Ajaib! Pantai di Banyuwangi Ini Punya Tiga Warna

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ajaib! Pantai di Banyuwangi Ini Punya Tiga Warna

Afif Farhan - detikTravel
Senin, 28 Okt 2013 07:06 WIB
Ajaib! Pantai di Banyuwangi Ini Punya Tiga Warna
Ini dia Pantai Parang Ireng di Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi (Afif/detikTravel)
Banyuwangi -

Hitam, hijau, dan putih, itulah yang bisa Anda lihat di Pantai Parang Ireng, Banyuwangi, Jatim. Warna hitam dari bebatuan yang luas, hijau dari lumut-lumut di bebatuannya, dan putih dari pasir pantainya. Ajaib sekali!

Banyuwangi tak hanya punya Kawah Ijen saja di perbatasan dengan Kabupaten Bondowoso. Berada di ujung timur Pulau Jawa, Banyuwangi juga punya deretan pantai cantik di dalam kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Salah satu pantai cantik yang juga disebut-sebut masih perawan, adalah Pantai Parang Ireng.

Pantai Parang Ireng masuk dalam list destinasi dalam perjalanan detikTravel dan rombongan Raja Wisata, saat menjelajahi Taman Nasional Alas Purwo beberapa waktu lalu. Pantai ini letaknya sebelum Pantai Plengkung atau biasa yang disebut Pantai G-Land.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pantai Parang Ireng ini bisa dibilang pantai yang benar-benar perawan, karena jarang turis mancanegara atau wisatawan lokal yang datang ke sini," ujar koordinator lapangan Joyo's Surf Camp, Ivan yang memandu perjalanan kami selama di Taman Nasional Alas Purwo.

Saat itu, mobil yang kami tumpangi berhenti di pinggir jalan. Tidak ada tanda penanda atau papan besar yang bertuliskan Pantai Parang Ireng. Ivan yang orang asli Banyuwangi, langsung memandu kami masuk ke semak belukar.

Tak lama, kami semua terkejut dengan pemandangan di depan mata. Kami berdiri di depan pantai yang sangat cantik. Ini dia Pantai Parang Ireng yang punya tiga warna!

"Pasir Pantai Parang Ireng itu pasir gotri. Jadi, pasirnya kalau diinjak itu kaki bisa ambles ke dalam pasir, coba saja," imbuh Ivan.

Saya langsung membuka sandal dan menginjakan kaki ke pasirnya. Bles! Kaki ini langsung masuk ke dalam pasir hingga semata kaki. Meski sulit melangkah, saya beserta rombongan tetap berjalan berantusias menuju bibir pantainya.

Di bibir pantai, rupanya ada hamparan bebatuan hitam. Batu-batunya bak cairan lava yang meleleh dan mungkin sudah ribuan tahun. Bebatuannya pun memiliki tekstur yang kasar dan sakit bila ditapaki dengan kaki telanjang.

Tak hanya itu, di bebatuan tersebut yang digenangi air pantai pun tumbuh lelumutan. Lumut-lumut hijaunya pun terlihat jelas dengan mata telanjang. Jumlahnya ada banyak dan jadi pemandangan unik. Anda pun bisa menyentuh lumutnya secara langsung.

Di sebelah kiri, hamparan pasir putih membentang luas. Pantai ini menggoda siapa saja untuk berjalan dan bersantai di sana. Beberapa rombongan langsung berlarian dan berfoto-foto di hamparan pasir putih tersebut. Meski panas matahari sedang terik-teriknya, kami seolah tak peduli dan larut dalam kecantikan Pantai Parang Ireng.

"Tidak ada sampah di sini, jadi benar-benar bersih. Coba deh, kalau ada model yang foto-foto di sini. Wah, hasilnya pasti bagus," ujar Ivan yang juga asyik foto-foto di Pantai Parang Ireng.

Bagi Anda yang mau datang ke Pantai Parang Ireng, sebaiknya membawa bekal makanan dan minuman. Sebab, di sekitar pantainya tidak ada rumah makan bahkan warung-warung. Hanya semak belukar dan hutan yang lebat.

Sekitar 30 menit, kami kembali lagi ke mobil lalu melanjutkan perjalanan kembali ke penginapan. Sampai berjumpa lagi Pantai Parang Ireng, pantai tiga warna yang akan membuat siapa pun jatuh cinta saat melihatnya.

(ptr/ptr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads