Debur ombak terdengar sangat dekat. Sudah pukul 18.30 WITA, matahari perlahan terganti gugusan bintang. Beberapa peselancar dan turis asing yang berenang di Pantai Nusa Dua, Bali mulai keluar dari air. Mengambil handuk, kemudian menghampiri restoran yang terletak persis di tepi pantai.
Cahaya kuning mendominasi restoran itu. Tak hanya lampu, tapi juga obor dan api unggun. Seorang turis yang masih berada luar restoran tampak menganga, melihat bagian dalam restoran: kapal bajak laut ukuran besar.
Inilah Pirates Bay, tempat makan dan lokasi outdoor activity bertema bajak laut pertama di Indonesia. Saya pun mengikuti langkahnya masuk dalam tempat unik milik Caldera Indonesia tersebut.
Voila! Saya serasa mengalami time-travel ke Karibia di masa lampau, pesisir pantai tempat para bajak laut berpesta. Sebuah kapal besar berdiri di atas pasir, lengkap dengan dekorasi ala bajak laut. Tenda dan api unggun tersebar di banyak tempat.
Mata saya 'jelalatan' ke berbagai arah. Dua rumah pohon bertengger apik di ketinggian. Suara tawa anak-anak mulai terdengar, beberapa turis asing tampak bercengkerama di tenda terbuka penuh bantal empuk.
"Pirates Bay memang tak sekadar restoran. Bisa juga untuk outdoor activities dan team building, termasuk wedding dan pre-wedding," tutur Benyta Karina Kusumawardhani, Guest Relation Officer Pirates Bay Bali kepada detikTravel beberapa waktu lalu.
Konsep Pirates Bay memang berbeda dengan beberapa restoran di kawasan Nusa Dua. Mayoritas restoran itu terkesan mewah dan bergaya konvensional, sehingga untuk makan pun traveler ditutut rapi. Tapi lain halnya dengan Pirates Bay, backpacker pun gemar berlama-lama di sana!
"Kita punya shower room, toilet, juga tenda untuk istirahat. Banyak lho backpacker yang datang, beli minuman, surfing, kemudian balik lagi dan tidur seharian di tenda!" tambah Benyta.
Ini membuktikan Pirates Bay adalah tipe tempat yang digemari wisatawan mancanegara. Benyta menyebutkan, 70% pengunjung Pirates Bay memang adalah turis asing terutama Australia. Betapa tidak, restoran luar ruangan ini menyediakan beragam aktivitas mulai dari api unggun, team building untuk korporat, sampai treasure hunt untuk anak-anak.
"Treasure Hunt sangat cocok untuk keluarga. Anak-anak akan mencari harta karun lewat clue yang disebar di area Pirates Bay, termasuk di sisi dangkal perairan sehingga anak-anak menikmati agenda snorkeling," imbuh Benyta.
Traveler bisa memilih sendiri tempat duduk. Mulai dari rumah pohon yang masing-masing 2 tingkat, tenda, dek atas kapal bajak laut, juga meja regular dengan atap temporer agar turis tidak kepanasan. Meja di atas dek kapal biasa disebut 'couple table' karena menghadap langsung lautan, dan sangat romantis saat malam!
Lalu bagaimana dengan menu makanan di sini? Tak perlu kuatir, beragam varian menu mulai dari Asian sampai Western disajikan di Pirates Bay. Ada aneka light meals & appetizer, main course, vegetarian menu, dessert, juga menu Little Pirates untuk anak-anak.
"Harganya pun cukup terjangkau dibanding resto-resto lain di Nusa Dua, mulai dari Rp 27.500-495.000. Yang terakhir itu untuk porsi 6 orang," tambah Benyta.
Saya pun mencicipi beberapa menu khas Pirates Bay. Untuk appetizer, ada Calamari & Chips dengan saus tar-tar. Untuk main course, ada Grilled Squid yang disajikan dengan side dish salad & kentang tumbuk.
Untuk dessert, yang jadi favorit turis di Pirates Bay adalah Pineapple Paradise. Ini adalah eskrim vanilla dan cokelat, disajikan di atas nanas yang dibelah dua. Rasanya unik dan segar!
Kalau Anda datang dengan keluarga atau rombongan, bisa memesan Pirates Basket. Ini adalah satu keranjang besar berisi aneka seafood mulai dari kepiting, lobster, kerang, cumi, dan udang. Harganya Rp 495.000 untuk 6 porsi.
Ssst, kalau duduk di tenda penuh bantal empuk, traveler bisa minta menyalakan api unggun dan memanggang sendiri makanan yang dipesan. Barbecue time inilah yang jadi favorit turis Jepang saat menyambangi Pirates Bay.
"Kalau restoran biasa berslogan 'all you can eat', di Pirates Bay jadi 'all you can do'!" kata Benyta.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Lagi, Finlandia Dinobatkan Jadi Negara Paling Bahagia Sejagat
Tak Biasa, Pantai di Bantul Sepi Wisatawan Saat Libur Lebaran
Bule Swiss Ejek Nyepi di Bali, PHDI Buka Suara