Wae Rebo adalah salah satu kampung di Flores yang masih menjunjung tinggi warisan kebudayaan dari leluhur mereka. Alhasil, di kampung ini masih berdiri rumah adat yang unik dan menarik. Mbaru Niang, sebutan bagi rumah adat, berbentuk kerucut dengan pintu masuk seperti keong.
Bukan saja bentuk luarnya yang unik, bagian dalamnya pun tak kalah menarik. Terutama di rumah yang khusus untuk homestay turis. Di sana, tidak ada kamar yang akan ditemui, hanyalah ruangan terbuka berbentuk bulat. Rumah panggung ini memiliki lantai kayu dan tidak ada sekat sama sekali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sana, banyak turis yang tidak sungkan untuk tidur bersebelahan, meski belum kenal. Malah, mereka bisa berbincang dan mendapat lebih banyak teman. Setiap rumah yang ada di sana tidak memiliki pintu. Namun bukan berarti siapa saja boleh masuk.
Meski banyak anak-anak, mereka tidak akan sembarangan masuk ke rumah orang lain. Sehingga, walau tak ada pintu, menginap di sana bisa terbilang aman.
Satu lagi hal yang pasti dialami saat menginap gaya homestay adalah makan bareng. Dengan Rp 300 ribu per hari per orang, traveler yang menginap di Wae Rebo sudah mendapat satu kasur, dan 3 kali makan. Asyiknya, menunya selalu baru!
Para ibu akan memasak saat pagi, siang dan sore. Saat waktu makan sudah tiba, turis yang menginap akan diajak makan bersama. Inilah serunya, sembari makan, traveler dan warga setempat saling bercerita meski perbedaan bahasa kadang jadi kendala.
Dengan segala keunikan yang ditawarkan Wae Rebo, tak heran banyak turis yang betah liburan di sana. Lantaran, pengalaman berbeda yang ditawarkan di sana. Tergoda ingin menginap di sana?
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Aturan Bagasi Gratis Garuda Indonesia Berubah Mulai 1 September 2026
Viral Turis Lokal Diusir dari Pantai Bali, Pemilik Warung Klarifikasi
Curhatan Wisatawan Situ Bagendit: Tempatnya Nyaman, tapi Apa-apa Bayar