500.000 Kapal Karam Menghias Dasar Laut Indonesia

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

500.000 Kapal Karam Menghias Dasar Laut Indonesia

Faela Shafa - detikTravel
Senin, 12 Nov 2012 17:35 WIB
500.000 Kapal Karam Menghias Dasar Laut Indonesia
Talk show Wisata Kapal Karam (Shafa/detikTravel)
Jakarta - Selain terumbu karang, kapal karam di dasar lautan juga menjadi pesona di dasar lautan Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, ada 500.000 kapal karam yang belum semuanya terjamah wisatawan penggemar diving.

"Ada lebih dari 500 ribu kapal karam di Indonesia," ujar traveler sekaligus pembawa acara Jelajah Indonesia di KompasTV, Cahyo Alkantana dalam acara talk show Wisata Kapal Karam di Aula Museum Nasional, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2012).

Salah satu wisata kapal karam yang sangat terkenal ada di Tulamben, Bali. Kapal perang AS bernama USS Paul Jones tenggelam di dasar laut Tulamben pada sekitar 70 tahun yang lalu. Karena itulah, menurut Cahyo, ada minimal 500 diver yang menyelam di sana setiap harinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Miss Scuba 2012, Yovita Ayu Liwanury pun mengakui keindahan Tulamben. Menurutnya, Tulamben juga punya terumbu karang dan ikan-ikan yang beragam. "Banyak sekali terumbu karang yang cantik dan ikan yang indah-indah," ujarnya.

Menurut Cahyo, sayangnya, tidak semua kapal karam memiliki lokasi strategis seperti yang ada di Tulamben. Selain itu, masalah lainnya adalah keutuhan isi kapal.

Kapal karam yang terletak di kedalaman 20 meter ke atas sudah tidak memiliki isi, karena isi kapal sudah diambil oleh masyarakat setempat. Sedangkan untuk mengunjungi situs kapal karam yang isinya masih utuh membutuhkan keamanan tingkat tinggi.

"Di mana pun tempatnya, asal ada informasi pasti tentang kapal karam yang bisa dijadikan destinasi wisata pasti akan didatangi," lanjut Cahyo.

Jadi, wisata bahari, salah satunya diving, bisa semakin beragam dengan hadirnya wisata kapal karam. Namun traveler masih butuh bantuan mengenai informasi keberadaan kapal karam yang bisa dikunjungi.

(shf/fay)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads