Kapal Inilah yang Mengantar Turis ke Raja Ampat

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kapal Inilah yang Mengantar Turis ke Raja Ampat

Putri Rizqi Hernasari - detikTravel
Kamis, 14 Nov 2013 10:45 WIB
Kapal Inilah yang Mengantar Turis ke Raja Ampat
Kapal Fajar Indah (Putri/detikTravel)
Waisai -

Mata turis dunia dibuat terpesona keindahan Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat. Tak sedikit turis yang ingin melihat langsung ke sana. Namun sebelum itu, setiap traveler harus mencoba dulu naik kapal yang satu ini.

Sebagai kepulauan, Raja Ampat bisa dikunjungi turis dengan beberapa cara, yakni udara dan laut. Raja Ampat pun akan segera memiliki bandara sendiri yang diperkirakan selesai akhir tahun ini.

Namun, itu bukan berarti turis akan kesusahan untuk mencapai Raja Ampat. Traveler yang berasal dari luar kota tetap bisa mengunjungi destinasi cantik ini, hanya saja dengan beberapa jalur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Contohnya detikTravel yang beberapa waktu lalu mengunjungi Raja Ampat. Berangkat dari Jakarta, saya dan rombongan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggunakan pesawat terbang menuju Sorong.

Ya, Sorong adalah kota tujuan pertama. Hampir seluruh turis yang ingin menuju Raja Ampat akan transit terlebih dahulu di sini. Baru setelah itu melanjutkan perjalanan ke Waisai, ibukota Kabupaten Raja Ampat menggunakan kapal feri Fajar Indah.

Setibanya di Pelabuhan Sorong, sebuah kapal feri besar telah menanti kedatangan kami. Kesibukan terlihat jelas di sekitar kapal. Tak peduli panas yang sangat menyengat, para ABK tetap sibuk mengatur barang dan penumpang yang akan masuk.

Menurut penduduk setempat, ada beberapa kelas yang ditawarkan kapal ini. Beberapa di antaranya kelas ekonomi, bisnis dan VIP.

Berbekal tiket, saya dan teman-teman masuk ke dalam. Kebetulan tiket yang kami pegang untuk kelas VIP. Udara dingin langsung menyentuh kulit begitu tiba di dalam kapal. Tanpa ragu, saya pun langsung mencari bangku dan duduk dengan tenang.

Sebuah televisi ukuran besar kira-kira 60 inchi terpampang di hadapan. Sebuah film pun diputar dan tampil di layar kaca. Nyaman betul kapal ini.

Sambil duduk dan menunggu waktu kapal berlayar, saya menyapu pandangan ke sekitar. Udara sejuk di dalam ruangan ternyata berasal dari dua buah AC berdiri yang cukup besar. Beruntunglah saya karena mendapat kursi yang letaknya tak jauh dari AC.

Setelah menunggu setengah jam, barulah kapal menunjukkan tanda-tanda akan berlayar. Tayangan film terus berlanjut. Perjalanan 2 jam menuju Waisai pun ditemani dengan film dalam televisi layar besar, lengkap dengan sound system yang stereo. Asyik!

(ptr/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads