Perjuangan berat menembus tebing karst yang terjal dan curam dengan peralatan minim langsung terobati begitu tiba di mulut gua Kallibong Aloa, Pangkep, Sulawesi Selatan. Mulut gua dengan ornamen stalaktit besar dan teras selebar 15 meter seakan menjadi magnet yang menarik kita untuk terus menelusuri isi gua.
detikTravel menelusuri gua ini dalam rangkaian acara International Cave Festival. Begitu masuk ke dalam, hawa sejuk akan langsung terasa. Medan yang curam, gelap dan licin juga telah menanti. Namun tenang saja, medan curam tersebut hanya sepanjang sekitar 10 meter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"1 centi meter saja puluhan tahun itu tumbuhnya," ujar pemandu dari Balai Konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Iskandar, Minggu (6/10/2013).
Tak henti sampai di situ. Semakin ke dalam, ornamen gua ini tampak semakin indah. Anda akan merasa seperti berada di istana berlian. Dinding-dinding gua berwarna cokelat ini dipenuhi kristal yang berkilauan. Di tengah kegelapan, gua Kallibong Aloa memancarkan kilau yang menawan.
"Pelarutannya membawa unsur kalsium yang merekristalisasi. Sehingga membentuk kalsium baru, kalsium karbonat," paparnya.
Selain stalaktit, banyak ornamen yang tak kalah indahnya. Salah satunya adalah gordam. Gordam merupakan bekas aliran air yang menyisakan endapan kapur sehingga membentuk pola lekukan-lekukan beruntun yang rapi.
Ada juga ornamen berbentuk memanjang seperti gordyn jendela rumah. Gordyn ini menjulang dari langit-langit hingga ke dasar gua. Sungguh pemandangan yang menakjubkan.
Perjalanan menelusuri gua dengan panjang 500 meter ini akan terasa sangat singkat. Namun, jangan terlena. Anda harus menyisakan energi untuk kembali turun ke perkampungan dengan medan menurun yang terjal. Lets rocks!
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Setuju atau Tidak Bandara Husein & Adisutjipto Dibuka Lagi?
'Dulu Ramai Sekali, Sekarang Sepi Seperti Kota Mati'
Ribuan Vila Terancam Delisting, Pemerintah Tegaskan Bukan Mempersulit Usaha