Garuda ke Banyuwangi, Ini 7 Pantai yang Harus Dikunjungi
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Garuda ke Banyuwangi, Ini 7 Pantai yang Harus Dikunjungi

- detikTravel
Jumat, 02 Mei 2014 16:47 WIB
Garuda ke Banyuwangi, Ini 7 Pantai yang Harus Dikunjungi
(Afif/detikTravel)
Banyuwangi - Maskapai Garuda Indonesia sudah membuka penerbangan ke Banyuwangi dari Surabaya dan Bali. Bicara soal wisata di Banyuwangi, di sana terdapat 7 pantai cantik yang sungguh eksotis. Patut untuk dikunjungi wisatawan!

Banyuwangi bisa dibilang sebagai surganya pecinta pantai. Tak heran, banyak pantai di sana yang masing-masing punya ciri khas tersendiri. Anda tinggal pilih mau ke pantai untuk surfing, berjemur, melihat penangkaran penyu atau bertualang naik mobil off road.

Apalagi, kini makin mudah menuju Banyuwangi. Hari Kamis (1/5) kemarin, maskapai Garuda baru saja membuka penerbangan Surabaya-Banyuwangi dan Denpasar-Banyuwangi (PP). Wisatawan dari dua kota itu makin mudah untuk traveling ke kabupaten yang terkenal dengan sebutan Sunrise of Java.

Pantai adalah salah satu andalan wisata di Banyuwangi. Disusun detikTravel, Jumat (2/5/2014) berikut 7 pantai yang harus Anda kunjungi di Banyuwangi:

(Afif/detikTravel)

1. Pantai Plengkung

(Afif/detikTravel)
Pantai Plengkung atau yang lebih populer disebut Pantai G-Land berada di dalam Taman Nasional Alas Purwo. Perjalanan menuju Pantai Plengkung dari Kota Banyuwangi memang tidak mudah, Anda harus naik mobil jeep atau kendaraan roda dua melewati hutan hingga dua jam lebih dari pintu masuk taman nasionalnya.

Anda akan melewati hutan belantara dan jalanan yang masih belum diaspal di dalam Taman Nasional Alas Purwo. Bukan karena pemerintah setempat tidak ingin membuat jalanan mulus, tapi karena letaknya yang ada di dalam taman nasional sehingga tidak diizinkan untuk mengubah kontur alamnya. Namun tak masalah, setibanya di Pantai Plengkung semua akan terbayar impas.

Pantai Plengkung punya pasir putih yang halus dan bebatuan karang di tepiannya. Pantainya masih sangat alami, meski sering dikunjungi turis dari berbagai negara. Pantai Plengkung pun disebut-sebut sebagai tempat surfing terbaik dan paling menantang di dunia, karena tinggi ombaknya mencapai 6 meter!

Kalau tak bisa surfing, jangan kuatir. Anda masih bisa bermain di tepian pantai atau menanti sunset yang cantik. Suasana pantainya sangat tenang, jauh dari keramaian. Jangan heran, kalau turis mancanegara lebih banyak dari wisatawan lokal di Pantai Plengkung.

1. Pantai Plengkung

(Afif/detikTravel)
Pantai Plengkung atau yang lebih populer disebut Pantai G-Land berada di dalam Taman Nasional Alas Purwo. Perjalanan menuju Pantai Plengkung dari Kota Banyuwangi memang tidak mudah, Anda harus naik mobil jeep atau kendaraan roda dua melewati hutan hingga dua jam lebih dari pintu masuk taman nasionalnya.

Anda akan melewati hutan belantara dan jalanan yang masih belum diaspal di dalam Taman Nasional Alas Purwo. Bukan karena pemerintah setempat tidak ingin membuat jalanan mulus, tapi karena letaknya yang ada di dalam taman nasional sehingga tidak diizinkan untuk mengubah kontur alamnya. Namun tak masalah, setibanya di Pantai Plengkung semua akan terbayar impas.

Pantai Plengkung punya pasir putih yang halus dan bebatuan karang di tepiannya. Pantainya masih sangat alami, meski sering dikunjungi turis dari berbagai negara. Pantai Plengkung pun disebut-sebut sebagai tempat surfing terbaik dan paling menantang di dunia, karena tinggi ombaknya mencapai 6 meter!

Kalau tak bisa surfing, jangan kuatir. Anda masih bisa bermain di tepian pantai atau menanti sunset yang cantik. Suasana pantainya sangat tenang, jauh dari keramaian. Jangan heran, kalau turis mancanegara lebih banyak dari wisatawan lokal di Pantai Plengkung.

2. Pantai Parang Ireng

(Afif/detikTravel)
Masih di dalam Taman Nasional Alas Purwo, satu pantai yang tak jauh dari Pantai Plengkung adalah Pantai Parang Ireng. Lokasinya ada di pinggir jalan, tapi Anda harus berjalan kaki melewati semak belukar. Pantai Parang Ireng bisa disebut sebagai pantai tiga warna!

Cobalah Anda lihat pemandangan di Pantai Parang Ireng. Ada warna hitam dari bebatuan di sekitar pantainya, warna hijau dari lumut yang ada di bebatuannya dan warna putih dari pasir pantainya. Apalagi, kontur pantainya landai dan garis pantainya cukup panjang. Anda bebas berlarian, berjemur atau foto-foto.

Sebaiknya, siapkan makanan dan minuman sebelum menuju Pantai Parang Ireng. Tidak ada warung atau penjaja makanan di sana, karena pantainya masih sangat alami. Bahkan, Anda bisa menemukan jejak rusa yang terlihat jelas di atas pasir pantainya. Pantai Parang Ireng pun belum banyak diketahui turis, pantai ini bagaikan si cantik yang belum dilirik.

2. Pantai Parang Ireng

(Afif/detikTravel)
Masih di dalam Taman Nasional Alas Purwo, satu pantai yang tak jauh dari Pantai Plengkung adalah Pantai Parang Ireng. Lokasinya ada di pinggir jalan, tapi Anda harus berjalan kaki melewati semak belukar. Pantai Parang Ireng bisa disebut sebagai pantai tiga warna!

Cobalah Anda lihat pemandangan di Pantai Parang Ireng. Ada warna hitam dari bebatuan di sekitar pantainya, warna hijau dari lumut yang ada di bebatuannya dan warna putih dari pasir pantainya. Apalagi, kontur pantainya landai dan garis pantainya cukup panjang. Anda bebas berlarian, berjemur atau foto-foto.

Sebaiknya, siapkan makanan dan minuman sebelum menuju Pantai Parang Ireng. Tidak ada warung atau penjaja makanan di sana, karena pantainya masih sangat alami. Bahkan, Anda bisa menemukan jejak rusa yang terlihat jelas di atas pasir pantainya. Pantai Parang Ireng pun belum banyak diketahui turis, pantai ini bagaikan si cantik yang belum dilirik.

3. Pantai Pancur

(Afif/detikTravel)
Sebuah pos atau disebut resort yang jadi pos terakhir di Taman Nasional Alas Purwo, adalah Pos Pancur. Di pos inilah Anda akan mendaftar terlebih dulu sebelum menuju Pantai Plengkung atau Pantai Parang Ireng. Di Pos Pancur terdapat rumah makan dan musala untuk beristirahat. Tak hanya itu, di dekat pos ini ada Pantai Pancur yang cantik.

Pantai Pancur hampir mirip dengan Panti Parang Ireng, hanya saja bebatuan hitam di Pantai Pancur tak sebanyak di Pantai Parang Ireng. Tak masalah, pantai ini masih bersih dari sampah walau jadi tempat liburan wisatawan.

Wisatawan yang datang ke Pantai Pancur biasanya mengajak anak-anaknya untuk bermain di tepian pantai. Kontur Pantai Pancur yang landai membuat siapa saja betah berlama-lama di sana. Pasir putihnya yang halus, jadi kegemaran anak-anak kecil untuk bermain. Pantai Pancur memang jadi destinasi favorit liburan keluarga di Banyuwangi.

3. Pantai Pancur

(Afif/detikTravel)
Sebuah pos atau disebut resort yang jadi pos terakhir di Taman Nasional Alas Purwo, adalah Pos Pancur. Di pos inilah Anda akan mendaftar terlebih dulu sebelum menuju Pantai Plengkung atau Pantai Parang Ireng. Di Pos Pancur terdapat rumah makan dan musala untuk beristirahat. Tak hanya itu, di dekat pos ini ada Pantai Pancur yang cantik.

Pantai Pancur hampir mirip dengan Panti Parang Ireng, hanya saja bebatuan hitam di Pantai Pancur tak sebanyak di Pantai Parang Ireng. Tak masalah, pantai ini masih bersih dari sampah walau jadi tempat liburan wisatawan.

Wisatawan yang datang ke Pantai Pancur biasanya mengajak anak-anaknya untuk bermain di tepian pantai. Kontur Pantai Pancur yang landai membuat siapa saja betah berlama-lama di sana. Pasir putihnya yang halus, jadi kegemaran anak-anak kecil untuk bermain. Pantai Pancur memang jadi destinasi favorit liburan keluarga di Banyuwangi.

4. Pantai Ngagelan

(Afif/detikTravel)
Kalau Anda mau lihat penangkaran penyu di Banyuangi, datanglah ke Pantai Ngagelan. Berada di dalam Taman Nasional Alas Purwo, Pantai Ngagelan adalah tempatnya penyu sisik, penyu abu-abu, penyu hijau, dan penyu belimbing untuk bertelur.

Persis di pinggir pantai, ada Pos Ngagelan sebagai tempat penangkaran penyu. Di situ terdapat 10 kolam untuk menaruh tukik atau bayi penyu yang beru menetas dari telur. Bentuknya yang kecil bakal membuat Anda gemas untuk memegang atau memotretnya. Di sebelah kolam, ada suatu kandang besar yang di dalamnya berisikan telur penyu di bawah pasir pantai.

Penjaga Pos Ngagelan yang berjumlah 6 orang akan menjadi pemandu Anda. Mereka akan menjelaskan secara rinci mengenai kehidupan penyu yang ada di sekitar Banyuwangi. Mengapa begitu banyak penyu yang hidup di sekitar Banyuwangi? Karena laut di sana masih bersih sehingga baik untuk keberlangsungan hidup hewan tersebut.

4. Pantai Ngagelan

(Afif/detikTravel)
Kalau Anda mau lihat penangkaran penyu di Banyuangi, datanglah ke Pantai Ngagelan. Berada di dalam Taman Nasional Alas Purwo, Pantai Ngagelan adalah tempatnya penyu sisik, penyu abu-abu, penyu hijau, dan penyu belimbing untuk bertelur.

Persis di pinggir pantai, ada Pos Ngagelan sebagai tempat penangkaran penyu. Di situ terdapat 10 kolam untuk menaruh tukik atau bayi penyu yang beru menetas dari telur. Bentuknya yang kecil bakal membuat Anda gemas untuk memegang atau memotretnya. Di sebelah kolam, ada suatu kandang besar yang di dalamnya berisikan telur penyu di bawah pasir pantai.

Penjaga Pos Ngagelan yang berjumlah 6 orang akan menjadi pemandu Anda. Mereka akan menjelaskan secara rinci mengenai kehidupan penyu yang ada di sekitar Banyuwangi. Mengapa begitu banyak penyu yang hidup di sekitar Banyuwangi? Karena laut di sana masih bersih sehingga baik untuk keberlangsungan hidup hewan tersebut.

5. Pantai Trianggulasi

(Afif/detikTravel)
Pantai terakhir yang bisa Anda kunjungi di Taman Nasional Alas Purwo adalah Pantai Trianggulasi. Pantai ini memiliki pasir berwarna hitam, tapi halus saat disapu dengan kaki.

Pantai Trianggulasi jadi tempat favorit traveler untuk berfoto-foto. Yang unik, di sekitar pantainya ada banyak monyet yang menyambut kedatangan wisatawan. Tenang saja, monyet di sana tidak akan menyerang Anda. Mereka hanya datang mendekat seolah meminta makan. Beberapa monyet terlihat menggemaskan, karena ada anak monyet bergelantungan di perut induknya

Ingat, jaga barang bawaan ya!

5. Pantai Trianggulasi

(Afif/detikTravel)
Pantai terakhir yang bisa Anda kunjungi di Taman Nasional Alas Purwo adalah Pantai Trianggulasi. Pantai ini memiliki pasir berwarna hitam, tapi halus saat disapu dengan kaki.

Pantai Trianggulasi jadi tempat favorit traveler untuk berfoto-foto. Yang unik, di sekitar pantainya ada banyak monyet yang menyambut kedatangan wisatawan. Tenang saja, monyet di sana tidak akan menyerang Anda. Mereka hanya datang mendekat seolah meminta makan. Beberapa monyet terlihat menggemaskan, karena ada anak monyet bergelantungan di perut induknya

Ingat, jaga barang bawaan ya!

6. Pantai Boom

(Budi Sugiharto/detikTravel)
Pantai Boom di pusat kota Kabupaten Banyuwangi belakangan ini jadi buah bibir wisatawan. Bukan apa-apa, sebab Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menyulap Pantai Boom yang dulunya terkenal kumuh kini jadi nyaman untuk dikunjungi.

Bangku-bangku panjang yang dilengkapi payung berjejer di tepian pantai berpasir hitam ini. Wisatawan yang datang bisa merebahkan diri untuk menikmati suasana pantai. Perut lapar? Berjalanlah ke deretan warung makan yang sudah tertata rapi.

Yang paling diincar wisatawan di Pantai Boom, adalah pemandangan sunrise. Anda akan melihat sang fajar yang muncul dari peraduannya dengan langit yang berwarna kuning kemerahan. Wisatawan yang menyaksikan sunrise di Pantai Boom ini, seolah menjadi yang pertama melihat sunrise di Pulau Jawa. Sebagaimana julukan Banyuwangi yang begitu tersohor, Sunrise of Java.

6. Pantai Boom

(Budi Sugiharto/detikTravel)
Pantai Boom di pusat kota Kabupaten Banyuwangi belakangan ini jadi buah bibir wisatawan. Bukan apa-apa, sebab Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menyulap Pantai Boom yang dulunya terkenal kumuh kini jadi nyaman untuk dikunjungi.

Bangku-bangku panjang yang dilengkapi payung berjejer di tepian pantai berpasir hitam ini. Wisatawan yang datang bisa merebahkan diri untuk menikmati suasana pantai. Perut lapar? Berjalanlah ke deretan warung makan yang sudah tertata rapi.

Yang paling diincar wisatawan di Pantai Boom, adalah pemandangan sunrise. Anda akan melihat sang fajar yang muncul dari peraduannya dengan langit yang berwarna kuning kemerahan. Wisatawan yang menyaksikan sunrise di Pantai Boom ini, seolah menjadi yang pertama melihat sunrise di Pulau Jawa. Sebagaimana julukan Banyuwangi yang begitu tersohor, Sunrise of Java.

7. Pantai Sukamade

(Putri Akmal/detikTravel)
Anda yang suka bertualang naik mobil off road dengan jalur yang ekstrem, melipirlah ke Pantai Sukamade. Lokasinya terletak di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi dan ada di dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB).

Jarak dari pusat Kota Banyuwangi menuju Pantai Sukamade berjarak 100 kilometer, serta menghabiskan waktu mencapai 5 jam lebih. Untuk menuju pantainya, Anda bisa menyewa kendaraan mobil 4x4 alias double gardan atau kendaraan sejenis off road lainnya. Terang saja, trek menuju Pantai Sukamade sungguh menantang adrenalin.

Anda akan melewati jalanan berkelok, menanjak bebukitan, batuan terjal dan tanah becek. Jalanan yang penuh bebatuan dan berlumpur bakal menggoncang badan Anda saat berada di dalam mobil. Trek seperti itu bakal Anda lalui sepanjang 30 kilometer jauhnya. Ini baru seru!

10 Kilometer mendekati Pantai Sukamade terbilang yang paling menegangkan. Mobil akan melewati sungai dengan kedalaman 40 cm sampai satu meter. Siap-siap basah-basahan dan menikmati keseruan saat melintasi sungainya.

7. Pantai Sukamade

(Putri Akmal/detikTravel)
Anda yang suka bertualang naik mobil off road dengan jalur yang ekstrem, melipirlah ke Pantai Sukamade. Lokasinya terletak di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi dan ada di dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB).

Jarak dari pusat Kota Banyuwangi menuju Pantai Sukamade berjarak 100 kilometer, serta menghabiskan waktu mencapai 5 jam lebih. Untuk menuju pantainya, Anda bisa menyewa kendaraan mobil 4x4 alias double gardan atau kendaraan sejenis off road lainnya. Terang saja, trek menuju Pantai Sukamade sungguh menantang adrenalin.

Anda akan melewati jalanan berkelok, menanjak bebukitan, batuan terjal dan tanah becek. Jalanan yang penuh bebatuan dan berlumpur bakal menggoncang badan Anda saat berada di dalam mobil. Trek seperti itu bakal Anda lalui sepanjang 30 kilometer jauhnya. Ini baru seru!

10 Kilometer mendekati Pantai Sukamade terbilang yang paling menegangkan. Mobil akan melewati sungai dengan kedalaman 40 cm sampai satu meter. Siap-siap basah-basahan dan menikmati keseruan saat melintasi sungainya.
Halaman 2 dari 16
Pantai Plengkung atau yang lebih populer disebut Pantai G-Land berada di dalam Taman Nasional Alas Purwo. Perjalanan menuju Pantai Plengkung dari Kota Banyuwangi memang tidak mudah, Anda harus naik mobil jeep atau kendaraan roda dua melewati hutan hingga dua jam lebih dari pintu masuk taman nasionalnya.

Anda akan melewati hutan belantara dan jalanan yang masih belum diaspal di dalam Taman Nasional Alas Purwo. Bukan karena pemerintah setempat tidak ingin membuat jalanan mulus, tapi karena letaknya yang ada di dalam taman nasional sehingga tidak diizinkan untuk mengubah kontur alamnya. Namun tak masalah, setibanya di Pantai Plengkung semua akan terbayar impas.

Pantai Plengkung punya pasir putih yang halus dan bebatuan karang di tepiannya. Pantainya masih sangat alami, meski sering dikunjungi turis dari berbagai negara. Pantai Plengkung pun disebut-sebut sebagai tempat surfing terbaik dan paling menantang di dunia, karena tinggi ombaknya mencapai 6 meter!

Kalau tak bisa surfing, jangan kuatir. Anda masih bisa bermain di tepian pantai atau menanti sunset yang cantik. Suasana pantainya sangat tenang, jauh dari keramaian. Jangan heran, kalau turis mancanegara lebih banyak dari wisatawan lokal di Pantai Plengkung.

Pantai Plengkung atau yang lebih populer disebut Pantai G-Land berada di dalam Taman Nasional Alas Purwo. Perjalanan menuju Pantai Plengkung dari Kota Banyuwangi memang tidak mudah, Anda harus naik mobil jeep atau kendaraan roda dua melewati hutan hingga dua jam lebih dari pintu masuk taman nasionalnya.

Anda akan melewati hutan belantara dan jalanan yang masih belum diaspal di dalam Taman Nasional Alas Purwo. Bukan karena pemerintah setempat tidak ingin membuat jalanan mulus, tapi karena letaknya yang ada di dalam taman nasional sehingga tidak diizinkan untuk mengubah kontur alamnya. Namun tak masalah, setibanya di Pantai Plengkung semua akan terbayar impas.

Pantai Plengkung punya pasir putih yang halus dan bebatuan karang di tepiannya. Pantainya masih sangat alami, meski sering dikunjungi turis dari berbagai negara. Pantai Plengkung pun disebut-sebut sebagai tempat surfing terbaik dan paling menantang di dunia, karena tinggi ombaknya mencapai 6 meter!

Kalau tak bisa surfing, jangan kuatir. Anda masih bisa bermain di tepian pantai atau menanti sunset yang cantik. Suasana pantainya sangat tenang, jauh dari keramaian. Jangan heran, kalau turis mancanegara lebih banyak dari wisatawan lokal di Pantai Plengkung.

Masih di dalam Taman Nasional Alas Purwo, satu pantai yang tak jauh dari Pantai Plengkung adalah Pantai Parang Ireng. Lokasinya ada di pinggir jalan, tapi Anda harus berjalan kaki melewati semak belukar. Pantai Parang Ireng bisa disebut sebagai pantai tiga warna!

Cobalah Anda lihat pemandangan di Pantai Parang Ireng. Ada warna hitam dari bebatuan di sekitar pantainya, warna hijau dari lumut yang ada di bebatuannya dan warna putih dari pasir pantainya. Apalagi, kontur pantainya landai dan garis pantainya cukup panjang. Anda bebas berlarian, berjemur atau foto-foto.

Sebaiknya, siapkan makanan dan minuman sebelum menuju Pantai Parang Ireng. Tidak ada warung atau penjaja makanan di sana, karena pantainya masih sangat alami. Bahkan, Anda bisa menemukan jejak rusa yang terlihat jelas di atas pasir pantainya. Pantai Parang Ireng pun belum banyak diketahui turis, pantai ini bagaikan si cantik yang belum dilirik.

Masih di dalam Taman Nasional Alas Purwo, satu pantai yang tak jauh dari Pantai Plengkung adalah Pantai Parang Ireng. Lokasinya ada di pinggir jalan, tapi Anda harus berjalan kaki melewati semak belukar. Pantai Parang Ireng bisa disebut sebagai pantai tiga warna!

Cobalah Anda lihat pemandangan di Pantai Parang Ireng. Ada warna hitam dari bebatuan di sekitar pantainya, warna hijau dari lumut yang ada di bebatuannya dan warna putih dari pasir pantainya. Apalagi, kontur pantainya landai dan garis pantainya cukup panjang. Anda bebas berlarian, berjemur atau foto-foto.

Sebaiknya, siapkan makanan dan minuman sebelum menuju Pantai Parang Ireng. Tidak ada warung atau penjaja makanan di sana, karena pantainya masih sangat alami. Bahkan, Anda bisa menemukan jejak rusa yang terlihat jelas di atas pasir pantainya. Pantai Parang Ireng pun belum banyak diketahui turis, pantai ini bagaikan si cantik yang belum dilirik.

Sebuah pos atau disebut resort yang jadi pos terakhir di Taman Nasional Alas Purwo, adalah Pos Pancur. Di pos inilah Anda akan mendaftar terlebih dulu sebelum menuju Pantai Plengkung atau Pantai Parang Ireng. Di Pos Pancur terdapat rumah makan dan musala untuk beristirahat. Tak hanya itu, di dekat pos ini ada Pantai Pancur yang cantik.

Pantai Pancur hampir mirip dengan Panti Parang Ireng, hanya saja bebatuan hitam di Pantai Pancur tak sebanyak di Pantai Parang Ireng. Tak masalah, pantai ini masih bersih dari sampah walau jadi tempat liburan wisatawan.

Wisatawan yang datang ke Pantai Pancur biasanya mengajak anak-anaknya untuk bermain di tepian pantai. Kontur Pantai Pancur yang landai membuat siapa saja betah berlama-lama di sana. Pasir putihnya yang halus, jadi kegemaran anak-anak kecil untuk bermain. Pantai Pancur memang jadi destinasi favorit liburan keluarga di Banyuwangi.

Sebuah pos atau disebut resort yang jadi pos terakhir di Taman Nasional Alas Purwo, adalah Pos Pancur. Di pos inilah Anda akan mendaftar terlebih dulu sebelum menuju Pantai Plengkung atau Pantai Parang Ireng. Di Pos Pancur terdapat rumah makan dan musala untuk beristirahat. Tak hanya itu, di dekat pos ini ada Pantai Pancur yang cantik.

Pantai Pancur hampir mirip dengan Panti Parang Ireng, hanya saja bebatuan hitam di Pantai Pancur tak sebanyak di Pantai Parang Ireng. Tak masalah, pantai ini masih bersih dari sampah walau jadi tempat liburan wisatawan.

Wisatawan yang datang ke Pantai Pancur biasanya mengajak anak-anaknya untuk bermain di tepian pantai. Kontur Pantai Pancur yang landai membuat siapa saja betah berlama-lama di sana. Pasir putihnya yang halus, jadi kegemaran anak-anak kecil untuk bermain. Pantai Pancur memang jadi destinasi favorit liburan keluarga di Banyuwangi.

Kalau Anda mau lihat penangkaran penyu di Banyuangi, datanglah ke Pantai Ngagelan. Berada di dalam Taman Nasional Alas Purwo, Pantai Ngagelan adalah tempatnya penyu sisik, penyu abu-abu, penyu hijau, dan penyu belimbing untuk bertelur.

Persis di pinggir pantai, ada Pos Ngagelan sebagai tempat penangkaran penyu. Di situ terdapat 10 kolam untuk menaruh tukik atau bayi penyu yang beru menetas dari telur. Bentuknya yang kecil bakal membuat Anda gemas untuk memegang atau memotretnya. Di sebelah kolam, ada suatu kandang besar yang di dalamnya berisikan telur penyu di bawah pasir pantai.

Penjaga Pos Ngagelan yang berjumlah 6 orang akan menjadi pemandu Anda. Mereka akan menjelaskan secara rinci mengenai kehidupan penyu yang ada di sekitar Banyuwangi. Mengapa begitu banyak penyu yang hidup di sekitar Banyuwangi? Karena laut di sana masih bersih sehingga baik untuk keberlangsungan hidup hewan tersebut.

Kalau Anda mau lihat penangkaran penyu di Banyuangi, datanglah ke Pantai Ngagelan. Berada di dalam Taman Nasional Alas Purwo, Pantai Ngagelan adalah tempatnya penyu sisik, penyu abu-abu, penyu hijau, dan penyu belimbing untuk bertelur.

Persis di pinggir pantai, ada Pos Ngagelan sebagai tempat penangkaran penyu. Di situ terdapat 10 kolam untuk menaruh tukik atau bayi penyu yang beru menetas dari telur. Bentuknya yang kecil bakal membuat Anda gemas untuk memegang atau memotretnya. Di sebelah kolam, ada suatu kandang besar yang di dalamnya berisikan telur penyu di bawah pasir pantai.

Penjaga Pos Ngagelan yang berjumlah 6 orang akan menjadi pemandu Anda. Mereka akan menjelaskan secara rinci mengenai kehidupan penyu yang ada di sekitar Banyuwangi. Mengapa begitu banyak penyu yang hidup di sekitar Banyuwangi? Karena laut di sana masih bersih sehingga baik untuk keberlangsungan hidup hewan tersebut.

Pantai terakhir yang bisa Anda kunjungi di Taman Nasional Alas Purwo adalah Pantai Trianggulasi. Pantai ini memiliki pasir berwarna hitam, tapi halus saat disapu dengan kaki.

Pantai Trianggulasi jadi tempat favorit traveler untuk berfoto-foto. Yang unik, di sekitar pantainya ada banyak monyet yang menyambut kedatangan wisatawan. Tenang saja, monyet di sana tidak akan menyerang Anda. Mereka hanya datang mendekat seolah meminta makan. Beberapa monyet terlihat menggemaskan, karena ada anak monyet bergelantungan di perut induknya

Ingat, jaga barang bawaan ya!

Pantai terakhir yang bisa Anda kunjungi di Taman Nasional Alas Purwo adalah Pantai Trianggulasi. Pantai ini memiliki pasir berwarna hitam, tapi halus saat disapu dengan kaki.

Pantai Trianggulasi jadi tempat favorit traveler untuk berfoto-foto. Yang unik, di sekitar pantainya ada banyak monyet yang menyambut kedatangan wisatawan. Tenang saja, monyet di sana tidak akan menyerang Anda. Mereka hanya datang mendekat seolah meminta makan. Beberapa monyet terlihat menggemaskan, karena ada anak monyet bergelantungan di perut induknya

Ingat, jaga barang bawaan ya!

Pantai Boom di pusat kota Kabupaten Banyuwangi belakangan ini jadi buah bibir wisatawan. Bukan apa-apa, sebab Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menyulap Pantai Boom yang dulunya terkenal kumuh kini jadi nyaman untuk dikunjungi.

Bangku-bangku panjang yang dilengkapi payung berjejer di tepian pantai berpasir hitam ini. Wisatawan yang datang bisa merebahkan diri untuk menikmati suasana pantai. Perut lapar? Berjalanlah ke deretan warung makan yang sudah tertata rapi.

Yang paling diincar wisatawan di Pantai Boom, adalah pemandangan sunrise. Anda akan melihat sang fajar yang muncul dari peraduannya dengan langit yang berwarna kuning kemerahan. Wisatawan yang menyaksikan sunrise di Pantai Boom ini, seolah menjadi yang pertama melihat sunrise di Pulau Jawa. Sebagaimana julukan Banyuwangi yang begitu tersohor, Sunrise of Java.

Pantai Boom di pusat kota Kabupaten Banyuwangi belakangan ini jadi buah bibir wisatawan. Bukan apa-apa, sebab Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menyulap Pantai Boom yang dulunya terkenal kumuh kini jadi nyaman untuk dikunjungi.

Bangku-bangku panjang yang dilengkapi payung berjejer di tepian pantai berpasir hitam ini. Wisatawan yang datang bisa merebahkan diri untuk menikmati suasana pantai. Perut lapar? Berjalanlah ke deretan warung makan yang sudah tertata rapi.

Yang paling diincar wisatawan di Pantai Boom, adalah pemandangan sunrise. Anda akan melihat sang fajar yang muncul dari peraduannya dengan langit yang berwarna kuning kemerahan. Wisatawan yang menyaksikan sunrise di Pantai Boom ini, seolah menjadi yang pertama melihat sunrise di Pulau Jawa. Sebagaimana julukan Banyuwangi yang begitu tersohor, Sunrise of Java.

Anda yang suka bertualang naik mobil off road dengan jalur yang ekstrem, melipirlah ke Pantai Sukamade. Lokasinya terletak di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi dan ada di dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB).

Jarak dari pusat Kota Banyuwangi menuju Pantai Sukamade berjarak 100 kilometer, serta menghabiskan waktu mencapai 5 jam lebih. Untuk menuju pantainya, Anda bisa menyewa kendaraan mobil 4x4 alias double gardan atau kendaraan sejenis off road lainnya. Terang saja, trek menuju Pantai Sukamade sungguh menantang adrenalin.

Anda akan melewati jalanan berkelok, menanjak bebukitan, batuan terjal dan tanah becek. Jalanan yang penuh bebatuan dan berlumpur bakal menggoncang badan Anda saat berada di dalam mobil. Trek seperti itu bakal Anda lalui sepanjang 30 kilometer jauhnya. Ini baru seru!

10 Kilometer mendekati Pantai Sukamade terbilang yang paling menegangkan. Mobil akan melewati sungai dengan kedalaman 40 cm sampai satu meter. Siap-siap basah-basahan dan menikmati keseruan saat melintasi sungainya.

Anda yang suka bertualang naik mobil off road dengan jalur yang ekstrem, melipirlah ke Pantai Sukamade. Lokasinya terletak di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi dan ada di dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB).

Jarak dari pusat Kota Banyuwangi menuju Pantai Sukamade berjarak 100 kilometer, serta menghabiskan waktu mencapai 5 jam lebih. Untuk menuju pantainya, Anda bisa menyewa kendaraan mobil 4x4 alias double gardan atau kendaraan sejenis off road lainnya. Terang saja, trek menuju Pantai Sukamade sungguh menantang adrenalin.

Anda akan melewati jalanan berkelok, menanjak bebukitan, batuan terjal dan tanah becek. Jalanan yang penuh bebatuan dan berlumpur bakal menggoncang badan Anda saat berada di dalam mobil. Trek seperti itu bakal Anda lalui sepanjang 30 kilometer jauhnya. Ini baru seru!

10 Kilometer mendekati Pantai Sukamade terbilang yang paling menegangkan. Mobil akan melewati sungai dengan kedalaman 40 cm sampai satu meter. Siap-siap basah-basahan dan menikmati keseruan saat melintasi sungainya.

(aff/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads