detikTravel pun berkunjung ke janjang ini beberapa waktu lalu. Ada dua tempat untuk masuk ke janjang, yakni dari Bukittinggi dan dari Koto Gadang.
Ketika itu, saya masuk dari Bukittinggi. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Lobang Jepang. Jika terus turun ke bawah, Anda akan menemukan sebuah monumen mini bertuliskan 'Janjang Koto Gadang'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tebing-tebing tinggi dan rerumputan hijau menghiasi seluruh pandangan. Jika datang pagi hari, udara segar akan memasuki ruang di paru-paru Anda.
Jalan terus ke depan, pelancong akan menemukan jembatan gantung berwarna merah. Tapi sebaiknya berhati-hatilah sebelum menyeberang.
Jembatan ini hanya bisa dilalui 10 orang. Itu pun harus dilalui secara bergantian, bukan dilalui ramai-ramai.
Setelah berhasil melalui jembatan, barulah Great Wall ala Sumbar bisa Anda lihat. Bentuknya mirip seperti tangga dengan pinggiran tembok yang dibuat mirip seperti Tembok China.
Dari atas sini, pemandangan Ngarai Sianok tampak begitu indah. Luaskan pandangan dengan menengok ke kanan kiri. Ada tebing, sungai, dan sawah hijau terhampar.
Sepintas, atraksi wisata baru di Sumbar ini memang sangat menarik. Tapi semakin melangkah, saya menemukan sesuatu yang cukup menyayat hati.
Baru diremikan pada bulan Januari 2013 lalu, ternyata Janjang Koto Gadang sudah kotor. Ada banyak tangan jahil yang mencorat-coretnya.
Kalau boleh menebak, saya memperkirakan anak mudalah yang melakukannya. Ini bisa dilihat dari coretan yang kebanyakan nama pasangan.
"Lihat tuh, jadi jelek ya banyak coretan," ujar salah satu wisatawan, Mayang kepada detikTravel.
Tak hanya satu, ada belasan atau bahkan puluhan coretan di sana. Ini tentu sangat mengganggu wajah Great Wall ala Sumbar. Ternyata, kesadaran untuk memelihara suatu objek wisata masih cukup rendah. Agar keindahan Great Wall ini tetap terjaga, ayo hentikan corat-coret tembok!
(ptr/fay)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5