Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 03 Jul 2013 14:16 WIB

DESTINATIONS

Datang Langsung ke Markas Chelsea, Rasanya Luar Biasa!

detikTravel
Stadion Stamford Bridge, ini dia markasnya Chelsea (Ardhi/detikTravel)
London - Untuk para wisatawan penggemar bola, bisa datang langsung ke markas tim sepakbola favorit adalah sebuah impian penting. Jika biasanya hanya bisa melihat Chelsea berlaga di TV, datang langsung ke London rasanya luar biasa.

"Blue is the colour, football is the game. We're all together and winning is our aim. So cheer us on through the sun and rain. Cause Chelsea, Chelsea is our name....." Lagu kebesaran Chelsea tersebut sayup-sayup terdengar menyambut kedatangan detikTravel pagi-pagi ke markas Chelsea, minggu lalu.

Stamford Bridge adalah stadion kebesaran The Blues yang berlokasi di Fulham Road, London, Inggris. Lokasinya 30 menit dari jantung kota London. Stadion Gelora Bung Karno (GBK) memang lebih lega, namun urusan fasilitas pastinya Stamford Bridge lebih di atas.

Di sepanjang jalan masuk ke stadion, sederet poster legenda dan pemain Chelsea terpampang besar-besar di tembok, dari Frank Lampard, Fernando Torres, John Terry, hingga Ruud Gullit. Untuk tur ke stadion dan museum Chelsea, pengunjung harus merogoh kocek 18 Poundsterling (Rp 270 ribu). Tracy sang tur guide kami pun muncul untuk memulai pertualangan.

"Selamat datang di stadion Chelsea sang juara Eropa!" teriak Tracy kepada seluruh pengunjung. Ya, Chelsea memang juara Champions Eropa 2011-2012 setelah menumbangkan Bayern Munich di final.

Meski baru mendapat satu trofi di Piala Champions, nyatanya prestasi ini jadi 'komoditi' unggulan di Stamford Bridge. Tur dimulai langsung di tribun penonton Stamford Bridge. Yang mau duduk dan foto-foto dipersilakan, tapi jangan harap untuk turun dan menginjakkan kaki ke tengah lapangan. Pasti langsung disemprit!

Perjalanan berlanjut ke ruang jumpa pers. Tracy menyebut, ruangan ini jadi salah satu saksi sejarah saat sejumlah pemain dan pelatih top dunia membubuhkan tanda tangan kontraknya. Ruangan yang dapat menampung 100-150 wartawan ini juga menjadi tempat para media bersantai dan melepas penat. Ada bar, kamar mandi dan sambungan internet yang siap memanjakan mereka.

Kemudian, menuju locker room pemain. Uniknya, ruang ganti pemain tim tamu (away) sengaja dibuat tidak nyaman dengan loker yang sempit, gantungan baju yang tinggi. Sedangkan ruang pemain Chelsea bak hotel bintang lima dengan kamar mandi yang luas, ruang kebugaran, ruang meramu strategi, dapur, locker room yang lebih indah, televisi, bahkan ada ruangan khusus bagi pelatih.

"Tentunya dengan kondisi (yang tidak enak) ini, kami berharap mereka jadi tidak fokus di pertandingan. Seperti saat Barcelona berkunjung ke sini. Lionel Messi jadi salah satu pemain yang diincar karena kependekannya. Gantungan baju di sini dibuat menjadi lebih tinggi, sehingga menyulitkannya," kelakar wanita berambut pirang ini.

Tempat duduk dari pemain utama pun sudah diatur sedemikian rupa. Misalnya, John Terry dan Frank Lampard duduk bersebelahan, sedangkan David Luiz ada di sebelah Oscar. Ini agar mereka dari negara dan bahasa yang sama dapat saling berkomunikasi dengan baik.

Wisatawan lalu menuju pinggir lapangan melalui lorong bak pemain Chelsea yang ingin memulai pertandingan. Demi mendapatkan suasananya, diputarkan pula rekaman suara khas suporter dan komentator yang siap menyambut para pemain.

Tempat duduk pelatih dan pemain di pinggir lapangan pun dikemas senyaman mungkin. Meski sudah tinggal sejengkal dengan rumput Stamford Bridge, jangan harap untuk bisa menginjakkan kaki Anda di sana. Para petugas begitu ketat menjaga 'keperawanan' rumput ini cuma untuk para pemain saja.

Meski begitu, perjalanan ke Stamford Bridge ini pastinya sangat berkesan. Terlebih tak lama lagi, klub kepunyaan taipan Roman Abramovich ini bakal melawat ke Indonesia untuk melakukan pertandingan uji coba.

Di akhir perjalanan, wisatawan diarahkan ke toko suuvenir. Mulai dari jersey dan berbagai merchandise dijual di sini. Harganya 65-75 Poundsterling (Rp 978 ribu-1,1 juta). Cukup menguras kantong, apalagi jersey bernomor punggung '1' dengan tulisan 'Special' di punggungnya ini. Tahu kan milik siapa?

(fay/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA