Gunung Ijen di Banyuwangi terkenal dengan kawah cantik dan api biru yang jadi daya tarik traveler dunia. Termasuk rombongan dari Explore Indonesia, yang menyicipi pahit dan manisnya mendaki Gunung Ijen. Begini ceritanya...
Rombongan Explore Indonesia dibagi menjadi dua tim, tim adventure dan tim family. Salah satu agenda tim adventure yang dinanti-nanti adalah mendaki Gunung Ijen untuk melihat kawah cantik dan fenomena api biru yang cuma ada dua di dunia.
Pendakian Gunung Ijen dimulai hari Sabtu (21/6/2014) pagi pukul 02.30 WIB dengan berkumpul lebih dulu di Hotel Mahkota Plengkung. Dengan 20 peserta, mereka naik mobil Elf menuju Paltidung yang menjadi pos pertama pengakian Gunung Ijen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan perbekalan seperti senter, masker dan tongkat, rombongan memulai perjalanan mulai pukul 03.30 WIB. Sofyan menjadi pemandu di depan sedangkan Edi memandu di belakang untuk menyisir semua peserta. Saya pun menjadi tim penyisir di tengah-tengah perjalanan untuk memastikan kondisi peserta.
"Awalnya dingin tapi pas jalan panas. Sudah jaket dan perlengkapan untuk menghangatkan badan malah panas begini," ujar salah satu peserta, Siska di tengah-tengah pendakian.
Di satu kilometer pertama, rombongan mulai kelelahan. Terang saja, ini semua diluar ekspetasi mereka kalau ternyata medan pendakian yang menanjak amatlah berat. Beberapa malah ada yang istirahat dan berhenti dengan waktu yang lama.
Saat di kilometer kedua, banyak peserta yang terpencar. Namun saya cukup tenang karena ada Edi yang akan menyisir dari belakang agar tidak ada peserta yang hilang. Bahkan, saat itu ada beberapa rombongan traveler lain yang muntah-muntah.
"Mendaki Gunung Ijen benar-benar berat. Apalagi saat menanjak, kaki sampai sakit dan rasanya mau nyerah saja," tutur peserta lainnya, Kartika.
Tim adventure Explore Indonesia yang mendaki Gunung Ijen pun ada yang pria manula, seperti Koestijo. Namun, bapak ini ternyata sanggup mendaki dan terus ikut rombongan di bari depan.
"Nafasnya diatur, biar tidak kelelahan," ucapnya memberi petuah dan menyemangati rombongan lainnya.
Akhirnya, pukul 04.00 WIB rombongan yang ada di depan berhasil mencapai bagian puncak Gunung Ijen. Tapi tak berhenti di situ, kami masih harus jalan turun ke bawah sejauh 800 meter atau sekitar 30 menit untuk melihat sang api biru!
"Bagus sekali, bagus sekali api biru ini," kata Wirawan yang terus memotret api biru dengan kameranya.
Semua rombongan pun berhasil mencapai bagian puncak Gunung Ijen. Suatu kebanggaan karena awalnya beberapa dari mereka ada yang menyerah, tapi tetap bersemangat untuk terus mendaki Gunung Ijen yang punya ketinggian 2.443 mdpl ini. Meski ada beberapa rombongan yang tak bisa melihat api biru, toh mendaki Gunung Ijen sudah jadi pengalaman tiada dua.
Kami semua begitu terkesima dengan pemandangan dari atas Gunung Ijen yang ada kawah cantik, api biru dan langit biru bersih yang dihiasi gumpalan awan bagaikan kapas. Tak heran, Ijen menjadi ikon khas dari Banyuwangi.
"Memang capek, tapi ya sekali seumur hiduplah harus mendaki Gunung Ijen," ujar peserta wanita, Novi.
Explore Indonesia: Tour Banyuwangi adalah program liburan detikTravel untuk mempromosikan destinasi wisata Indonesia. Program ini didukung oleh Garuda Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Bandara Husein Sastranegara Beroperasi Lagi, Kertajati Jadi Bengkel Pesawat
Prabowo Beri Lampu Hijau, Bandara Husein Sastranegara Mulai Bersolek
Jokowi Dapat Gelar Baginda Pemuka Bangsa dari Keraton Kagungan Lampung, Apa Maknanya?