Namanya Dinosaurus Dance Floor atau yang berarti Lantai Dansa Dinosaurus yang berada di Cretaceous Park, Bolivia. Bukan tanpa alasan kawasan di selatan Bolivia ini dinamakan demikian. Dari Atlas Obscura, Selasa (14/5/2013) dinamakan seperti itu karena ada banyak sekali jejak dinosaurus yang ditemukan di sini.
Bayangkan saja, ada sekitar 5.000 jejak yang berasal dari 294 dino berbeda. Kawasan ini ditemukan tidak sengaja oleh seseorang bernama Klaus Schutt yang sedang berkeliling di pabrik semen. Ia menemukan batu kapur seluas 25.000 meter persegi yang dipenuhi jejak dino.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan gunung, orang-orang menyebutnya sebagai dinding batu kapur. Ini lantaran dinding ini berdiri dengan kemiringan 73 derajat, tinggi 80 meter dan panjang 1,2 km. Diduga, batu ini miring merupakan imbas dari pergeseran lempengan saat pembentukan Pegunungan Andes. Tidak jauh dari sana, ada juga bebatuan miring seperti ini dan sedang dalam penelitian.
Dari dinosaurus.org, diduga jejak ini berasal dari akhir Zaman Kapur dan telah berumur sekitar 68 juta tahun. Ada sekitar 250 jalur jejak yang ditemukan, dan ada 6 jenis dinosaurus berbeda yang menjejakkan kakinya di sana. Jejak yang paling spektakuler adalah milik titanosaurus, dino pemakan tanaman yang memiliki besar sekitar 15-25 meter.
Sedangkan jejak yang paling panjang adalah 347 meter. Ini dijalani oleh seekor bayi tiranosaurus yang dinamakan Jhonny Walker oleh para peneliti. Jika penasaran, Anda pun bisa melihat sendiri keberadaan jejak dinosaurus di Cretaceous Park. Taman yang dibuka sejak tahun 2006 ini dilengkapi juga dengan replika dinosaurus, museum, juga pameran audiovisual.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Bule yang Ngamuk Dengar Warga Tadarusan di Gili Trawangan Ternyata Overstay
Viral 'Tembok Ratapan Solo', Politisi PSI: Bukti Jokowi Dicintai
Sejarah Tembok Ratapan yang Asli: Tempat Suci Umat Yahudi