Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 19 Sep 2021 19:49 WIB

DETIKTRAVEL

Seperti Apa Fasilitas Kereta Api dan Stasiun di Zaman Baheula?

Syanti Mustika
detikTravel
Pengguna KRL di Jakarta tentu tak asing dengan Stasiun Jakarta Kota. Banyak hal menarik tentang stasiun yang dulunya dipanggil Stasiun Beos itu lho.
Stasiun Jakarta Kota Foto: Pradita Utama

Begitu juga dengan sistem tempat duduk di dalam kereta, ada yang berhadap-hadapan, ada yang sejajar itu tidak jauh berbeda dengan zaman sekarang. Sama juga dengan fasilitas stasiun. Dulunya sudah ada toilet, ruang tunggu, dan ruang barang.

"Fasilitas stasiun sejak dulu itu kurang lebih sama dengan seperti kondisi yang sekarang. Ada toilet, ada ruang tunggu, ada ruang barang, cuman kalau dulu emang sifatnya seadanya. Misalnya kalau ada barang..... udah ditaruh aja. Atau jika ingin ke toilet, ya sudah ke toilet. Dulu di kereta juga sudah ada toilet namun seadanya saja. Pernah menonton kereta yang ada di film koboi? Seadanya kan? Nah seperti itu, toilet dibuka dan dibuang begitu saja keluar," lanjutnya.

[Gambas:Instagram]



Lanjut cerita nih, kereta zaman dahulu menggunakan sinyal lengan. Jangan bayangkan tukang parkir ya, tapi ini menggunakan tiang yang ada lengannya. Nanti sinyal lengan akan dikendalikan dari rumah sinyal yang tidak jauh dari tiang.

"Dahulu sebelum ada sistem elektrik, dulunya memakai istilahnya sistem lengan. Jadi ada tiang tinggi yang ada lengannya, jadi itu dinamakan sinyal lengan yang mengatur ada di rumah sinyal yang ada di di ujung peron ini," jelas Hardika.

Fakta menarik lainnya yang juga traveler perlu tahu, kereta api dulunya juga memiliki bus. Fungsinya untuk mengantar penumpang benar-benar sampai ke tujuan.

"Dulu ketika zaman masih kolonial kereta api juga punya angkutan darat selain kereta yaitu bis. Dulu bis itu masuk ke dalam jaringan kereta api, jadi selain mereka punya kereta mereka juga punya bis dan juga angkat angkatan laut,"

"Contohnya nih dulu dari Jakarta ingin ke Lampung. Nanti akan diantar dengan kereta, kemudian lanjut dengan kapal feri. Ada juga apa turun di stasiun dari bisnya dan lanjut juga dengan kereta api menuju tujuan. Mirip-miriplah dengan paketan seperti sekarang," tutup Hardika.

Museum kereta api di SawahluntoMuseum kereta api di Sawahlunto Foto: Johanes Randy

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang Tak Sampai ke Pusat Bandung"
[Gambas:Video 20detik]

(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA