Pulau Cantik Ini Pernah Jadi Lokasi Pembunuhan Massal

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pulau Cantik Ini Pernah Jadi Lokasi Pembunuhan Massal

Desi Puspasari - detikTravel
Senin, 22 Apr 2013 16:00 WIB
Pulau Cantik Ini Pernah Jadi Lokasi Pembunuhan Massal
Batuan yang retak karena erosi di Eaglehawk Neck (planetoddity.com)
Tasmania - Pulau cantik tentu menjadi target destinasi liburan traveler, seperti Tasmania di Australia. Di balik kecantikannya, pulau ini juga pernah punya penjara, sampai menjadi tempat pembuhunan massal.

Pulau Tasmania punya sejumlah destinasi wisata keren, salah satunya adalah Eaglehawk Neck. Ini adalah tanah genting selebar 200 meter saja yang menghubungkan Pulau Tasmania dengan Semenanjung Tasmania. Di tempat ini ada fenomena alam berupa batuan yang digerus erosi sampai membentuk retakan segi empat yang teratur, sehingga tampak seperti trotoar buatan alam.

Saat menjelajah tiap sudut Eaglehawk Neck, banyak hal yang bisa traveler lakukan. Mulai dari surfing di Pirates Bay, hiking, sampai diving. Bagi Anda yang hobi diving bisa menggunakan jasa Eaglehawk Dive Centre.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada tahun 1832, Eaglehawk Neck mendirikan penjara yang dinamakan Port Arthur. Penjara ini terkenal dengan anjing penjaga buas yang menjaga tahanan agar tidak kabur. Anjing-anjing ganas dan tentara selalu mengawasi setiap detil dari penjara tersebut. Demikian diceritakan dalam situs resmi Eaglehawk Neck yang dikutip detikTravel, Senin (22/4/2013).

Port Arthur memang dikenal sebagai penjara yang paling tersembunyi dan kehidupannya yang keji. Kecil kemungkinannya tahanan bisa melarikan diri. Kisah pilu para narapidana tetap terasa saat traveler menjejakan kaki di pulau tersebut. Kini, bekas penjara itu telah dimanfaatkan sebagai museum.

Selain itu, pada tahun 1996 silam terjadi tragedi menyeramkan di pulau ini. Ya, pada tahun itu terjadi pembunuhan masal di daerah Port Arthur. Saat itu, Martin Bryant (28) yang berasal dari New Town, Hobart membantai sekitar 58 orang. Akibat dari aksinya tersebut, 35 nyawa orang berakhir tragis dan 23 orang lainnya mengalami luka-luka.

Meski kisah dan kejadian menyeramkan menyelimuti Port Arthur dan Eaglehawk Neck, daerah ini tetap menarik perhatian wisatawan. Sampai saat ini, Eaglehawk Neck dan Port Arthur menjadi tempat yang wajib traveler datangi saat berlibur di Australia.

Jangan salah, di Port Arthur masih ada satu-satunya bangunan milik tentara yang masih berdiri kokoh sampai sekarang. Officers' Quarters, itulah nama bangunan tersebut.

Tidak heran bila bangunan ini juga dianggap sebagai bangunan tertua milik tentara di Australia. Bangunan seperti rumah kayu ini, terlihat suram di antara hutan dan bukit yang mengelilinginya. Sekilas, bangunan ini seperti rumah tua dan berhantu. Hii!

(sst/sst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads