Ruangan berdinding kaca mirip akuarium ini menyita perhatian pasien dan pengantarnya yang wara wiri di RS Mata Cicendo, Jalan Cicendo, Kota Bandung. Lirikan mata tertuju kepada benda-benda terpajang rapi pada display di dalam ruangan. Di pintu masuk tertera tulisan 'Museum Mata'.
RS Mata Cicendo salah satu rumah sakit berusia tua di Bandung. Lokasinya tak jauh dari rumah dinas Gubernur Jabar atau dikenal Gedung Pakuan. Hanya berjarak sekitar 500 meter dari Stasiun Kereta Api Bandung
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai bentuk pengabdian, puluhan alat medis penunjang kerja dokter mengobati pasien selama ini diabadikan di Museum Mata. "Banyak alat medis tak terpakai. Sayang juga kalau dilelang. Akhirnya dikumpulkan, lalu dikemas dan dipajang menjadi museum," ucap Direktur Utama RS Cicendo Hikmat Wangsaatmadja kepada wartawan di RS Cicendo, Rabu (18/12/2013).
Sebenarnya sudah tak terhitung ragam bentuk peralatan medis yang menemani kiprah RS Cicendo sepanjang seratusan tahun. Seiring poros bumi berputar, peralatan medis lebih canggih tercipta. Mau tak mau manajemen mesti membuntuti zaman, perlatan lama pun diganti dengan tampilan modern dan serba digital. Peralatan medis usang itu menumpuk tak terpakai.
Jangan lupakan sejarah, sepertinya diterapkan RS Cicendo. Maka tercetuslah ide memanfaatkan peralatan medis lama itu menjadi saksi histori dengan cara dimuseumkan.
"Sejak dua tahun terakhir peralatan medis itu dikemas dengan konsep museum. Saat ini alat-alatnya dipajang di Museum Mata yang berada di lantai satu," jelas Hikmat.
Sebenarnya, sambung Hikmat, alat-alat medis tak terpakai itu pernah 'menginap' di lantai tiga RS Cicendo beberapa tahun lalu. Konsep museum sudah terpikir waktu itu. Namun baru diseriuskan dua tahun terakhir dengan memindahkan peralatan ke lantai satu di ruangan khusus yang diberi nama Museum Mata. Letak museum berada di area lobi.
"Peralatan ini ada milik rumah sakit, ada juga sebagiannya milik pribadi para dokter yang pernah bekerja di RS Cicendo," tutur Hikmat.
Peralatan medis yang tersimpan di Museum Mata antara lain perimetri, trial lens, mesin fakoemulfisikasi, spekulum mata, foto cine centrum, proyektor auto chart, dan lensometer. Umumnya konsep museum, peralatan-peralatan medis di tempat ini terpampang nama alat, tahun pembuatan, dan penjelasan fungsi atau kegunaan alat.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Duh, Jembatan Ikonik Suramadu Jadi Sasaran Pencurian, 480 Kg Besi Raib
Lagi, Finlandia Dinobatkan Jadi Negara Paling Bahagia Sejagat
DPR Pertanyakan Harga Tiket Pesawat Mahal Jelang Lebaran, Aneh Bin Ajaib