detikTarvel mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Sabang pekan lalu atas undangan dari Kementerian Pariwisata. Sempat menjelajahi Wreck Sophie Rickmers, detikTravel mendapat cerita lain di balik kepopulerannya sebagai spot diving.
"Sophie Rickmers itu kapal kargo miliki Jerman pada perang dunia kedua," ujar Isfan, Master Dive di Rubiah Tirta Divers.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu sekitar 16 tahun lalu ada sebuah kapal pencari harta karun dari Jepang datang ke sini untuk mencari barang antik di dalam Sophie," ungkap Isfan.
Para pencari harta karun tersebut tinggal di kawasan Teluk Pria Laot selama sekitar satu bulan. Mereka datang karena tergiur dengan kabar barang-barang antik yang ada di dalam Kapal Sophie.
"Mereka mengaku tidak menemukan apa-apa dan pulang ke negaranya," jelas Isfan.
Menurut warga lokal, Kapal Sophie memang mengangkut barang-barang antik untuk Jepang. Namun saat Belanda datang, semua barang tersebut sudah lebih dulu dibawa oleh kru kapal. Sehingga kapal ini tak menyisakan apa-apa, kecuali cerita.
Tapi tak ada yang tahu pasti apakah kapal pencari harta karun dari Jepang benar-benar pulang dengan tanpa hampa atau menyembunyikan sesuatu untuk dibawa pulang. (bnl/bnl)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru