Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 06 Okt 2020 13:03 WIB

DETIKTRAVEL

Kasus Corona Meningkat, Paris Izinkan Restoran Tetap Buka

Putu Intan
detikTravel
People sit on a cafe, Monday, June 15, 2020 in Paris. Paris is rediscovering itself, as its cafes and restaurants reopen for the first time since the fast-spreading virus forced them to close their doors March 14. Restaurants outside the Paris region opened earlier this month, and Paris cafes were allowed to serve people outside but not open their doors. After three months of losses, some restaurateurs fear it will take a long time for business to come back. (AP Photo/Thibault Camus)
Suasana Paris, Prancis Foto: AP/Thibault Camus
Paris -

Restoran di Paris tetap diizinkan buka meskipun angka infeksi Corona yang masih mengkhawatirkan. Pembukaan ini dilakukan dengan pembatasan ketat.

Dilansir dari Channel News Asia, Selasa (6/10/2020) Walikota Paris Anne Hidalgo menyampaikan pemerintah hanya mengizinkan restoran untuk buka. Sementara bar dan kafe di Paris dan sekitarnya rencananya akan ditutup selama 15 hari ke depan.

Pembukaan ini dilakukan di tengah penularan Corona yang masih mengkhawatirkan di Prancis. Sebelumnya pada Sabtu (3/10/2020) Prancis melaporkan total korban meninggal karena Corona di negara itu mencapai 32.198. Sementara itu kasus baru berjumlah 16.972 kasus Corona baru.

Angka tersebut merupakan angka infeksi harian tertinggi sepanjang pandemi ini. Dari jumlah tersebut, kasus virus Corona di Paris jumlahnya 250 orang per 100.000 orang dan sudah mencapai ambang batas kewaspadaan maksimum.

Tantangan penyelesaian Corona ini salah satunya juga karena budaya masyarakat Prancis yang kerap berkumpul dan minum-minum. Bahkan Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengakui bahwa penutupan bar dan kafe merupakan hal berat untuk semua orang.

"Kami orang Prancis, kami suka minum, makan, hidup, tersenyum dan mencium satu sama lain," katanya pada Minggu (4/10/2020).

"Tapi kami juga melakukan ini karena masyarakat menginginkan kami untuk melakukannya," ujarnya.

Siaran televisi BFM pada hari itu juga melaporkan hasil jejak pendapat yang menunjukkan 61 persen masyarakat yang tinggal di Paris dan sekitarnya menyetujui penutupan bar. Sebelumnya bar diizinkan buka namun dibatasi sampai pukul 10 malam.

Sementara itu Hidalgo mengatakan keputusan penutupan bar ini belum final. Pihaknya masih membicarakan rencana itu tapi ia juga mengakui bahwa situasi kesehatan ini sangat serius. Pemerintah menargetkan penutupan bar ini diutamakan untuk yang menyajikan minuman beralkohol tanpa makanan.

Dari pengelola restoran, mereka juga secara sukarela menerapkan aturan pembatasan sendiri untuk pelanggan. Misalnya membatasi jumlah orang di setiap meja dan harus mendaftarkan diri serta alamat sebelum datang ke restoran.

Di sisi lain organisasi pengusaha UMIH yang mewakili kafe, bar, hotel, restoran, brasseries, dan diskotek telah memperingatkan bahwa 15 persen dari 220.000 perusahaan Prancis di sektor itu terancam bangkrut. Selain itu sebanyak 250.000 pekerja juga menghadapi pengangguran.

Pemerintah mengatakan akan mengambil setiap tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menghindari keadaan darurat baru yang akan membutuhkan lockdown seperti yang diberlakukan pada puncak wabah, dari pertengahan Maret hingga pertengahan Mei.



Simak Video "Penembakan di Depan Pusat Vaksinasi Covid-19 Paris, 1 Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA