatkan kereta gantung menuju tambang Grasberg. Kita dibawa naik sampai ketinggian 3.574 mdpl. Nyaris setinggi Gunung Semeru!

Tim Dream Destination Papua 2 berkesempatan bertualang ke Tembagapura pada Jumat (8/3/2013). Ini adalah kawasan pertambangan PT Freeport Indonesia (PTFI). Tujuan kami adalah naik ke atas Grasberg, tambang yang paling besar.

Nah, untuk menuju ke sana, kami harus naik kereta gantung layaknya para pekerja tambang. Tembagapura pun sebenarnya sudah berada di ketinggian sekitar 2.500-an mdpl.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bis yang membawa kami akhirnya tiba di Terminal 74, titik awal perjalanan kereta gantung. Tempat ini berada di ketinggian 2.836,5 mdpl. Kami akan menuju Terminal EB di ketinggian 3.574 mdpl. Sebagai perbandingan, Gunung Semeru tingginya 3.676 mdpl. Artinya, Terminal EB nyaris setinggi Gunung Semeru, wow!

Kereta gantung kami buatan tahun 1989 dan mulai beroperasi sejak 1990. Karyawan Freeport menyebutnya tram, tapi sejatinya ini memang kereta gantung. Kereta gantung buatan Swiss ini memiliki trek sepanjang hampir 1,6 km, tepatnya 1.594,75 meter. Lumayan panjang dan menjulang ke atas. Struktur besinya pun tampak kokoh.

Pagi itu cuaca cerah, dan saya sungguh berharap cuacanya tetap demikian sampai di atas sana. Kereta gantung kami datang, dan kami pun naik. Tidak ada tempat duduk. Semua penumpang berdiri sambil berpegangan tali gantungan. Kalau penuh, kereta gantung ini sanggup membawa 100 orang penumpang.

Kereta pun bergerak naik. Perlahan-lahan, kawasan pengolahan tambang di sekitar kami terlihat jelas. Unit-unit pengolahan batuan tambang mulai tampak mengecil di depan mata saya. Di hadapan kami adalah kabut tebal.

"Kalau siang mulai berkabut," kata Naniur Erelak, Superintendent Visitor and Institutional Relation PTFI, kepada kami.

Tiba-tiba saja... kami menghilang di dalam kabut super tebal. Dari bawah Tembagapura, pasti terlihat kereta gantung kami menghilang ke dalam awan. Maklum saja, ini ketinggian yang memang sering berkabut tebal. Hanya ada warna putih di luar jendela, tidak ada yang bisa kami lihat lagi. Kabutnya dahsyat!

Setelah sekitar 20 menit sejak kami berangkat, jendela mulai menampakan sebuah bangunan besar, Terminal EB. Aaah... akhirnya kami sampai juga di bagian ujung jalur kereta gantung ini.

Kabut masih tebal menyelimuti sekeliling kami. Berada di ketinggian 3.574 mdpl lumayan terasa bedanya. Oksigen mulai tipis, mulut beruap dan dingin makin menusuk tulang.

Tapi ini bukan akhir perjalanan. Tujuan kami adalah puncak Grasberg di ketinggian 4.285 mdpl. Tunggu cerita selanjutnya dari Dream Destination Papua 2!

(shf/shf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads