Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 24 Des 2020 18:53 WIB

UGC-BRIDGE

13 Gereja Tertua di Indonesia, Megah dengan Arsitektur Unik

Tim detikcom
detikTravel
Gereja tertua di Asia
Gereja Sion di Jakarta, salah satu gereja tertua di Indonesia (Foto: Johanes Randy)

4. Gereja Tugu, Jakarta

Salah satu gereja tertua di Indonesia yakni Gereja Tugu yang berlokasi di Kampung Tugu, Jakarta Utara.

Hanya saja, bangunan Gereja Tugu yang saat ini masih berdiri bukan merupakan bangunan pertama dari Gereja Tugu.

Bangunan pertama didirikan pada 1678. Kemudian pada 1738 dibangun kembali gedung baru menggantikan gereja pertama yang mengalami kerusakan parah.

Sayangnya gereja ini hancur dalam peristiwa Geger Pecinan pada 1740. Baru pada 1744 atas bantuan seorang tuan tanah yang bermukim di Cilincing, Yustinus Vinck gereja dibangun kembali.

Pembangunan baru selesai pada 29 Juli 1747 yang kemudian diresmikan pada tanggal 27 Juli 1748 oleh pendeta J.M. Mohr. Bangunan terakhir ini yang dipakai hingga kini.


5. Gereja Katedral, Jakarta


Gereja Katedral Jakarta memiliki nama resmi De Kerk van Onze Lieve Vrouwe ten Hemelopneming atau Gereja Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga.

Gereja Katedral yang ada pada saat ini bukan merupakan gedung gereja yang asli. Gereja yang asli diresmikan pada Februari 1810 namun terbakar pada 1826. Kemudian gereja pengganti juga roboh pada 31 Mei 1890.

Akhirnya pertengahan tahun 1891 dilakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan gereja baru. Orang yang ditunjuk untuk menjadi perencana dan arsitek pembangun gereja adalah Antonius Dijkmans, SJ.

Sayangnya pembangunannya sempat tersendat. Baru pada pada tanggal 21 April 1901 gereja diresmikan oleh Edmundus Sybrandus Luypen, SJ. Gedung gereja yang bersebelahan dengan Masjid Istiqlal ini dibangun dengan gaya arsitektur neo-gotik.

6. Gereja Immanuel, Jakarta

Bangunan gereja ini memiliki bentuk yang unik. Dibangun menurut rancangan Johan Hendrik Horst dan dimulai tahun 1835. Horst merupakan arsitek pada Direktorat Bangunan Sipil (Directie over De Civiele Gebouwen).

Gereja ini dibangun atas prakarsa Raja Willem I yang menginginkan persatuan dari jemaat Protestan di Hindia Belanda. Karena itu pada masanya dikenalnya juga dengan nama Willemskerk.

Unsur bangunan yang sangat mencolok dari gereja ini adalah penggunaan pilar megah dan atap berbentuk kubah. Gereja Immanuel, Jakarta berlokasi di seberang kawasan Monas.


7. Gereja Kepanjen, Surabaya

Gereja yang dibangun pada 18 April 1899 memiliki nama Belanda "Onze Lieve Vrouw Geeborte". Pembangunannya atas usul Edmundus Sybrandus Luypen SJ dan diberkati pada 5 Agustus 1900.

Kini gereja yang berlokasi di Jalan Kepanjen, Surabaya dikenal dengan nama Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria.

8. Gereja Blenduk, Semarang

Gereja Blenduk berlokasi di kawasan Kota Tua, Semarang yang letaknya tak terlalu jauh dari Stasiun Tawang. Gereja Blenduk mulai dibangun oleh orang-orang Portugis tahun 1753 dengan bentuk yang sederhana.

Baru setelah Belanda berkuasa dan merombak total bangunan gereja tahun 1894-1895 dan menjadikannya sebagai gereja yang memiliki bentuk atap kubah dengan dua buah menara.

Atapnya menggelembung besar berbentuk setengah bola membuat masyarakat sekitar lebih mengenalnya dalam bahasa Jawa sebagai gereja yang "mblenduk". Akhirnya jadilah satu istilah Gereja Blenduk.


9. Gereja Immanuel Makassar, Sulawesi Selatan

Gereja bergaya arsitektur gotik klasik ini diresmikan pemakaiannya pada 15 September 1885 oleh Pendeta J.C. Knuttel dengan nama resminya "Prins Hendriks Kerk" (Gereja dari Pangeran Hendrik)

Bangunannya pernah dipugar pada tahun 1992 dan tahun 1999. Gereja ini telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya melalui SK Menteri NoPM.59/PW.007/MKP/2010

Saat ini dikenal dengan nama Gereja Immanuel.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3
BERITA TERKAIT
BACA JUGA