Penyelenggaraan malam Waisak pada periode lalu adalah momen yang tidak saya lewatkan. Borobudur tampak bercahaya dari kejauhan. Saat bulan purnama yang bersinar dengan terang di bulan Mei, para umat Buddha datang berkumpul untuk merayakan Waisak.
Saat itu, pelataran Candi Borobudur dibuat sebuah panggung yang cukup besar. Di atas panggung tersebut, diletakkan patung Siddharta Gautama dan ada beberapa sesajian juga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya umat Buddha saja yang melakukan Pradaksina, tapi juga wisatawan yang tidak merayakan Waisak. Mereka berusaha untuk menghargai prosesi tersebut.
Wisatawan yang tidak ikut prosesi Pradaksina biasanya menunggu di pelataran candi. Banyak dari mereka pun yang berusaha untuk menangkap momen tersebut dengan kamera.
Saat prosesi tersebut, diletakkan sebuah lilin yang ditaruh dalam wadah gelas kaca di sekitar candi. Lilin tersebut tertulis nama dari si pemilik yang menaruhnya di sana. Bila dilihat secara lebih jelas, kumpulan lilin tersebut tampak seperti bunga teratai.
Saat acara selesai, wisatawan dapat mendekati panggung dan melihat patung Siddharta Gautama secara langsung. Sungguh pengalaman yang dahsyat dan tidak terlupakan bisa menghadiri acara yang diadakan satu tahun sekali ini.
(ptr/fay)












































Komentar Terbanyak
Arahan Prabowo, Bandara Husein dan Adi Sutjipto Diaktifkan Lagi untuk Penerbangan Sipil
Bandara Husein Bangkit Lagi? Farhan Senyum Lebar Dapat Sinyal dari Prabowo
Katanya Pulau Dewata Dijaga, tapi DPRD Justru Usulkan Gedung Lebih Tinggi