Β
Pulau Senoa merupakan pulau yang terletak bersebelahan dengan Pulau Natuna, jika diukur dari Bandara Ranai, perjalanan menuju pulau ini bisa ditempuh dengan waktu satu jam. Untuk menuju Pulau Senoa, kita harus menuju desa Teluk Baru, yang bisa ditempuh sekitar setengah jam dari Bandara Ranai.
Untuk menuju ke sana, bisa menggunakan perahu nelayan dengan jarak sekitar 20 menit dengan harga Rp 250 ribu per perahu. Satu perahu bisa diisi banyak penumpang jadi ada baiknya ke sana beramai-ramai.
Pulau tidak berpenghuni ini punya banyak kecantikan baik dilihat dari jauh maupun dari dekat. Pasir putihnya yang halus dan beragam jenis terumbu karang menghampar menunggu untuk dinikmati para wisatawan yang melancong ke sana. Dari jauh, pulau ini terlihat rimbun karena banyaknya pepohonan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditengok dari Natuna.org, Kamis (7/11/2013), pulau ini terbentuk karena sebuah legenda. Konon, ada seorang datuk bernama Panglima Hitam yang menikahi anak dari Raja Senubing yaitu Engku Patimah. Meski cantik, wanita ini punya sifat buruk yaitu kikir. Engku Patimah tidak pernah memperbolehkan semua barangnya dipinjam, apalagi diberikan kepada orang lain.
Sifat pelitnya sudah terkenal di seluruh masyarakat. Hingga tibalah saat ia hamil. Waktu kandungannya sudah besar, menjelang 9 bulan, Engku Patimah ditinggal memancing oleh suaminya. Saat malam, ia mendengar suara yang mirip suaminya yang berkata, ia sudah pulang dan membawa ikan.
Mendengar itu, Engku Patimah pun segera membuka pintu karena dianggap suaminya sudah pulang dari mancing. Alangkah terkejutnya saat ia membuka pintu karena tidak ada penampakan suaminya melainkan makhluk besar yang menyeramkan. Tanpa menunggu lama, makhluk ini langsung mencakar perut Engku Patimah hingga di kandungannya tersangkut kuku makhluk tersebut.
Setelah dicakar, Engku Patimah berubah menjadi sebuah pulau yang kini dikenal dengan nama Pulau Senoa. Menurut para tetua setempat, cerita tersebut menunjukkan betapa orang pelit akan mendapat ganjarannya sendiri.
Pulau ini pun masih kental dengan larangan untuk menghindari pamali. Berada di sana, tidak boleh mengucap kata-kata kotor atau kasar. Juga, tidak boleh berperilaku yang tidak pantas.
Meksi begitu, pulau ini sangat cantik untuk dijadikan destinasi wisata terutama bagi traveler yang suka wisata pantai. Di sini, Anda bisa bermain di tepian pantai sepanjang hari, atau snorkeling di perairan sekeliling.
Jika ingin snorkeling, pastikan Anda membawa perlengkapan sendiri karena tidak ada penyewaan di sana. Sedangkan waktu paling pas melancong ke sana adalah saat pagi hari atau sore. Karena pada waktu tersebut, air sedang pasang sehinggaΒ mudah merapat ke tepiannya.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
PDIP Vs PSI Soal Jokowi Jalani Ritual Injak Kepala Kerbau di Lampung
Di Lampung, Jokowi Jalani Tradisi Injak Kepala Kerbau