Qom - Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan Israel dan AS. Iran kemudian mengibarkan bendera merah di kubah Masjid Jamkaran.
Masjid Jamkaran dan Bendera Merah Balas Dendam
Iran mengibarkan bendera merah di kubah Masjid Jamkaran, sebuah tempat ziarah Syiah, di kota suci Iran Qom.Β (Instagram/jamkaran_ir)
Bendera merah itu dikibarkan di kubahΒ Masjid Jamkaran setelah pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas akibat serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat (AS) pada 28 Februari 2026. (Instagram/jamkaran_ir)
Dalam unggahan akun resmi Masjid Jamkaran, dikutip Senin (2/3/2026), pengibaran bendera merah itu dilakukan di tengah prosesi pemakaman Khamenei. Terlihat pula foto Khamenei yang dibawa menuju peristirahatan terakhirnya. Pengibaran bendera merah itu menjadi simbol balas dendam terhadap AS dan Israel. (Anadolu via Getty Images/Anadolu)
Masjid Jamkaran memiliki makna khusus bagi Iran. Masjid itu menjadi pusat ziarah bagi umat Syiah yang percaya tempat itu dibangun atas perintah Imam Mahdi, figur pemimpin dalam keyakinan Syiah. Setiap tahun, ribuan peziarah datang untuk berdoa, terutama pada malam Selasa, yang dianggap malam khusus untuk berkomunikasi dengan Imam Mahdi.Β (Getty Images/iStockphoto/ugurhan)
Masjid Jamkaran dibangun atas petunjuk Imam Mahdi lewat mimpi Shaikh Hassan bin Muthlih Jamkarani. Dia adalah ulama kenamaan dan pemimpin umat Islam Iran di abad ke-10. Dia sedang tidur di rumahnya yang terletak di Desa Jamkaran ketika mimpi itu datang.Β (Getty Images/iStockphoto/ugurhan)
Tanah Masjid Jamkaran awalnya adalah lahan pertanian yang diolah petani bernama Hasan bin Muslim selama lima tahun. Padahal, tanah suci tersebut sudah diberkati sehingga istimewa dan tidak seharusnya diolah untuk tujuan komersial. Apalagi, Hasan bin Muslim disebut tidak punya hak atau kuasa atas tanah tersebut.Β (Getty Images/iStockphoto/ugurhan)
Di luar gedung Masjid Jamkaran, tepatnya lapangan Sahib Al-Zaman, terdapat sumur permintaan yang wajib dikunjungi bagi sebagian penganut Islam Syiah. Pengunjung akan menulis permohonan dalam secarik kertas lalu dijatuhkan dalam sumur. Pengunjung juga mengaitkan benang di dinding sumur tersebut. (Getty Images/iStockphoto/ugurhan)












































Komentar Terbanyak
Bandara Mencekam, Penumpang Panik-Ketakutan Saat Bos Kartel Tewas
Menhub Usulkan Masjid di Jalur Arus Lebaran Jadi Rest Area Pemudik
Warga 62 Bisa Bebas Visa ke Korea Selatan, Minimal 3 Orang