5 Museum Ini Paling Disuka Wisatawan, Lho!
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

detikTravel Reader's Choice 2013

5 Museum Ini Paling Disuka Wisatawan, Lho!

- detikTravel
Kamis, 30 Jan 2014 13:50 WIB
5 Museum Ini Paling Disuka Wisatawan, Lho!
(Putri/detikTravel)
Jakarta - Liburan tak melulu ke tempat rekreasi. Museum yang menyimpan banyak benda sejarah juga bisa jadi lokasi jalan-jalan. Di Indonesia, ada 5 museum favorit yang bisa Anda kunjungi saat liburan panjang nanti.

Pada 20 Desember 2013 hingga 15 Januari 2014 lalu, detikTravel mengadakan survei mengenai aneka destinasi favorit di Indonesia. Sekitar 3.970 pembaca ikut serta dalam survei ini.

Beberapa kategori dikeluarkan termasuk museum. Ada 5 museum yang paling banyak dipilih traveler. Siapa tahu, salah satunya bisa jadi tujuan mengisi liburan Anda kali ini:


(Putri/detikTravel)

1. Museum Nasional (37%)

(Putri/detikTravel)
Museum favorit pertama di Indonesia ternyata ada di Jl Medan Merdeka Barat, yakni Museum Nasional. Museum berlantai 4 ini mendapat poling sebesar 1.459 atau 37%. Memiliki patung gajah di bagian di depan, tak sedikit wisatawan yang mengenalnya sebagai Museum Gajah.

Masuk ke dalam, turis dihadapkan dengan beberapa ruangan yang menjelaskan tema tertentu. Misalnya, salah satu ruangan berisi tentang sejarah manusia, ada pula skema yang menggambarkan evolusi manusia versi Charles Darwin.

Naik ke lantai atas, wisatawan akan bisa melihat harta karun Tek Sing. Ini adalah barang berharga yang berasal dari kapal Tek Sing milik China yang tenggelam di perairan Bangka Belitung tahun 1882 silam.

Datang ke Museum Nasional, Anda harus membuang jauh-jauh pikiran museum yang gelap dan merupakan bangunan tua. Museum Nasional telah mengalami renovasi dan setiap lantai dilengkapi AC, lift dan juga eskalator. Asyik kan?

1. Museum Nasional (37%)

(Putri/detikTravel)
Museum favorit pertama di Indonesia ternyata ada di Jl Medan Merdeka Barat, yakni Museum Nasional. Museum berlantai 4 ini mendapat poling sebesar 1.459 atau 37%. Memiliki patung gajah di bagian di depan, tak sedikit wisatawan yang mengenalnya sebagai Museum Gajah.

Masuk ke dalam, turis dihadapkan dengan beberapa ruangan yang menjelaskan tema tertentu. Misalnya, salah satu ruangan berisi tentang sejarah manusia, ada pula skema yang menggambarkan evolusi manusia versi Charles Darwin.

Naik ke lantai atas, wisatawan akan bisa melihat harta karun Tek Sing. Ini adalah barang berharga yang berasal dari kapal Tek Sing milik China yang tenggelam di perairan Bangka Belitung tahun 1882 silam.

Datang ke Museum Nasional, Anda harus membuang jauh-jauh pikiran museum yang gelap dan merupakan bangunan tua. Museum Nasional telah mengalami renovasi dan setiap lantai dilengkapi AC, lift dan juga eskalator. Asyik kan?

2. Museum Fatahillah (31%)

(Putri/detikTravel)
Kalau ingin tahu sejarah Kota Jakarta, Museum Fatahillah tempatnya. Museum yang berada di kawasan Kota tua ini dibangun sejak abad 17. Menurut sejarah, Museum ini dulunya penjara. Mereka yang dianggap melakukan pelanggaran hukum akan dipenjara dan disiksa di sana. Tak heran ada tiang hukuman gantung di museum ini.

Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta, memamerkan koleksi guci, lukisan dan berbagai benda peninggalan Belanda. Selain itu, terdapat pula foto-foto Jakarta tempo dulu, lengkap dengan orang-orang yang pernah memimpin Jakarta. Seluruh koleksi ini terbagi atas beberapa ruangan, yakni Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung, dan Ruang MH Thamrin.

Namun dari semua benda yang tersimpan di Museum Fatahillah, yang paling menarik perhatian turis tentu keberadaan Meriam Si Jagur. Meriam Si Jagur berdiri gagah di tengah-tengah taman belakang museum.

Keistimewaan Meriam Si Jagur sendiri berada pada bagian belakang meriam, yaitu berbentuk tangan dengan gelang, lengkap dengan bordir di sekelilingnya, serta posisi ibu jari yang diapit antara telunjuk dan jari tengah. Inilah yang konon dipercaya sebagai lambang kesuburan. Karena keunikan inilah, Museum Nasional mendapat suara 1.459 atau 31%.

2. Museum Fatahillah (31%)

(Putri/detikTravel)
Kalau ingin tahu sejarah Kota Jakarta, Museum Fatahillah tempatnya. Museum yang berada di kawasan Kota tua ini dibangun sejak abad 17. Menurut sejarah, Museum ini dulunya penjara. Mereka yang dianggap melakukan pelanggaran hukum akan dipenjara dan disiksa di sana. Tak heran ada tiang hukuman gantung di museum ini.

Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta, memamerkan koleksi guci, lukisan dan berbagai benda peninggalan Belanda. Selain itu, terdapat pula foto-foto Jakarta tempo dulu, lengkap dengan orang-orang yang pernah memimpin Jakarta. Seluruh koleksi ini terbagi atas beberapa ruangan, yakni Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung, dan Ruang MH Thamrin.

Namun dari semua benda yang tersimpan di Museum Fatahillah, yang paling menarik perhatian turis tentu keberadaan Meriam Si Jagur. Meriam Si Jagur berdiri gagah di tengah-tengah taman belakang museum.

Keistimewaan Meriam Si Jagur sendiri berada pada bagian belakang meriam, yaitu berbentuk tangan dengan gelang, lengkap dengan bordir di sekelilingnya, serta posisi ibu jari yang diapit antara telunjuk dan jari tengah. Inilah yang konon dipercaya sebagai lambang kesuburan. Karena keunikan inilah, Museum Nasional mendapat suara 1.459 atau 31%.

3. Museum Bank Indonesia (16%)

(Putri/detikTravel)
Masih berada di Kota Tua, museum favorit keren ke-3 adalah Museum Bank Indonesia dengan poling sebesar 648 suara atau 16%. Letaknya tak jauh dari Museum Fatahillah dan bisa dicapai hanya dengan jalan kaki.

Museum ini menyajikan berbagai informasi mengenai peran Bank Indonesia. Meski menceritakan sejarah, museum ini tidak akan membosankan bagi traveler karena semua informasi disajikan secara modern dan menarik.

Salah satunya seperti yang terlihat dalam diorama lambang Bank Indonesia. Diorama ini menjelaskan bagaimana transformasi logo Bank Indonesia, mulai dari awal pendirian hingga saat ini.

3. Museum Bank Indonesia (16%)

(Putri/detikTravel)
Masih berada di Kota Tua, museum favorit keren ke-3 adalah Museum Bank Indonesia dengan poling sebesar 648 suara atau 16%. Letaknya tak jauh dari Museum Fatahillah dan bisa dicapai hanya dengan jalan kaki.

Museum ini menyajikan berbagai informasi mengenai peran Bank Indonesia. Meski menceritakan sejarah, museum ini tidak akan membosankan bagi traveler karena semua informasi disajikan secara modern dan menarik.

Salah satunya seperti yang terlihat dalam diorama lambang Bank Indonesia. Diorama ini menjelaskan bagaimana transformasi logo Bank Indonesia, mulai dari awal pendirian hingga saat ini.

4. Museum Tsunami Aceh (11%)

(Triono/detikTravel)
Tragedi Tsunami tahun 2004 telah menorehkan luka mendalam di seluruh hati penduduk dunia, Indonesia, khususnya Aceh. Untuk mengenang tragedi tersebut, sebuah museum dibuat di Banda Aceh, Museum Tsunami Aceh namanya. Museum ini merangkum seluruh momen menegangkan yang terjadi di Aceh saat Tsunami datang.

Museum Tsunami Aceh menempati bangunan 4 lantai dengan luas 2.500 m2. Wisatawan yang masuk akan diminta masuk ke lorong yang hanya diterangi cahaya dari luar, persis dari ketinggian 40 meter. Jerit ketakutan mulai muncul saat air mengucur deras di tembok kanan dan kiri lorong. Sesekali, air itu memercik ke kepala dan tubuh para pengunjung. Lantunan ayat Al Qur'an menggema jelas. Suaranya memenuhi lorong gelap, masuk jauh ke dalam sanubari. Siapa pun pasti tersentuh dibuatnya.

Meski berisi tentang kisah pilu selama Tsunami, dari luar bangunan museum ini justru terlihat modern dan jauh dari kesan suram. Museum Tsunami Aceh berdiri di atas bangunan dengan desain minimalis. Karena itu semua, tak sedikit traveler yang memilihnya sebagai museum favorit dan mendapat 438 suara atau 11%.

4. Museum Tsunami Aceh (11%)

(Triono/detikTravel)
Tragedi Tsunami tahun 2004 telah menorehkan luka mendalam di seluruh hati penduduk dunia, Indonesia, khususnya Aceh. Untuk mengenang tragedi tersebut, sebuah museum dibuat di Banda Aceh, Museum Tsunami Aceh namanya. Museum ini merangkum seluruh momen menegangkan yang terjadi di Aceh saat Tsunami datang.

Museum Tsunami Aceh menempati bangunan 4 lantai dengan luas 2.500 m2. Wisatawan yang masuk akan diminta masuk ke lorong yang hanya diterangi cahaya dari luar, persis dari ketinggian 40 meter. Jerit ketakutan mulai muncul saat air mengucur deras di tembok kanan dan kiri lorong. Sesekali, air itu memercik ke kepala dan tubuh para pengunjung. Lantunan ayat Al Qur'an menggema jelas. Suaranya memenuhi lorong gelap, masuk jauh ke dalam sanubari. Siapa pun pasti tersentuh dibuatnya.

Meski berisi tentang kisah pilu selama Tsunami, dari luar bangunan museum ini justru terlihat modern dan jauh dari kesan suram. Museum Tsunami Aceh berdiri di atas bangunan dengan desain minimalis. Karena itu semua, tak sedikit traveler yang memilihnya sebagai museum favorit dan mendapat 438 suara atau 11%.

5. Museum Ullen Sentalu (5%)

(Desi Dwistratanti Sumadio/d'Traveler)
Museum Ullen Sentalu di Kaliurang, DIY juga masuk sebagai museum favorit di Indonesia dengan poling sebesar 206 suara atau 5%. Terletak di Boyong, Kaliurang, Museum Ulen Sentalu menyajikan pengetahuan tentang seni dan budaya Jawa dengan cara yang berbeda.

Ada beberapa ruang di dalam museum ini, seperti Ruang Selamat Datang. Ruangan ini sarat dengan unsur kayu dan batu. Di sini terdapat tulisan tentang latar belakang pembuatan Ullen Sentalu, serta arca Dewi Sri yang dipercaya sebagai dewi kesuburan.

Ruangan lain adalah Guwa Sela Giri. Ini adalah ruang pamer yang dibangun di bawah tanah berupa lorong panjang. Di sisi kanan-kirinya, berjejer lukisan dan foto para tokoh dari 4 keraton Kerajaan Mataram. Ruangan lain adalah Ruang Syair, tempat kumpulan syair yang ditulis putri Sunan Surakarta.

Ruangan selanjutnya adalah Royal Room Ratu Mas. Ruangan ini khusus dipersembahkan untuk Ratu Mas, permaisuri Sunan Pakubuwono X. Terdapat lukisan Ratu Mas, foto-foto bersama Sunan dan putrinya, serta berbagai pernak-pernik kelengkapan beliau seperti kain batik dan aksesori. Jadi, kapan giliran Anda ke Museum Ullen Sentalu?

5. Museum Ullen Sentalu (5%)

(Desi Dwistratanti Sumadio/d'Traveler)
Museum Ullen Sentalu di Kaliurang, DIY juga masuk sebagai museum favorit di Indonesia dengan poling sebesar 206 suara atau 5%. Terletak di Boyong, Kaliurang, Museum Ulen Sentalu menyajikan pengetahuan tentang seni dan budaya Jawa dengan cara yang berbeda.

Ada beberapa ruang di dalam museum ini, seperti Ruang Selamat Datang. Ruangan ini sarat dengan unsur kayu dan batu. Di sini terdapat tulisan tentang latar belakang pembuatan Ullen Sentalu, serta arca Dewi Sri yang dipercaya sebagai dewi kesuburan.

Ruangan lain adalah Guwa Sela Giri. Ini adalah ruang pamer yang dibangun di bawah tanah berupa lorong panjang. Di sisi kanan-kirinya, berjejer lukisan dan foto para tokoh dari 4 keraton Kerajaan Mataram. Ruangan lain adalah Ruang Syair, tempat kumpulan syair yang ditulis putri Sunan Surakarta.

Ruangan selanjutnya adalah Royal Room Ratu Mas. Ruangan ini khusus dipersembahkan untuk Ratu Mas, permaisuri Sunan Pakubuwono X. Terdapat lukisan Ratu Mas, foto-foto bersama Sunan dan putrinya, serta berbagai pernak-pernik kelengkapan beliau seperti kain batik dan aksesori. Jadi, kapan giliran Anda ke Museum Ullen Sentalu?
Halaman 2 dari 12
Museum favorit pertama di Indonesia ternyata ada di Jl Medan Merdeka Barat, yakni Museum Nasional. Museum berlantai 4 ini mendapat poling sebesar 1.459 atau 37%. Memiliki patung gajah di bagian di depan, tak sedikit wisatawan yang mengenalnya sebagai Museum Gajah.

Masuk ke dalam, turis dihadapkan dengan beberapa ruangan yang menjelaskan tema tertentu. Misalnya, salah satu ruangan berisi tentang sejarah manusia, ada pula skema yang menggambarkan evolusi manusia versi Charles Darwin.

Naik ke lantai atas, wisatawan akan bisa melihat harta karun Tek Sing. Ini adalah barang berharga yang berasal dari kapal Tek Sing milik China yang tenggelam di perairan Bangka Belitung tahun 1882 silam.

Datang ke Museum Nasional, Anda harus membuang jauh-jauh pikiran museum yang gelap dan merupakan bangunan tua. Museum Nasional telah mengalami renovasi dan setiap lantai dilengkapi AC, lift dan juga eskalator. Asyik kan?

Museum favorit pertama di Indonesia ternyata ada di Jl Medan Merdeka Barat, yakni Museum Nasional. Museum berlantai 4 ini mendapat poling sebesar 1.459 atau 37%. Memiliki patung gajah di bagian di depan, tak sedikit wisatawan yang mengenalnya sebagai Museum Gajah.

Masuk ke dalam, turis dihadapkan dengan beberapa ruangan yang menjelaskan tema tertentu. Misalnya, salah satu ruangan berisi tentang sejarah manusia, ada pula skema yang menggambarkan evolusi manusia versi Charles Darwin.

Naik ke lantai atas, wisatawan akan bisa melihat harta karun Tek Sing. Ini adalah barang berharga yang berasal dari kapal Tek Sing milik China yang tenggelam di perairan Bangka Belitung tahun 1882 silam.

Datang ke Museum Nasional, Anda harus membuang jauh-jauh pikiran museum yang gelap dan merupakan bangunan tua. Museum Nasional telah mengalami renovasi dan setiap lantai dilengkapi AC, lift dan juga eskalator. Asyik kan?

Kalau ingin tahu sejarah Kota Jakarta, Museum Fatahillah tempatnya. Museum yang berada di kawasan Kota tua ini dibangun sejak abad 17. Menurut sejarah, Museum ini dulunya penjara. Mereka yang dianggap melakukan pelanggaran hukum akan dipenjara dan disiksa di sana. Tak heran ada tiang hukuman gantung di museum ini.

Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta, memamerkan koleksi guci, lukisan dan berbagai benda peninggalan Belanda. Selain itu, terdapat pula foto-foto Jakarta tempo dulu, lengkap dengan orang-orang yang pernah memimpin Jakarta. Seluruh koleksi ini terbagi atas beberapa ruangan, yakni Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung, dan Ruang MH Thamrin.

Namun dari semua benda yang tersimpan di Museum Fatahillah, yang paling menarik perhatian turis tentu keberadaan Meriam Si Jagur. Meriam Si Jagur berdiri gagah di tengah-tengah taman belakang museum.

Keistimewaan Meriam Si Jagur sendiri berada pada bagian belakang meriam, yaitu berbentuk tangan dengan gelang, lengkap dengan bordir di sekelilingnya, serta posisi ibu jari yang diapit antara telunjuk dan jari tengah. Inilah yang konon dipercaya sebagai lambang kesuburan. Karena keunikan inilah, Museum Nasional mendapat suara 1.459 atau 31%.

Kalau ingin tahu sejarah Kota Jakarta, Museum Fatahillah tempatnya. Museum yang berada di kawasan Kota tua ini dibangun sejak abad 17. Menurut sejarah, Museum ini dulunya penjara. Mereka yang dianggap melakukan pelanggaran hukum akan dipenjara dan disiksa di sana. Tak heran ada tiang hukuman gantung di museum ini.

Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta, memamerkan koleksi guci, lukisan dan berbagai benda peninggalan Belanda. Selain itu, terdapat pula foto-foto Jakarta tempo dulu, lengkap dengan orang-orang yang pernah memimpin Jakarta. Seluruh koleksi ini terbagi atas beberapa ruangan, yakni Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung, dan Ruang MH Thamrin.

Namun dari semua benda yang tersimpan di Museum Fatahillah, yang paling menarik perhatian turis tentu keberadaan Meriam Si Jagur. Meriam Si Jagur berdiri gagah di tengah-tengah taman belakang museum.

Keistimewaan Meriam Si Jagur sendiri berada pada bagian belakang meriam, yaitu berbentuk tangan dengan gelang, lengkap dengan bordir di sekelilingnya, serta posisi ibu jari yang diapit antara telunjuk dan jari tengah. Inilah yang konon dipercaya sebagai lambang kesuburan. Karena keunikan inilah, Museum Nasional mendapat suara 1.459 atau 31%.

Masih berada di Kota Tua, museum favorit keren ke-3 adalah Museum Bank Indonesia dengan poling sebesar 648 suara atau 16%. Letaknya tak jauh dari Museum Fatahillah dan bisa dicapai hanya dengan jalan kaki.

Museum ini menyajikan berbagai informasi mengenai peran Bank Indonesia. Meski menceritakan sejarah, museum ini tidak akan membosankan bagi traveler karena semua informasi disajikan secara modern dan menarik.

Salah satunya seperti yang terlihat dalam diorama lambang Bank Indonesia. Diorama ini menjelaskan bagaimana transformasi logo Bank Indonesia, mulai dari awal pendirian hingga saat ini.

Masih berada di Kota Tua, museum favorit keren ke-3 adalah Museum Bank Indonesia dengan poling sebesar 648 suara atau 16%. Letaknya tak jauh dari Museum Fatahillah dan bisa dicapai hanya dengan jalan kaki.

Museum ini menyajikan berbagai informasi mengenai peran Bank Indonesia. Meski menceritakan sejarah, museum ini tidak akan membosankan bagi traveler karena semua informasi disajikan secara modern dan menarik.

Salah satunya seperti yang terlihat dalam diorama lambang Bank Indonesia. Diorama ini menjelaskan bagaimana transformasi logo Bank Indonesia, mulai dari awal pendirian hingga saat ini.

Tragedi Tsunami tahun 2004 telah menorehkan luka mendalam di seluruh hati penduduk dunia, Indonesia, khususnya Aceh. Untuk mengenang tragedi tersebut, sebuah museum dibuat di Banda Aceh, Museum Tsunami Aceh namanya. Museum ini merangkum seluruh momen menegangkan yang terjadi di Aceh saat Tsunami datang.

Museum Tsunami Aceh menempati bangunan 4 lantai dengan luas 2.500 m2. Wisatawan yang masuk akan diminta masuk ke lorong yang hanya diterangi cahaya dari luar, persis dari ketinggian 40 meter. Jerit ketakutan mulai muncul saat air mengucur deras di tembok kanan dan kiri lorong. Sesekali, air itu memercik ke kepala dan tubuh para pengunjung. Lantunan ayat Al Qur'an menggema jelas. Suaranya memenuhi lorong gelap, masuk jauh ke dalam sanubari. Siapa pun pasti tersentuh dibuatnya.

Meski berisi tentang kisah pilu selama Tsunami, dari luar bangunan museum ini justru terlihat modern dan jauh dari kesan suram. Museum Tsunami Aceh berdiri di atas bangunan dengan desain minimalis. Karena itu semua, tak sedikit traveler yang memilihnya sebagai museum favorit dan mendapat 438 suara atau 11%.

