Ssstt! Ini Harta Karun yang 'Disembunyikan' di Museum Nasional

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Museum

Ssstt! Ini Harta Karun yang 'Disembunyikan' di Museum Nasional

Faela Shafa - detikTravel
Kamis, 29 Agu 2013 16:20 WIB
Ssstt! Ini Harta Karun yang Disembunyikan di Museum Nasional
Sebagian harta karun Tek Sing (Shafa/detikTravel)
Jakarta - Jakarta punya harta karun yang mungkin tidak diketahui banyak orang. Harta karun ini ada di Museum Nasional, lantai dua. Seperti apa bentuknya?

Memang bukan seperti yang ada di film-film perompak. Tapi harta karun ini memang ditemukan di dasar laut. Namanya Tek Sing. Barang-barang berharga ini berasal dari kapal Tek Sing milik China yang tenggelam di perairan Bangka Belitung tahun 1822 silam.

Selama lebih dari 100 tahun kapal berbobot 1.000 ton ini karam tanpa tersentuh tangan manusia. Tahun 1999, seorang pemburu harta karun asal Inggris yang berkewarganegaraan Australia bernama Michael Hatcher pun menyelam ke perairan itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari data yang dikumpulkan dari Museum Nasional, ada lebih dari 1 juta potong keramik yang ada di dalam kapal karam tersebut. Semua benda ini sangat berharga karena berasal dari abad ke-18. Selain keramik, benda-benda yang ditemukan Hatcher antara lain meriam, barang kuningan dan perungu, jam saku, wadah tinta, dudukan lilin, pisau lipat, uang dan lainnya.

Jika dinilai dengan uang, harta karun ini bisa mencapai USD 30 juta (Rp 32 milyar). Nah, Hatcher tidak berencana memberikan penemuannya ke Indonesia dengan kata lain ingin mencuri.

Kasus 'pencurian' harta karun ini sempat heboh pada tahun 2010. Sayangnya, sudah banyak sekali barang-barang dari Tek Sing yang laku dilelang. Di sisa-sisa perjuangan menarik kembali harta karun, akhirnya Indonesia bisa mendapatkan barang-barang yang ada di kapal tersebut.

Kini, sisa harta karun itu berada aman di Museum Nasional, Jakarta. Mungkin tidak semua orang menyadari keberadaannya karena cukup terpencil. Tidak ada di lantai dasar melainkan ada di lantai atas.

Dalam ruang-ruang kaca, berjejer beragam benda dari abad ke-18 seperti aneka keramik, lempeng emas, kompas dan lainnya. Harta karun ini juga kadang dipamerkan dalam acara-acara tertentu. Seperti pada waktu itu, harta karun Tek Sing dipamerkan dalam acara "Jejak-jejak Karam" pada Desember 2012 lalu.

Anda pun bisa lho melancong ke lantai dua Museum Nasional dan melihat sendiri seperti apa harta karun dari abad ke-18 itu. Namun ada yang harus diperhatikan yaitu tidak boleh sembarang memotret.

(ptr/ptr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads