Memang bukan seperti yang ada di film-film perompak. Tapi harta karun ini memang ditemukan di dasar laut. Namanya Tek Sing. Barang-barang berharga ini berasal dari kapal Tek Sing milik China yang tenggelam di perairan Bangka Belitung tahun 1822 silam.
Selama lebih dari 100 tahun kapal berbobot 1.000 ton ini karam tanpa tersentuh tangan manusia. Tahun 1999, seorang pemburu harta karun asal Inggris yang berkewarganegaraan Australia bernama Michael Hatcher pun menyelam ke perairan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika dinilai dengan uang, harta karun ini bisa mencapai USD 30 juta (Rp 32 milyar). Nah, Hatcher tidak berencana memberikan penemuannya ke Indonesia dengan kata lain ingin mencuri.
Kasus 'pencurian' harta karun ini sempat heboh pada tahun 2010. Sayangnya, sudah banyak sekali barang-barang dari Tek Sing yang laku dilelang. Di sisa-sisa perjuangan menarik kembali harta karun, akhirnya Indonesia bisa mendapatkan barang-barang yang ada di kapal tersebut.
Kini, sisa harta karun itu berada aman di Museum Nasional, Jakarta. Mungkin tidak semua orang menyadari keberadaannya karena cukup terpencil. Tidak ada di lantai dasar melainkan ada di lantai atas.
Dalam ruang-ruang kaca, berjejer beragam benda dari abad ke-18 seperti aneka keramik, lempeng emas, kompas dan lainnya. Harta karun ini juga kadang dipamerkan dalam acara-acara tertentu. Seperti pada waktu itu, harta karun Tek Sing dipamerkan dalam acara "Jejak-jejak Karam" pada Desember 2012 lalu.
Anda pun bisa lho melancong ke lantai dua Museum Nasional dan melihat sendiri seperti apa harta karun dari abad ke-18 itu. Namun ada yang harus diperhatikan yaitu tidak boleh sembarang memotret.
(ptr/ptr)












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
Provinsi Jawa Barat Mau Ganti Nama Jadi Sunda, Budayawan Cirebon Tanya Urgensinya Apa?
Kasihan! Tapir yang Viral di Lampung Disembelih Warga, Dimasak Jadi Rica-rica