Saat detikTravel berkunjung ke Danau Tolire Besar, Ternate pada Sabtu dua pekan lalu, danau ini terlihat bak mangkuk raksasa, yang sekelilingnya ditumbuhi hutan lebat. Air danau yang memantulkan warna hijau sangat tenang dan
sama sekali tak berkecipak.
Danau itu tampak sangat perawan, tak ada kegiatan manusia satu pun seperti berenang atau memancing. Konon, danau itu dihuni oleh siluman buaya putih yang sesekali menampakkan diri.
Namun penampakan buaya putih itu pernah dilihat Rusli Ahmad, Manajemen Intern Departemen Komunikasi BI yang berasal dari Ternate. Rusli melihat buaya putih itu bersama anaknya saat mengunjungi Danau Tolire Besar, dua tahun lalu.
"Saat itu anak saya membawa kamera dan sedang memotret danau. Tiba-tiba saya muncul punuknya, kemudian moncong hingga ekornya. Dijepret berkali-kali. Saya juga lihat, dari tengah danau sampai ke pinggir sini," kata Rusli yang menyimpan dokumentasi penampakan buaya putih ini.
Buaya putih ini juga dibenarkan oleh seorang ibu penjual jagung bakar di lokasi wisata Danau Tolire. "Ya memang ada buayanya," kata ibu penjual jagung bakar itu.
Hal itu menjelaskan mengapa tak ada kegiatan manusia di bawah danau itu, selain medannya yang terjal ke bawah. Sehingga, wisatawan hanya menikmati Danau Tolire Besar dari ketinggian saja.
Anak-anak penjual batu di sekitar danau, Puang (8), Puput (7) dan Al (5) juga pernah melihat buaya putih itu. Mereka menjual batu untuk dilempar ke tengah danau yang konon tak pernah sampai ke permukaan air danau.
"Ambil batunya dari pantai," kata Puput yang menjual 5 batu seharga Rp 2 ribu.
Beberapa orang, termasuk detikTravel mencoba melempar batu, sekuat tenaga. Benar saja, tak ada batu yang mencapai permukaan air danau.
Mungkin jarak dari atas pinggir danau hingga mencapai permukaan danau terlalu jauh, sehingga batu yang dilempar jatuh karena gravitasi lebih dulu sebelum mencapai danau.
Tapi, meski diselimuti mitos buaya putih, Danau Tolire ini menjadi habitat terbaik burung-burung di Ternate. Ada puluhan spesies burung di sekitar danau, mulai dari Kakak Tua, berbagai jenis elang, Sriganti, Kuntul dan sebagainya. Maka meneropong keindahan burung menjadi aktivitas menarik selain mengamati keindahan pemandangannya.
(aff/aff)










































