Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 13 Apr 2017 13:40 WIB

DESTINATIONS

Citilink Diminta Buka Rute ke Destinasi Minim Akses Indonesia

Afif Farhan
detikTravel
Foto: (dok Kemenpar)
Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya meminta Citilink membuka rute ke destinasi wisata minim akses. Demi memudahkan wisatawan menjelajahi Indonesia.

Jajaran direksi baru di PT Citilink Indonesia menemui Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, Selasa (11/4) sore kemarin. Pertemuan yang digelar di lantai 16 Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata itu semakin mengerucutkan upaya membangun spirit Indonesia Incorporated dalam mengembangkan pariwisata di tanah air.

Awalnya, Direktur Utama PT Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo yang didampingi Direktur Komersial Andy Adrian dan Direktur Operasional Arry Kalzaman Sudarmadji bermaksud bersilaturahmi dengan Menpar Arief Yahya. Namun, pertemuan berkembang menjadi ajang untuk mendiskusikan rencana maskapai BUMN tersebut dalam mendukung upaya menggenjot jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.

Menpar Arief Yahya mendorong Citilink membuka rute ke destinasi wisata baru yang belum memiliki konektivitas yang baik seperti Morotai. Tentu saja Arief tidak sekadar mendorong, tapi ada jurus khusus.

"Kemenpar siap untuk memberikan insentif bagi Citilink dan maskapai lainnya yang membuka chartered flight (penerbangan carter, red) dengan rute baru yang belum diterbangi sebelumnya, baik dari atau ke kota baru di Indonesia, maupun kota baru di negara pasar," katanya di hadapan direksi Citilink seperti dalam rilis yang diterima detikTravel, Kamis (13/4/2017).

https://s16.postimg.org/i0znk7pn9/menprcitilink2.jpg

Menurut Arief, melayani rute baru di destinasi yang masih belum memiliki konektivitas yang baik memang menjadi tantangan tersendiri. Istilahnya playing in the green field atau bermain di tempat yang benar-benar baru.

Bahkan, katanya, justru di lapangan baru itu pula Citilink bisa merambah bisnis lainnya. "Airlines merupakan bisnis yang high profile namun profitnya tidak banyak, jadi harus mengembangkan bisnis di sektor lain, misalnya properti," tambahnya.

Menanggapi hal itu Juliandra mengatakan bahwa Citilik siap membantu program Kemenpar dalam meningkatkan konektivitas udara di Indonesia dengan pasar-pasar utama. Juliandra juga mengatakan, Citilik harus bersinergi dengan Garuda Indonesia dalam menggarap segmen pasar.

Mantan direktur utama PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia itu memerinci, target market Garuda adalah kelas menengah ke atas. Sedangkan market Citilink, merupakan kelas menengah ke bawah yang jumlahnya lebih besar. Karenanya, Citilink menentukan target untuk meraih jumlah penumpang yang lebih banyak dari Garuda.

Selain itu, Citilink sebagai perusahaan pelat merah juga harus mampu menjalin koordinasi dengan instansi pemerintah ataupun BUMN lainnya yang mengelola penerbangan dan bandara. "Sehingga lebih unggul dalam hal komunikasi dibandingkan dengan dari airlines swasta lainnya," tegas Juliandra. (aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA