Sama seperti provinsi lain, selalu ada jalur darat yang menghubungkan satu provinsi dengan yang lain. Kalau di Jawa dikenal dengan Jalur Pantura, Kalimantan punya Jalur Lintas Kaltara-Kaltim.
Sesuai namanya, Lintas Kaltara-Kaltim menghubungkan provinsi Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur. Jalur ini akan mengantarkan wisatawan yang ingin mencapai Kalimantan Timur melalui jalur darat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
detikTravel pun menjajal jalur ini pada Kamis (27/6/2013) kemarin. Ketika itu, saya dan rombongan akan menuju Berau di Kaltim dari Tanjung Selor, Kaltara.
"Jalurnya cuma ini saja, Lintas Kaltara-Kaltim," kata Andri (21), supir mobil yang mengantarkan saya dan rombongan menuju Berau.
Sambil terus melihat ke arah jalan, saya perlahan mengamati keadaan di sekitar. Terik, itu tentu jadi kesan pertama saat pertama kali melewati jalur ini.
Sesaat saya memicingkan mata ketika menatap ke arah langit biru. Kemudian, menyapu pandangan ke kanan kiri jalan.
Sedikit membandingkan dengan Jalur Lintas Sumatera yang pernah saya lewati, suasana Lintas Kaltara-Kaltim ternyata tidak jauh berbeda. Di kanan-kiri jalan yang terlihat hanyalah hutan hijau yang menyejukkan pandangan.
Melihat hal itu, salah seorang teman pun membuka jendela mobil. Angin sejuk pun sontak membelai lembut wajah kami.
Wuuss! Mobil yang kami tumpangi ternyata melaju sangat kencang. Tak ada banyak mobil di depan, dan jalanan relatif kosong, mungkin itu yang jadi alasan sang supir melaju dengan kecepatan tinggi.
Sebenarnya itu tak masalah berada di dalam mobil dengan kecepatan tinggi, tapi jalur yang kami lalui ternyata cukup esktrem. Jalan di depan berkelok-kelok dengan belokan yang cukup patah. Itulah yang membuat ngeri.
Saking patahnya, sampai tak terlihat ada belokan lagi di depan. Belum selesai, jalur ini juga memiliki turunan dan tanjakan yang cukup ekstrem. Kalau diukur, mungkin kemiringannya sampai 60 derajat.
Bayangkan, betapa seramnya Anda duduk di dalam mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi. Kemudian jalur di hadapan menukik tajam ke bawah.
Begitu menanjak, Anda tidak akan mengira kalau di depan ada mobil lain. Itulah yang membuat saya sedikit menahan nafas ketika melalui jalur ini.
"Sekitar 100 km-an lah. 2 Jam perjalanan," kata Andri saat ditanya berapa jarak yang akan dilalui.
Saya pun penasaran menengok ke arah speedometer mobil. Terkejut! Ternyata mobil ini melaju dengan kecepatan 120 km/jam. Di tikungan, ia sedikit menurunkan kecepatan menjadi 80 km/jam.
"Kalau di sini rata-rata mobilnya ngebut. Tapi masih ada rem, biasanya kita pakai klakson supaya yang di depan tahu," ujar Andri.
Satu hal yang membuat saya sedikit tenang dan tidak terlalu tegang adalah kondisi jalan. Jalur Kaltara-Kaltim terhitung baik karena sudah beraspal. Meski begitu, beberapa lubang masih terlihat dan sesekali membuat penumpang mobil melompat kecil dari bangku.
Bagi traveler yang senang tantangan dan petualangan, bisa melewati jalur ini pasti menyenangkan. Tapi ingat selalu waspada dan jangan lupa minum obat anti mabuk jika tidak kuat perjalanan darat panjang.
(ptr/fay)












































Komentar Terbanyak
Waspada! Ini Daftar Pangkalan Militer AS di Seluruh Dunia yang Harus Kamu Tahu
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5
Gara-gara Monyet, Komodo di Singapore Zoo Telan Boneka yang Dilempar