"Program seperti ini sudah kita mulai dari 2008 yang bertujuan agar orang-orang mau datang ke museum, karena Indonesia punya sejarah dan budaya yang menarik," ujar Direktur Starbucks Indonesia, Anthony Cottan saat jumpa pers 'Ayo ke Museum' di Starbucks Stasiun Kota, Jl Stasiun Kota No 1, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2014).
Program 'Ayo ke Museum' adalah kerjasama antara Starbucks Indonesia dengan Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Jendral Kebudayaan, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Anthony menambahkan, melalui program ini diharapkan anak-anak muda khususnya usia 20-30 tahun dapat lebih mengenal museum di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menyiapkan lebih dari 40 ribu tiket gratis masuk ke museum," kata Marketing Communications Starbucks Indonesia, Yuti Resani dalam kesempatan yang sama.
Beberapa 19 museum itu seperti Museum Nasional dan Museum Wayang di Jakarta, Museum Konferensi Asia Afrika di Bandung, Museum Ullen Sentalu di DI Yogyakarta, Museum Negeri Provinsi Jawa Timur Mpu Tantular di Surabaya, Museum Purba Sangiran di Solo, Museum Arma di Bali, dan masih banyak lagi.
"Kami menyambut dengan baik program 'Ayo ke Museum' dari Starbucks ini. Sebab ini juga jadi pekerjaan kami untuk lebih banyak mendatangkan wisatawan ke museum," ujar Kasubid Pengembangan dan Pemanfaatan Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Museum, Dani Wigatna.
(sst/sst)










































