detikTravel berbincang dengan beberapa traveler yang pernah di Yogyakarta. Menurut mereka, ada beberapa tempat yang bisa traveler kunjungi untuk menunggu saat-saat berbuka puasa.
Jika hanya ingin berada di dalam kota, menurut salah satu traveler, Lovie Gustian, wisatawan bisa ngabuburit dengan rute memutar. Mereka bisa mulai dari mengunjungi Benteng Vredeburg, lalu berjalan ke arah kantor pos, lanjut ke istana, berkunjung ke Keraton Yogyakarta, lalu ke Taman Sari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Konon kalau berhasil melewati pohon itu dengan mata ditutup, permintaan orang yang melewatinya bisa terkabul atau artinya hati orang tersebut bersih," ujar Niza, Kamis (18/7/2013).
Lain hal bila wisatawan ingin merasakan ngabuburit dengan sedikit beranjak keluar kota. Menurut Lovie, traveler bisa menyewa motor dengan harga sekitar Rp 50.000 per hari.
Dengan mengendarai motor, Anda bisa ngabuburit berkeliling mulai dari Prambanan, lalu ke Gunung Api Purba Nglanggeran atau Candi Ratu Boko. Menurutnya, pemandangan terbenamnya matahari yang sempurna di Yogyakarta adalah dari Candi Ratu Boko.
"Pilih salah satu saja, pergi ke Gunung Api Purba Nglanggeran atau ke Candi Ratu Boko. Kalo mau naik ke Nglanggeran juga tidak lama kok, atau kalau mau lihat sunset paling bagus ya dari Candi Ratu Boko," kata Lovie.
Setelah ngabuburit di candi, traveler bisa berbuka puasa di Bukit Bintang. Memang, makanan yang dijual di sini tidak terlalu istimewa. Namun suasana romantis dengan pemandangan kelap-kelip dari lampu kota yang terlihat seperti bintang, membuat tempat wisata malam ini ramai dikunjungi traveler untuk berbuka puasa.
Selain di kawasan Alun-alun dan Bukit Bintang, di seputaran Kampus UGM Yogya juga asik untuk menghabiskan waktu jelang berbuka puasa. Menurut Tina, mahasiswi kedokteran UGM, di sekitar Lembah UGM akan ramai oleh mahasiswa dan penduduk sekitar menikmati ngabuburit di daerah kampus.
Tidak hanya di Lembah UGM, di Bundaran UGM juga ramai oleh orang-orang yang menghabiskan waktu ngabuburit menjelang buka puasa. Biasanya jalanan memang ditutup untuk kendaraan dan berbagai kegiatan pun ada di sini seperti latihan capoeira. Sederet penjual makanan juga memenuhi kawasan UGM ini.
"Macam-macam makanan yang dijual di sini, mulai makanan kecil seperti somay, sosis, bakso, sampai makanan besar juga ada," ujar Tina.
Jangan ragu bergabung dengan warga Yogyakarta untuk ngabuburit di sana. Yogyakarta memang berkesan di hati para traveler. Tidak hanya untuk musim liburan, pada bulan Ramadan pun aktivitas ngabuburit di Yogya tetap dinanti wisatawan.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Duh, Jembatan Ikonik Suramadu Jadi Sasaran Pencurian, 480 Kg Besi Raib
Hotel Legendaris di Gerbang Malioboro Kembali Beroperasi
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok