Siapa yang tak tahu Museum Nasional? Museum ini berada di Jl Medan Merdeka Barat No 12, Jakarta dan berlokasi strategis. Di depan museumnya ada Monas dan jaraknya tak jauh dari Stasiun Gambir. Soal transportasi, Anda bisa naik bus TransJ dengan turun di Halte Monas lalu tinggal menyeberang jalan.
Pada 20 Desember 2013-15 Januari 2014 lalu, detikTravel mengadakan survei detikTravel Reader's Choice. Sekitar 3.970 responden ikut serta dalam survei yang terdiri dari beberapa kategori, termasuk kategori museum favorit salah satunya. Museum Nasional jadi yang paling favorit oleh pembaca detikTravel dan mendapat 1.459 responden atau sekitar 37%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiket masuk yang murah dan lokasi yang strategis, bisa jadi alasan bagi pembaca dalam memilih Museum Nasional. Tapi lebih dari itu, mari kita mengulik isi bagian dalam museumnya.
Menurut situs resmi pariwisata Indonesia, Senin (10/2/2014) Museum Nasional memiliki 141.899 benda koleksi, terdiri atas 7 jenis koleksi yaitu prasejarah, arkeologi, keramik, numistik-heraldik, sejarah, etnografi dan geografi. Itu artinya, wawasan Anda tentang sejarah bangsa Indonesia tersedia lengkap di Museum Nasional.
Dengan banyaknya koleksi, mungkin Anda tak puas menjelajahi Museum Nasional dalam satu hari. Dari benda-benda prasejarah saja, terdapat artefak, fosil, menhir, arca-arca kuno, prasasti, barang kerajinan dan senjata purba yang berasal dari berbagai pelosok Indonesia.
Koleksi-koleksinya memang mampu membuat mulut traveler menganga. Di sana terdapat Patung Bhairawapatung dengan tinggi 414 cm dan paling tersohor. Patung ini merupakan perwujudan Buddhisatwa (pancaran Buddha) di bumi yang ditemukan di Padang Roco, Sumbar pada abad 13-14.
Kalau mau melihat harta karun, naiklah ke lantai paling atas di gedung baru museum. Di sana terdapat sebagian dari harta karun Tek Sing yaitu barang-barang berharga berasal dari kapal Tek Sing milik China yang tenggelam di perairan Bangka Belitung tahun 1822 silam.
Ada lebih dari 1 juta potong keramik, meriam, barang kuningan dan perungu, jam saku, wadah tinta, dudukan lilin, pisau lipat, uang dan lainnya. Jika dinilai dengan uang, harga Tek Sing tersebut mencapai USD 30 juta atau sekitar Rp 32 milyar.
Satu artikel juga tampaknya tidak bakal habis mengupas isi dari Museum Nasional ini, yang sudah dibangun sejak tahun 1868 oleh Persatuan Kesenian dan Ilmu Pengetahuan Batavia. Tapi kita boleh bangga, museum yang di depannya memiliki patung gajah ini adalah museum pertama di Asia Tenggara.
Selamat menyelami samudera ilmu dan melintasi waktu berabad-abad lalu di Museum Nasional. Yuk, ke museum!
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Viral Baling-Baling Pesawat Diikat Cable Tie, Wings Air Buka Suara
Setuju atau Tidak Bandara Husein & Adisutjipto Dibuka Lagi?
Momen Langka! Induk Harimau Sumatra Melahirkan 4 Anak Sekaligus di Prigen