Mau ke Kawah Ijen? Perhatikan Dulu Hal-hal Berikut Ini

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Explore Indonesia: Banyuwangi

Mau ke Kawah Ijen? Perhatikan Dulu Hal-hal Berikut Ini

- detikTravel
Jumat, 04 Jul 2014 07:10 WIB
Mau ke Kawah Ijen? Perhatikan Dulu Hal-hal Berikut Ini
Kawah Ijen yang terlihat cantik (Afif/detikTravel)
Banyuwangi - Di balik kecantikan Kawah Ijen di Banyuwangi, ada sejumlah hal yang harus diketahui wisatawan. Ini mulai dari soal risiko bahaya sampai waktu yang pas untuk datang ke sana. Ini semua semata-mata untuk keamanan wisatawan.

"Pertama, pendakian akan ditutup ketika hujan deras," ujar Sofyan Yudianto dari Bagian Lapangan Dinas Pariwisata Banyuwangi yang jadi pemandu tim adventure dari Explore Indonesia: Tour Banyuwangi saat melancong ke Kawah Ijen, Sabtu (21/6/2014).

Explore Indonesia: Tour Banyuwangi adalah program liburan detikTravel untuk mempromosikan destinasi wisata Indonesia. Program ini didukung oleh Garuda Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memang, Kawah Ijen berada di bagian puncak Gunung Ijen dan wisatawan harus trekking 3 km lebih untuk tiba di sana. Trek pendakiannya kebanyakan menanjak dan tanahnya berpasir. Menurut Sofyan, kalau sedang hujan tanah menjadi licin dan kondisi tidak memungkinkan untuk mendaki demi alasan keselamatan.

"Saat hujan pun tidak boleh mendekati Kawah Ijen, karena gas karbon monoksida menguap ke atas dan kalau terhisap oleh kita bisa mati," tegas Sofyan.

Selain hujan, masih ada yang harus diwaspadai di Kawah Ijen yakni asap belerang. Menurut Sofyan yang sudah sering mendaki Gunung Ijen, asap belerang bisa menyebabkan pusing, mual dan berbahaya bagi yang berpenyakit asma.

"Sebenarnya di Pos Paltuding sudah ada peringatan bagi pengidap penyakit jantung, asma dan darah tinggi dilarang naik," kata Sofyan.

Hal lain yang wajib diketahui wisatawan adalah soal Gunung Ijen itu sendiri. Gunung Ijen adalah gunung api aktif berjenis gunung api maar, yakni di bagian puncaknya berbentuk seperti danau kawah dan terjadi karena letusan besar sehingga membentuk kawah tersebut.

Sofyan mengingatkan, aktivitas magma di Gunung Ijen biasanya terjadi di bulan Mei. Oleh sebab itu, wisatawan yang mau mendaki Gunung Ijen dan melihat kawahnya dari dekat harus menaati informasi dari petugas setempat sebelum naik ke atas. Biasanya, di Pos Paltuding yang merupakan pos pertama pendakian Gunung Ijen akan terpampang spanduk besar ketika aktivitas magma sedang dianggap bisa membahayakan wisatawan.

"Air kawahnya pun berbahaya. Jika tumbuhan menyerap airnya bisa mati," ujar Sofyan.

Namun, hal-hal yang diberitahu Sofyan bukanlah penghalang Anda untuk datang dan menjelajahi Kawah Ijen. Anda bisa datang kapan saja ke Kawah Ijen dan melihat api biru, asalkan kondisi di sana sedang stabil.

Soal kecantikan Kawah Ijen, dijamin Anda akan mendapat pengalaman tiada dua. Pemandangan api biru, sunrise dan sunset, langit biru bersih hingga para penambang belerang yang lalu-lalang jadi jaminan kecantikan Kawah Ijen. Soal sunset, Sofyan meyakinkan kalau sunset di Kawah Ijen sungguh sempurna!

"Saat bulan September, matahari itu terlihat tenggelam ke tengah-tengah kawah. Cantik sekali, bagus sekali," pungkas Sofyan.

Siapkan fisik dan peralatan untuk mendaki Gunung Ijen dan melihat kawah dari dekat. Ingat, keselamatan adalah yang nomor satu.

Nah, kalau mau tahu serunya mendaki Gunung Ijen, tonton saja video berikut ini:



(ptr/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads