Seperti dilansir dari Atlas Obscura, Jumat (6/9/2013) seseorang bernama Leonard Knight membuat bukit dari gundukan pasir setelah balon udaranya jatuh di gurun pasir dekat laut Salton di Niland, California. Leonard merasa kejadian itu menjadi pertanda dari Tuhan baginya untuk menyebarkan pesan cinta di tempat yang kering itu.
Salvation Mountain memiliki lebar 45,7 meter, dan panjang 15,2 meter. Dibangun dari kumpulan jerami, cat, dempul jendela, hingga apapun yang dapat dipergunakan oleh Leonard. Salvation Mountain dibuat ketika Leonard tinggal di gurun dengan truknya tanpa listrik dan air sama sekali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setahun yang lalu, pemerintah setempat berniat untuk menghancurkan monumen religius itu, dan memungut bayaran dari siapa saja yang membuat rumah di tanah milik pemerintah itu. Tetapi upaya ini digagalkan melalui petisi yang dibuat oleh Leonard dan pendukungnya yang menyatakan Salvation Mountain sebagai seni religius. Pada 2002, Senator Barbara Boxer memasukkan Salvation Mountain ke ikhtisar parlemen sebagai cagar budaya.
Pengunjung bukit disarankan untuk membawa lebih banyak cat untuk Leonard gunakan sebagai struktur. Tapi, sejak tahun 2012, Leonard sudah tidak mengurus langsung Salvation Mountain karena persoalan kesehatan, pengawasan bukit diserahkan kepada temannya.
Leonard memperkirakan dia telah menggunakan lebih dari 10,000 galon cat yang dipergunakan untuk membuat bukit tetap berdiri, dan melindunginya dari pasir dan angin gurun. Leonard juga menggunakan cat untuk membuat tulisan religius, mewarnai pohon, bunga, matahari, dan beberapa obyek berwarna lainnya.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Bandara Mencekam, Penumpang Panik-Ketakutan Saat Bos Kartel Tewas
Masjid Jamkaran dan Bendera Merah Balas Dendam
Tak Ada Ampun, Thailand Hapus Teguran bagi Pengemudi Mabuk