Tragedi Tsunami tahun 2004 telah menorehkan luka mendalam di seluruh hati penduduk dunia, Indonesia, khususnya Aceh. Untuk mengenang tragedi tersebut, sebuah museum dibuat di Banda Aceh, Museum Tsunami Aceh namanya. Museum ini merangkum seluruh momen menegangkan yang terjadi di Aceh saat Tsunami datang.

Museum Tsunami Aceh menempati bangunan 4 lantai dengan luas 2.500 m2. Wisatawan yang masuk akan diminta masuk ke lorong yang hanya diterangi cahaya dari luar, persis dari ketinggian 40 meter. Jerit ketakutan mulai muncul saat air mengucur deras di tembok kanan dan kiri lorong. Sesekali, air itu memercik ke kepala dan tubuh para pengunjung. Lantunan ayat Al Qur'an menggema jelas. Suaranya memenuhi lorong gelap, masuk jauh ke dalam sanubari. Siapa pun pasti tersentuh dibuatnya.

Meski berisi tentang kisah pilu selama Tsunami, dari luar bangunan museum ini justru terlihat modern dan jauh dari kesan suram. Museum Tsunami Aceh berdiri di atas bangunan dengan desain minimalis. Karena itu semua, tak sedikit traveler yang memilihnya sebagai museum favorit dan mendapat 438 suara atau 11%.

Museum Ullen Sentalu di Kaliurang, DIY juga masuk sebagai museum favorit di Indonesia dengan poling sebesar 206 suara atau 5%. Terletak di Boyong, Kaliurang, Museum Ulen Sentalu menyajikan pengetahuan tentang seni dan budaya Jawa dengan cara yang berbeda.

Ada beberapa ruang di dalam museum ini, seperti Ruang Selamat Datang. Ruangan ini sarat dengan unsur kayu dan batu. Di sini terdapat tulisan tentang latar belakang pembuatan Ullen Sentalu, serta arca Dewi Sri yang dipercaya sebagai dewi kesuburan.

Ruangan lain adalah Guwa Sela Giri. Ini adalah ruang pamer yang dibangun di bawah tanah berupa lorong panjang. Di sisi kanan-kirinya, berjejer lukisan dan foto para tokoh dari 4 keraton Kerajaan Mataram. Ruangan lain adalah Ruang Syair, tempat kumpulan syair yang ditulis putri Sunan Surakarta.

Ruangan selanjutnya adalah Royal Room Ratu Mas. Ruangan ini khusus dipersembahkan untuk Ratu Mas, permaisuri Sunan Pakubuwono X. Terdapat lukisan Ratu Mas, foto-foto bersama Sunan dan putrinya, serta berbagai pernak-pernik kelengkapan beliau seperti kain batik dan aksesori. Jadi, kapan giliran Anda ke Museum Ullen Sentalu?

Museum Ullen Sentalu di Kaliurang, DIY juga masuk sebagai museum favorit di Indonesia dengan poling sebesar 206 suara atau 5%. Terletak di Boyong, Kaliurang, Museum Ulen Sentalu menyajikan pengetahuan tentang seni dan budaya Jawa dengan cara yang berbeda.

Ada beberapa ruang di dalam museum ini, seperti Ruang Selamat Datang. Ruangan ini sarat dengan unsur kayu dan batu. Di sini terdapat tulisan tentang latar belakang pembuatan Ullen Sentalu, serta arca Dewi Sri yang dipercaya sebagai dewi kesuburan.

Ruangan lain adalah Guwa Sela Giri. Ini adalah ruang pamer yang dibangun di bawah tanah berupa lorong panjang. Di sisi kanan-kirinya, berjejer lukisan dan foto para tokoh dari 4 keraton Kerajaan Mataram. Ruangan lain adalah Ruang Syair, tempat kumpulan syair yang ditulis putri Sunan Surakarta.

Ruangan selanjutnya adalah Royal Room Ratu Mas. Ruangan ini khusus dipersembahkan untuk Ratu Mas, permaisuri Sunan Pakubuwono X. Terdapat lukisan Ratu Mas, foto-foto bersama Sunan dan putrinya, serta berbagai pernak-pernik kelengkapan beliau seperti kain batik dan aksesori. Jadi, kapan giliran Anda ke Museum Ullen Sentalu?

(sst/sst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads