Libur Sekolah ke Bukittinggi, Bisa Ngapain Saja?
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Libur Sekolah

Libur Sekolah ke Bukittinggi, Bisa Ngapain Saja?

- detikTravel
Kamis, 03 Jul 2014 13:10 WIB
Libur Sekolah ke Bukittinggi, Bisa Ngapain Saja?
(Putri/detikTravel)
Bukittinggi - Bukittinggi kini jadi salah satu destinasi yang padat dikunjungi turis. Ketika libur sekolah tiba, banyak bus pariwisata dan mobil keluarga yang memadati kota. Memangnya, apa saja sih yang bisa dilakukan di Bukittinggi?

Dikumpulkan detikTravel, Kamis (3/6/2014) inilah 5 kegiatan yang bisa turis lakukan selama liburan di Bukittinggi:

1. Menjelajah Lobang Jepang

(Afif/detikTravel)
Salah satu objek wisata yang paling terkenal di Bukittinggi adalah Taman Panorama. Di salam taman ini terdapat sebuah lubang mirip gua yang dibangun pada masa penjajahan Jepang, yaitu Lobang Jepang.

Untuk masuk ke dalam, turis harus menuruni anak tangga yang jumlahnya lebih dari 100 buah. Nuansa gelap pun langsung menyelimuti bagian dalam lobang.

Di dalam gelap dan temaram sinar lampu, turis bisa melihat ada ruang-ruang di dalam lubang. Ada sekitar 16 ruangan di sana dengan fungsi yang berbeda-beda, ada ruang amunisi, pengintai, dapur hingga penyiksaan.

2. Foto di depan Jam Gadang

(Putri/detikTravel)
Datang ke Bukittinggi rasanya tak lengkap tanpa mampir ke Jam Gadang. Inilah landmark penting Bukittinggi. Jam ini dibangun ketika zaman penjajahan Belanda.

Yang unik, cobalah lihat ke angka 4 di jam. Penulisan romawi angka 4 sangat unik. Bukannya bertuliskan IV tapi malah IIII.

Biasanya, turis yang datang akan mengabadikan momen dengan berpose di depan jam. Baik siang atau pun malam sama-sama jadi waktu terbaik untuk melihat Jam Gadang.

Hanya saja, jika ingin terlihat lebih syahdu, cobalah datang pada malam hari. Kemilau lampu menambah kesan anggun jam besar ini.

3. Ngabuburit di Pasar Atas

(Putri/detikTravel)
Karena libur sekolah bertepatan dengan bulan suci Ramadan, wisata kuliner Pasar Atas yang biasa buka siang hari kini berganti jam. Pasar ini kini hadir menjadi Pasar Pabukoan yang ada di pelataran Pasar Atas.

Pasar Pabukoan berarti pasar yang menyediakan menu berbuka puasa. Menunya tentu khas padang, mulai dari lamang tapai, bubur kampiun, hingga menu nasi kapau pun tersedia.

Datang ke sini sambil ngabuburit tentu seru. Hati-hati lapar mata, ya!

4. Ke Rumah Bung Hatta

(Afif/detikTravel)
Siapa tak kenal Bung Hatta? Dialah salah satu tokoh proklamator kita yang sangat berpengaruh dalam kemerdekaan. Sosoknya mungkin telah tiada, meski begitu wisatawan masih bisa mengenalnya lebih dekat dengan datang ke rumah beliau di Jl Soekarno-Hatta No 37, Kecamatan Guguh Panjang, Bukittinggi.

Di rumah inilah Bung Hatta lahir dan menghabiskan masa kecilnya, serta selalu ditempati saat beliau pulang kampung. Namun, karena sudah tak ditempati, rumah Bung Hatta kini dijadikan museum.

Wisatawan yang masuk ke dalam bisa melihat beberapa koleksi pribadinya. Ada buku-buku bacaan, vas bunga, sepeda, dan juga peralatan bendi. Arsitektur dan bentuk bangunannya pun sama persis, tidak ada yang diubah walau sudah direnovasi.

5. Mendaki Janjang Koto Gadang

(Putri/detikTravel)
Kini ada objek wisata baru di Bukittinggi, yakni Janjang Koto Gadang. Janjang ini juga disebut dengan nama lain "The Great Wall of Koto Gadang".

Disebut demikian karena janjang ini memang mirip dengan Tembok Besar China. Hanya saja, ukurannya lebih mini dari Great Wall yang asli.

Ada dua pintu masuk untuk ke Janjang Koto Gadang, yakni dari Bukittinggi dan Koto Gadang. Jika berangkat dari Bukittinggi, Anda diminta untuk menanjak ratusan anak tangga. Sebaliknya, jika berangkat dari Koto Gadang, Anda akan menuruni ratusan anak tangga.

Meski begitu, tak perlu kuatir lelah. Panorama Ngarai Sianok di sekitar janjang membuat perjalanan terasa lebih ringan.
Halaman 2 dari 6
Salah satu objek wisata yang paling terkenal di Bukittinggi adalah Taman Panorama. Di salam taman ini terdapat sebuah lubang mirip gua yang dibangun pada masa penjajahan Jepang, yaitu Lobang Jepang.

Untuk masuk ke dalam, turis harus menuruni anak tangga yang jumlahnya lebih dari 100 buah. Nuansa gelap pun langsung menyelimuti bagian dalam lobang.

Di dalam gelap dan temaram sinar lampu, turis bisa melihat ada ruang-ruang di dalam lubang. Ada sekitar 16 ruangan di sana dengan fungsi yang berbeda-beda, ada ruang amunisi, pengintai, dapur hingga penyiksaan.

Datang ke Bukittinggi rasanya tak lengkap tanpa mampir ke Jam Gadang. Inilah landmark penting Bukittinggi. Jam ini dibangun ketika zaman penjajahan Belanda.

Yang unik, cobalah lihat ke angka 4 di jam. Penulisan romawi angka 4 sangat unik. Bukannya bertuliskan IV tapi malah IIII.

Biasanya, turis yang datang akan mengabadikan momen dengan berpose di depan jam. Baik siang atau pun malam sama-sama jadi waktu terbaik untuk melihat Jam Gadang.

Hanya saja, jika ingin terlihat lebih syahdu, cobalah datang pada malam hari. Kemilau lampu menambah kesan anggun jam besar ini.

Karena libur sekolah bertepatan dengan bulan suci Ramadan, wisata kuliner Pasar Atas yang biasa buka siang hari kini berganti jam. Pasar ini kini hadir menjadi Pasar Pabukoan yang ada di pelataran Pasar Atas.

Pasar Pabukoan berarti pasar yang menyediakan menu berbuka puasa. Menunya tentu khas padang, mulai dari lamang tapai, bubur kampiun, hingga menu nasi kapau pun tersedia.

Datang ke sini sambil ngabuburit tentu seru. Hati-hati lapar mata, ya!

Siapa tak kenal Bung Hatta? Dialah salah satu tokoh proklamator kita yang sangat berpengaruh dalam kemerdekaan. Sosoknya mungkin telah tiada, meski begitu wisatawan masih bisa mengenalnya lebih dekat dengan datang ke rumah beliau di Jl Soekarno-Hatta No 37, Kecamatan Guguh Panjang, Bukittinggi.

Di rumah inilah Bung Hatta lahir dan menghabiskan masa kecilnya, serta selalu ditempati saat beliau pulang kampung. Namun, karena sudah tak ditempati, rumah Bung Hatta kini dijadikan museum.

Wisatawan yang masuk ke dalam bisa melihat beberapa koleksi pribadinya. Ada buku-buku bacaan, vas bunga, sepeda, dan juga peralatan bendi. Arsitektur dan bentuk bangunannya pun sama persis, tidak ada yang diubah walau sudah direnovasi.

Kini ada objek wisata baru di Bukittinggi, yakni Janjang Koto Gadang. Janjang ini juga disebut dengan nama lain "The Great Wall of Koto Gadang".

Disebut demikian karena janjang ini memang mirip dengan Tembok Besar China. Hanya saja, ukurannya lebih mini dari Great Wall yang asli.

Ada dua pintu masuk untuk ke Janjang Koto Gadang, yakni dari Bukittinggi dan Koto Gadang. Jika berangkat dari Bukittinggi, Anda diminta untuk menanjak ratusan anak tangga. Sebaliknya, jika berangkat dari Koto Gadang, Anda akan menuruni ratusan anak tangga.

Meski begitu, tak perlu kuatir lelah. Panorama Ngarai Sianok di sekitar janjang membuat perjalanan terasa lebih ringan.

(aff/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads