Sebelum Nyebrang Singapura, Kunjungi 5 Tempat Ini di Batam

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Sebelum Nyebrang Singapura, Kunjungi 5 Tempat Ini di Batam

Sri Anindiati Nursastri - detikTravel
Jumat, 14 Jun 2013 18:27 WIB
Sebelum Nyebrang Singapura, Kunjungi 5 Tempat Ini di Batam
(Sastri/ detikTravel)
Nagoya - Batam sering jadi tempat perhentian traveler sebelum melanjutkan perjalanan ke Singapura. Tapi sebelum menyeberang ke Negeri Singa, tak ada salahnya mampir dulu ke 5 tempat ini.

1. Jembatan Barelang

(Sastri/ detikTravel)
Jembatan Barelang menghubungkan 3 pulau besar yakni Batam, Rempang, dan Galang. Dari 6 jembatan yang panjang totalnya 2 Km, jembatan pertama adalah yang paling ramai.

Pagi, siang, sore, sampai malam hari, warga dan wisatawan mampir ke jembatan ini untuk bersantai. Berfoto ria, menikmati jagung bakar atau bakso dan sate padang. Jembatan ini menjadi salah satu ikon Batam.

2. Maha Vihara Duta Maitreya

(Sastri/ detikTravel)
Inilah vihara yang disebut-sebut terbesar se-Asia Tenggara. Berlokasi di Sei Panas, Maha Vihara Duta Maitreya berada di lahan seluas 4,5 hektar.

Selain berkeliling vihara luas ini, wisatawan juga bisa mencoba ramalan Ciam Si. Di bagian belakang vihara terdapat restoran vegetarian, yang jadi tujuan banyak turis mancanegara.

3. Hutan Wisata Mata Kucing

(Sastri/ detikTravel)
Hutan wisata ini terletak di Jl Letjen R Suprapto, antara daerah Batu Aji dan Sekupang. Ada kolam renang, kebun binatang mini, dan fasilitas outbound yang diminati banyak traveler.

Hutan wisata ini juga punya kolam besar berisi Arwana Arapaima Gigas. Ada 4 arwana raksasa yang hidup bebas di kolam ini, bersama aligator dan puluhan arwana lainnya.

4. Kamp pengungsian Vietnam

(Sastri/ detikTravel)
Kalau punya cukup waktu transit di Batam, susurilah Jembatan Barelang hingga ke Pulau Galang. Di sini terdapat tempat wisata sejarah berupa kamp pengungsian warga Vietnam. Mereka tinggal di tempat itu mulai 1975-1996.

Di dalam komplek luas ini terdapat sisa-sisa bangunan berupa barak, rumah sakit, pos polisi, tempat karantina, gereja, pagoda, juga museum. Karena penuh aura mistis, komplek ini hanya dibuka dari pagi sampai sore.

5. Batam Miniature House Indonesia

(Sastri/ detikTravel)
Mau lihat TMII versi lebih mini? Ini dia tempatnya. Batam Miniature House Indonesia di daerah Bengkong punya koleksi replika 33 rumah adat dari seluruh Indonesia. Semuanya dihubungkan oleh jalan setapak dengan lanskap hijau yang memanjakan mata.

Tak dipungut biaya apa pun untuk bisa masuk ke tempat ini. Wisatawan juga bisa menggunakan jasa foto keliling, Rp 25.000 untuk selembar foto ukuran 10R.
Halaman 2 dari 6
Jembatan Barelang menghubungkan 3 pulau besar yakni Batam, Rempang, dan Galang. Dari 6 jembatan yang panjang totalnya 2 Km, jembatan pertama adalah yang paling ramai.

Pagi, siang, sore, sampai malam hari, warga dan wisatawan mampir ke jembatan ini untuk bersantai. Berfoto ria, menikmati jagung bakar atau bakso dan sate padang. Jembatan ini menjadi salah satu ikon Batam.

Inilah vihara yang disebut-sebut terbesar se-Asia Tenggara. Berlokasi di Sei Panas, Maha Vihara Duta Maitreya berada di lahan seluas 4,5 hektar.

Selain berkeliling vihara luas ini, wisatawan juga bisa mencoba ramalan Ciam Si. Di bagian belakang vihara terdapat restoran vegetarian, yang jadi tujuan banyak turis mancanegara.

Hutan wisata ini terletak di Jl Letjen R Suprapto, antara daerah Batu Aji dan Sekupang. Ada kolam renang, kebun binatang mini, dan fasilitas outbound yang diminati banyak traveler.

Hutan wisata ini juga punya kolam besar berisi Arwana Arapaima Gigas. Ada 4 arwana raksasa yang hidup bebas di kolam ini, bersama aligator dan puluhan arwana lainnya.

Kalau punya cukup waktu transit di Batam, susurilah Jembatan Barelang hingga ke Pulau Galang. Di sini terdapat tempat wisata sejarah berupa kamp pengungsian warga Vietnam. Mereka tinggal di tempat itu mulai 1975-1996.

Di dalam komplek luas ini terdapat sisa-sisa bangunan berupa barak, rumah sakit, pos polisi, tempat karantina, gereja, pagoda, juga museum. Karena penuh aura mistis, komplek ini hanya dibuka dari pagi sampai sore.

Mau lihat TMII versi lebih mini? Ini dia tempatnya. Batam Miniature House Indonesia di daerah Bengkong punya koleksi replika 33 rumah adat dari seluruh Indonesia. Semuanya dihubungkan oleh jalan setapak dengan lanskap hijau yang memanjakan mata.

Tak dipungut biaya apa pun untuk bisa masuk ke tempat ini. Wisatawan juga bisa menggunakan jasa foto keliling, Rp 25.000 untuk selembar foto ukuran 10R.

(sst/sst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads