Malam Waisak Paling Dahsyat Memang Borobudur Tempatnya!

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Malam Waisak Paling Dahsyat Memang Borobudur Tempatnya!

Bellanissa Zoditama - detikTravel
Jumat, 24 Mei 2013 18:28 WIB
Malam Waisak Paling Dahsyat Memang Borobudur Tempatnya!
Borobudur yang tampak terang di bawah bulan purnama yang bersinar (doc istimewa/Dany Dwia)
Magelang - Waisak adalah hari suci bagi Agama Buddha yang dilakukan pada bulan Mei bertepatan dengan malam bulan purnama sempurna setiap tahunnya. Untuk perayaan Waisak di Indonesia dipusatkan di Candi Borobudur, Magelang. Para biksu dan biksuni dari berbagai negara pun berkumpul di sana.

Penyelenggaraan malam Waisak pada periode lalu adalah momen yang tidak saya lewatkan. Borobudur tampak bercahaya dari kejauhan. Saat bulan purnama yang bersinar dengan terang di bulan Mei, para umat Buddha datang berkumpul untuk merayakan Waisak.

Saat itu, pelataran Candi Borobudur dibuat sebuah panggung yang cukup besar. Di atas panggung tersebut, diletakkan patung Siddharta Gautama dan ada beberapa sesajian juga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perayaan Waisak di Candi Borobudur tidak hanya dikhususkan bagi umat Buddha saja. Banyak orang-orang yang menyaksikan langsung di sana. Secara tertib orang-orang mengantre melakukan sebuah prosesi selanjutnya. Prosesi itu bernama Pradaksina, yaitu mengelilingi Candi Borobudur sebanyak tiga kali.

Tidak hanya umat Buddha saja yang melakukan Pradaksina, tapi juga wisatawan yang tidak merayakan Waisak. Mereka berusaha untuk menghargai prosesi tersebut.

Wisatawan yang tidak ikut prosesi Pradaksina biasanya menunggu di pelataran candi. Banyak dari mereka pun yang berusaha untuk menangkap momen tersebut dengan kamera.

Saat prosesi tersebut, diletakkan sebuah lilin yang ditaruh dalam wadah gelas kaca di sekitar candi. Lilin tersebut tertulis nama dari si pemilik yang menaruhnya di sana. Bila dilihat secara lebih jelas, kumpulan lilin tersebut tampak seperti bunga teratai.

Saat acara selesai, wisatawan dapat mendekati panggung dan melihat patung Siddharta Gautama secara langsung. Sungguh pengalaman yang dahsyat dan tidak terlupakan bisa menghadiri acara yang diadakan satu tahun sekali ini.

(ptr/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads