Ke Danau Toba, Wajib Datang ke Museum Batak TB Silalahi

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Museum Keren

Ke Danau Toba, Wajib Datang ke Museum Batak TB Silalahi

- detikTravel
Kamis, 25 Sep 2014 12:40 WIB
Ke Danau Toba, Wajib Datang ke Museum Batak TB Silalahi
Ukiran khas Batak di museum Batak Balige (indonesia.travel)
Balige -

Danau Toba dan suku Batak seakan tidak bisa dipisahkan. Para traveler yang sedang berkunjung di Danau Toba wajib juga mengunjungi Museum Batak TB Silalahi. Museumnya keren banget menjelaskan tentang budaya Batak.

Museum Batak TB Silalahi terletak di Jalan Pagar Batu No 88 Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara. Lebih tepatnya ada di dalam Komplek TB Silalahi Center, Desa Soposurung, Balige. Anda bisa melihat ribuan koleksi artefak budaya batak di sini, seperti ditengok detikTravel dari situs resmi pariwisata Indonesia, Kamis, (25/9/2014).

Kawasan TB Silalahi center memiliki dua bangunan utama, yaitu Museum pribadi TB Silalahi yang menyimpan benda koleksi pribadi Letjen (Purn) Dr TB Silalahi. Kedua, adalah Museum Batak Balige. Lokasi tempat ini berdekatan dengan makam Sisingamangaraja XII. Anda cukup berjalan 100 meter dari makam tersebut, dekat bukan?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banyak hal menarik yang bisa dilihat oleh para traveler di museum Batak Balige. Salah satunya adalah peninggalan sejarah dari 6 puak Batak, yaitu Batak Toba, Simalungun Karo, Mandailing, Pakpak dan Angkola. Termasuk juga beberapa jenis senjata khas Batak yaitu hujur (tombak), podang (pedang), piso (pisau), sior (panah dan busur), ultop (sumpit), dan bodil (senapan).

Ada juga pakaian dari abad keenam puak Batak, miniatur Huta Batak yang berisi rumah tradisional Batak Toba yang telah berusia ratusan tahun, hingga miniatur gale-gale atau patung yang dapat menari khas Batak. Di museum ini juga tersimpan aksara yang terdiri atas dua perangkat huruf, yaitu: ina ni surat dan anak ni surat. Aksara Batak Toba disebut juga dengan aksara si sia-sia (9-9). Aksara Batak tersebut dianggap sebagai tata bahasa pertama di Hindia Belanda yang disusun secara ilmiah.

Di museum ini, Anda dapat meresapi beberapa nasihat leluhur suku Batak, seperti: Paias Rohamu (bersihkan hatimu), Paias Pamatanganmu (bersihkan tubuhmu), Paias Peheanmu (bersihkan pakaianmu), Palas Jabumu (bersihkan rumahmu), dan Pahias Alamanmu (bersihkan halamanmu). Walaupun bukan orang Batak, namun nasihat ini akan sangat berkesan bagi Anda karena sifatnya yang universal.

Ada juga nasihat menarik lain yang mengajak masyarakat untuk bekerja keras dan bekerja cerdas, seperti Hamoraon (carilah rezeki dan keberuntungan), Hagabeon (carilah kesempurnaan hidup), dan Hasangapon (carilah kehormatan dan kemuliaan). Begitu luhurnya ajaran suku Batak dalam menjalani hidup, sehingga Anda bisa saja mengaplikasikan ajaran ini dalam diri Anda sendiri.

Bangunan Museum Batak Balige sendiri terdiri dari empat lantai, lantai pertama berisi kantor, ruang CCTV dan juga fasilitas penunjang Museum seperti ruang laboratorium dan penyimpanan, ruang servis dan ruang utilitas. Lantai kedua berfungsi sebagai ruang penerima dan sebagai ruang pamer temporer.

Lantai ketiga sebagai ruang pamer indoor yang terdiri dari ruang pamer tetap, ruang pamer temporer dan benda khusus, ruang audio visual dan ruang edukasi yang menunjang kegiatan museum. Sedangkan lantai keempat atau atap museum berfungsi sebagai Sky Restaurant dan dek untuk melihat pemandangan. Wah!

Para traveler juga bisa melihat aneka benda koleksi pribadi Letjen (Purn) Dr TB Silalahi. Anda bisa menikmati perjalanan hidup beliau dengan melihat aneka koleksinya, seperti patungnya yang berseragam militer berdiri tegak di dampingi seekor macan, sebuah helikopter tua, dan tank perang di sebelah kirinya.

Selain melihat artefak, hal lain yang bisa dilakukan traveler tentu saja berbelanja oleh-oleh khas Batak yang tersedia di galeri dan artshop setempat. Anda bisa berbelanja ukiran, kain tenun ulos, patung khas batak, gantungan kunci, sarung Balige, kaos, topi, tas, dan kerajinan lainnya dengan harga relatif terjangkau. Anda juga bisa berwisata kuliner di cafetaria dan sky restoran yang menyajikan kuliner tradisional dan modern, sembari menikmati pemandangan Danau Toba yang indah.

Untuk masuk ke dalam museum ini, para traveler cukup membayar sebesar RP 10.000 saja untuk dewasa, dan Rp 5.000 untuk anak-anak. Wow! Sangat murah bukan traveler? Bila tertarik, langsung saja berkunjung kemari ya!

(shf/shf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads