Surfing di Sungai & 4 Liburan Seru di Riau

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Kampung Halaman

Surfing di Sungai & 4 Liburan Seru di Riau

- detikTravel
Kamis, 17 Jul 2014 16:30 WIB
Surfing di Sungai & 4 Liburan Seru di Riau
(Kemenparekraf)
Pekanbaru - Riau ternyata punya banyak tempat liburan yang tak kalah dengan destinasi lainnya di Sumatera. Kalau Anda kali ini mudik ke Riau, bisa mampir ke lima tempat liburan seru di sana. Salah satunya menonton surfing di sungai!

Disusun detikTravel, Kamis (17/7/2014) berikut 5 tempat liburan seru saat Anda pulang kampung ke Riau:

1. Istana Siak

(Agus Prattama/d'Traveler)
Mumpung masih suasana Ramadan, mari kita wisata religi di Riau. Salah satu tempatnya adalah Istana Kesultanan Siak dengan julukan Istana Matahari Timur yang berlokasi di Kabupaten Siak. Istana Siak sudah dibangun sejak akhir abad ke-18 dan merupakan peninggalan Kesultanan Siak Sri Inderapura. Gaya bangunannya merupakan gabungan dari arsitektur Melayu, Arab dan Eropa yang bisa membuat wisatawan terpukau saat melihatnya.

Istana ini berlantai dua, dengan lantai bawah terbagi menjadi 6 ruangan dan lantai atas meliputi 9 ruangan. Di dalam Istana Siak terdapat beragam koleksi warisan kerajaan seperti kursi singgasana yang bersepuh emas, duplikat mahkota kerajaan, brankas kerajaan, tombak, payung kerajaan, patung perunggu Ratu Wihemina, serta alat musik komet yang konon hanya ada dua di dunia.

Perjalanan ke Istana Siak dapat ditempuh dari Kota Pekanbaru dengan naik bus dari Terminal Pekanbaru menuju Siak seharga Rp 60.000. Istana Siak buka dari hari Senin sampai Sabtu dengan harga tiket masuk tak lebih dari Rp 10 ribu. Istana Siak pun menjadi jejak kerajaan Islam di Riau.

2. Masjid An Nur

(Putri Rizki Yulianti/d'traveler)
Tahukah Anda, Masjid An Nur di Pekanbaru disebut sebagai Taj Mahal ala Indonesia. Bukan tanpa sebab, gaya bangunan Masjid An Nur mirip dengan Taj Mahal dan apalagi di depan masjid ini ada kolam yang membuat siluet masjidnya mirip dengan Taj Mahal yang ada di India tersebut.

Masjid An Nur sudah ada sejak tahun 1968 dan mengalami renovasi besar-besaran di tahun 2002 yang membuatnya seperti terlihat sekarang ini. Masjid ini memiliki dua lantai. Bagian atas untuk salat dan di bagian bawah ada perputaskaan, aula, ruang pertemuan, dan ruang kantor masjid. Untuk aula, bisa difungsikan sebagai resepsi pernikahan, seminar, dan lain-lain.

Lokasinya yang berada di tengah Kota Pekanbaru memudahkan wisatawan untuk mampir di Masjid An Nur. Bagian dalam masjidnya pun nyaman dan dingin, sehingga membuat ibadah makin khusyuk. Wisatawan bisa bersantai di beranda masjid dan berfoto-foto di sana. Cobalah ambil angle dari atas kolam di depan masjidnya. Bisa-bisa Anda dibilang sedang melancong ke Taj Mahal...

3. Candi Muara Takus

(Putri Rizki Yulianti/d'traveler)
Wisatawan yang doyan belajar sejarah, maka jangan lewatkan Candi Muara Takus di Kabupaten Kampar. Ini adalah situs candi Buddha yang merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Riau.

Candi Muara Takus dikelilingi oleh dinding 74 m x 74 m. Candinya sendiri terbuat dari batu sungai, batu bata, pasir dan tanah. Sehingga dari kejauhan, candinya terlihat berwarna merah dan kokoh. Usut punya usut, Candi Muara Takus menjadi bangunan batu bata terbesar di Sumatera.

Candi Muara Takus pun menjadi satu-satunya candi yang ditemukan di Riau. Soal sejarah, para arkeolog sendiri belum bisa mengungkapkan kapan persisnya candi ini berdiri. Mereka beranggapan bahwa candinya sudah ada sejak abad ke-6. Selain belajar sejarah di sana, foto-foto di Candi Muara Takus tak boleh dilewatkan. Sebab, bangunan bata merahnya sungguh menggagumkan.

4. Pantai Rupat Utara

(Merry Rye/d'Traveler)
Siapa bilang Riau tak punya pantai yang cantik. Anda bisa menuju Pulau Rupat di Kabupaten Bengkalis untuk bersantai di Pantai Rupat Utara yang bagaikan surga tersembunyi.

Tak heran, pantai tersebut memang belum ramai oleh wisatawan. Suasananya masih tenang, tak banyak sampah dan lanskap alamnya pun cantik menggoda. Kontur pantainya landai dan hamparan pasir putih bakal membuat Anda betah berlama-lama di sana.

Yang unik, di tepian pantai banyak ditumbuhi pepohonan cemara. Sungguh berbeda dengan pantai-pantai lainnya, yang kebanyakan ditumbuhi pepohonan kelapa. Yuk, liburan ke Pantai Rupat Utara!

5. Sungai Kampar

(Kemenparekraf)
Sungai Kampar di Riau adalah Keajaiban alam dari Indonesia yang cuma ada tiga di dunia. Sungai ini punya ombak setinggi 4-6 meter dengan panjang gelombang mencapai 300 meter. Ya, Anda bisa surfing di atas sungai!

Gelombang yang terbentuk akibat ombak di Sungai Kampar dikenal dengan nama Gelombang Bono. Gelombangnya tercipta akibat pertemuan arus sungai dan arus laut yang ditambah dengan angin dan tebing di kanan kirinya. Gelombangnya pun bisa bergulung-gulung sampai 2 jam dengan kecepatan paling tinggi 40 km/jam.

Sungai yang berada di Desa Pulau Muda, Kabupaten Palalawan ini sudah menjadi ajang uji nyali peselancar dunia. Bagi peselancar pemula dilarang coba-coba karena gelombangnya cepat, panjang dan sulit mengambang di sana karena berbeda dengan di laut. Ada dua pintu akses ke Kawasan Palalawan, dari Batam bisa menyeberang pakai boat. Satu lagi dari naik mobil selama 4 jam dari Pekanbaru. Berminat menaklukan Gelombang Bono?
Halaman 2 dari 6
Mumpung masih suasana Ramadan, mari kita wisata religi di Riau. Salah satu tempatnya adalah Istana Kesultanan Siak dengan julukan Istana Matahari Timur yang berlokasi di Kabupaten Siak. Istana Siak sudah dibangun sejak akhir abad ke-18 dan merupakan peninggalan Kesultanan Siak Sri Inderapura. Gaya bangunannya merupakan gabungan dari arsitektur Melayu, Arab dan Eropa yang bisa membuat wisatawan terpukau saat melihatnya.

Istana ini berlantai dua, dengan lantai bawah terbagi menjadi 6 ruangan dan lantai atas meliputi 9 ruangan. Di dalam Istana Siak terdapat beragam koleksi warisan kerajaan seperti kursi singgasana yang bersepuh emas, duplikat mahkota kerajaan, brankas kerajaan, tombak, payung kerajaan, patung perunggu Ratu Wihemina, serta alat musik komet yang konon hanya ada dua di dunia.

Perjalanan ke Istana Siak dapat ditempuh dari Kota Pekanbaru dengan naik bus dari Terminal Pekanbaru menuju Siak seharga Rp 60.000. Istana Siak buka dari hari Senin sampai Sabtu dengan harga tiket masuk tak lebih dari Rp 10 ribu. Istana Siak pun menjadi jejak kerajaan Islam di Riau.

Tahukah Anda, Masjid An Nur di Pekanbaru disebut sebagai Taj Mahal ala Indonesia. Bukan tanpa sebab, gaya bangunan Masjid An Nur mirip dengan Taj Mahal dan apalagi di depan masjid ini ada kolam yang membuat siluet masjidnya mirip dengan Taj Mahal yang ada di India tersebut.

Masjid An Nur sudah ada sejak tahun 1968 dan mengalami renovasi besar-besaran di tahun 2002 yang membuatnya seperti terlihat sekarang ini. Masjid ini memiliki dua lantai. Bagian atas untuk salat dan di bagian bawah ada perputaskaan, aula, ruang pertemuan, dan ruang kantor masjid. Untuk aula, bisa difungsikan sebagai resepsi pernikahan, seminar, dan lain-lain.

Lokasinya yang berada di tengah Kota Pekanbaru memudahkan wisatawan untuk mampir di Masjid An Nur. Bagian dalam masjidnya pun nyaman dan dingin, sehingga membuat ibadah makin khusyuk. Wisatawan bisa bersantai di beranda masjid dan berfoto-foto di sana. Cobalah ambil angle dari atas kolam di depan masjidnya. Bisa-bisa Anda dibilang sedang melancong ke Taj Mahal...

Wisatawan yang doyan belajar sejarah, maka jangan lewatkan Candi Muara Takus di Kabupaten Kampar. Ini adalah situs candi Buddha yang merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Riau.

Candi Muara Takus dikelilingi oleh dinding 74 m x 74 m. Candinya sendiri terbuat dari batu sungai, batu bata, pasir dan tanah. Sehingga dari kejauhan, candinya terlihat berwarna merah dan kokoh. Usut punya usut, Candi Muara Takus menjadi bangunan batu bata terbesar di Sumatera.

Candi Muara Takus pun menjadi satu-satunya candi yang ditemukan di Riau. Soal sejarah, para arkeolog sendiri belum bisa mengungkapkan kapan persisnya candi ini berdiri. Mereka beranggapan bahwa candinya sudah ada sejak abad ke-6. Selain belajar sejarah di sana, foto-foto di Candi Muara Takus tak boleh dilewatkan. Sebab, bangunan bata merahnya sungguh menggagumkan.

Siapa bilang Riau tak punya pantai yang cantik. Anda bisa menuju Pulau Rupat di Kabupaten Bengkalis untuk bersantai di Pantai Rupat Utara yang bagaikan surga tersembunyi.

Tak heran, pantai tersebut memang belum ramai oleh wisatawan. Suasananya masih tenang, tak banyak sampah dan lanskap alamnya pun cantik menggoda. Kontur pantainya landai dan hamparan pasir putih bakal membuat Anda betah berlama-lama di sana.

Yang unik, di tepian pantai banyak ditumbuhi pepohonan cemara. Sungguh berbeda dengan pantai-pantai lainnya, yang kebanyakan ditumbuhi pepohonan kelapa. Yuk, liburan ke Pantai Rupat Utara!

Sungai Kampar di Riau adalah Keajaiban alam dari Indonesia yang cuma ada tiga di dunia. Sungai ini punya ombak setinggi 4-6 meter dengan panjang gelombang mencapai 300 meter. Ya, Anda bisa surfing di atas sungai!

Gelombang yang terbentuk akibat ombak di Sungai Kampar dikenal dengan nama Gelombang Bono. Gelombangnya tercipta akibat pertemuan arus sungai dan arus laut yang ditambah dengan angin dan tebing di kanan kirinya. Gelombangnya pun bisa bergulung-gulung sampai 2 jam dengan kecepatan paling tinggi 40 km/jam.

Sungai yang berada di Desa Pulau Muda, Kabupaten Palalawan ini sudah menjadi ajang uji nyali peselancar dunia. Bagi peselancar pemula dilarang coba-coba karena gelombangnya cepat, panjang dan sulit mengambang di sana karena berbeda dengan di laut. Ada dua pintu akses ke Kawasan Palalawan, dari Batam bisa menyeberang pakai boat. Satu lagi dari naik mobil selama 4 jam dari Pekanbaru. Berminat menaklukan Gelombang Bono?

(shf/shf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads