Diseruduk Bison Hingga Terlempar 2 Meter di Udara, Turis Terluka Parah

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Diseruduk Bison Hingga Terlempar 2 Meter di Udara, Turis Terluka Parah

Femi Diah - detikTravel
Senin, 13 Jul 2026 11:53 WIB
Bison di Taman Nasional Yellowstone
Bison di Taman Nasional Yellowstone (CNN)
Jakarta -

Seorang wisatawan pria mengalami luka serius pada Jumat (10/7/2026) malam setelah diseruduk seekor bison di Taman Nasional Yellowstone, Amerika Serikat (AS). Dia terlempar sekitar 2,4 meter ke udara.

Mike MacLeod, fotografer profesional asal Bozeman, Montana, mengatakan insiden itu terjadi di area perkemahan Bridge Bay, sebelah selatan Fishing Bridge. Dia mengatakan korban dan cucunya sedang berjalan-jalan ketika seekor bison yang terlihat gelisah tiba-tiba menyerang mereka.

"Saya awalnya hanya ingin memotret bison yang sedang mengamuk," kata MacLeod kepada Cowboy State Daily, dikutip Senin (13/7).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, kejadian itu justru mengubah pandangannya terhadap perilaku bison, terutama pada musim tertentu.

"Kejadian itu mengubah cara pandang saya terhadap bison di musim seperti ini. Saya tidak pernah menyangka hal tersebut bisa terjadi," ujar dia.

ADVERTISEMENT

MacLeod kemudian menceritakan kronologi kejadian itu. Dia memang sedang berkemah di Bridge Bay Campground.

Di satu momen, istrinya melihat seekor bison memasuki area perkemahan. Dia kemudian mengambil kamera dan mulai merekam dari jarak aman.

"Bison itu berjalan melewati area perkemahan," ujar MacLeod.

Bison tersebut kemudian mendekati sekelompok anak-anak yang sedang mengambil foto menggunakan ponsel dari jarak cukup jauh.

"Dia mendekati sekelompok anak-anak yang mengambil foto menggunakan ponsel dari jarak yang cukup jauh, lalu bison itu menyerang mereka," kata dia.

Anak-anak tersebut berhasil menyelamatkan diri ketika bison mulai menyeruduk. Namun, hewan itu belum berhenti dan terus bergerak melewati area perkemahan.

MacLeod tetap merekam kejadian tersebut.

"Saya dulu fotografer tempur di Angkatan Darat. Saya bisa melihat sesuatu akan terjadi," kata dia.

Menurut MacLeod, bison itu terus berlari di sekitar area perkemahan. Para penghuni kamp pun saling memperingatkan dengan berteriak agar orang lain berhati-hati. Setelah beberapa waktu, bison tersebut berhenti dan berguling-guling di tanah berdebu, perilaku yang biasa dilakukan hewan tersebut.

Tak lama kemudian, korban dan cucunya muncul di area tersebut tanpa mengetahui bahaya yang sedang mengintai.

"Mereka bahkan tidak berada di jalur perkemahan itu. Mereka berjalan di jalur, cukup jauh dari bison, lalu tiba-tiba hewan itu berlari ke arah mereka," ujar MacLeod.

Menurut standar National Park Service, korban dan cucunya sebenarnya berada pada jarak aman, yakni sekitar 91 meter dari bison. Mereka sempat berhenti untuk mengambil foto ketika bison terlihat sudah lebih tenang.

"Dia duduk di tanah berdebu seperti bison biasanya, dengan kepala mengarah ke jalan," kata MacLeod.

Ketika bison mulai berdiri, sang kakek memutuskan untuk segera pergi bersama cucunya. Keduanya kemudian bergerak menjauh dan berlindung di balik pepohonan.

Namun, situasi kembali berubah ketika sebuah truk pikap putih melintas. Kendaraan tersebut diduga kembali memicu agresivitas bison.

"Bison itu mengejar truk tersebut. Pengemudi melihat apa yang terjadi, tetapi tetap melaju. Setelah itu, bison bergerak menuju tempat kedua orang itu bersembunyi di balik pepohonan," ujar MacLeod.

Bison kemudian mengejar keduanya. Sang cucu berhasil melarikan diri, tetapi kakeknya tidak sempat menghindar.

Menurut MacLeod, bison itu menyeruduk korban menggunakan tanduk kirinya di bagian pinggul hingga tubuh pria tersebut terlempar ke udara.

"Tanduk kiri bison mengenai pinggulnya dan melemparkannya ke udara. Dia melakukan putaran sempurna lalu jatuh menyamping. Bison itu tingginya setidaknya sekitar 1,8 meter, dan korban terlempar beberapa kaki di atas tubuhnya," kata dia.

Setelah korban terjatuh, bison tersebut tidak langsung pergi. Hewan itu berdiri di dekat pria yang baru saja diseruduk sambil menggelengkan kepala, menunjukkan tanda-tanda masih agresif.

Melihat kondisi itu, MacLeod memutuskan untuk bertindak.

"Saya harus menarik perhatian bison itu. Saya takut dia akan menyeruduk pria yang tergeletak di tanah, jadi saya berhenti merekam dan berlari ke arah bison sambil berteriak, mencoba terlihat besar dan mengintimidasi," kata dia.

Beberapa pengunjung lain kemudian mengikuti tindakan MacLeod dengan mendekati bison tersebut. Upaya itu berhasil membuat bison akhirnya menjauh.

Setelah bison pergi, para pengunjung segera memberikan pertolongan. Korban mengalami rasa sakit parah, terutama pada bagian pinggul dan kaki yang terbentur saat jatuh. Namun, tidak terlihat adanya luka luar.

Salah satu pengunjung memegang tangan korban, sementara yang lain mengawasi sekitar untuk memastikan bison tidak kembali. Seorang pengunjung lain menghubungi 911, dan beberapa orang membantu memeriksa kondisi korban.

Tim medis Yellowstone kemudian tiba dan mengambil alih penanganan. Berdasarkan informasi dari cucu korban yang masih berkomunikasi dengan MacLeod, sang kakek mengalami cedera cukup serius dan kondisinya masih harus dipantau.

Menurutnya, bison tersebut memang sudah menunjukkan tanda-tanda agresif sejak memasuki area perkemahan.

Perilaku itu berkaitan dengan musim kawin bison yang berlangsung antara Juni hingga September. Pada periode tersebut, banteng bison mengalami peningkatan energi dan agresivitas saat bersaing untuk mendapatkan dominasi dan pasangan.

MacLeod menilai korban dan cucunya tidak melakukan kesalahan.

"Mereka hanya berjalan sore hari, berbelok di suatu tempat, lalu tiba-tiba ada seekor bison," kata dia.

Menurut MacLeod, bison tersebut tampaknya memang sedang mencari konflik dan memilih kedua orang itu sebagai sasaran.

"Saya sudah lama berada di sekitar bison, tapi kejadian ini benar-benar aneh. Kenapa memilih mereka? Ada banyak orang lain di sekitar, bahkan sebagian lebih dekat dengan bison. Itu benar-benar aneh," ujarnya.



(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads