"Dulu sekali di sini ada satu tanjung yang menjorok ke arah laut. Di sana ada pohon pinang, tapi jumlahnya hanya ada satu," kata Budianto (52), pria asli Tanjung Pinang yang menemani perjalanan detikTravel bersama rombongan Pelni dan wartawan dari Jakarta, akhir bulan lalu.
Uniknya, keberadaan pohon pinang itu menjadi istimewa lantaran dia hanya satu-satunya yang tumbuh di sana. Budi sempat membawa kami menyusuri kawasan kota tua dan pusat kuliner di Kota Tanjung Pinang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat saya masih anak-anak dulu, tanjung itu masih ada, tapi pohonnya memang sudah hilang. Sekarang tanjungnya tidak terlihat lagi karena pantainya akan direklamasi, dibuat jadi bagus seperti Pantai Losari," tuturnya sambil menyetir mobil yang membawa rombongan kami.
Di lokasi reklamasi yang masih dalam proses kontruksi kini pantainya ditimbun sedang dipagari pakai seng. Sementara simbol Kota Tanjung Pinang, yakni gong gong alias kerang laut setinggi dua meter, tampak berdiri kokoh di area bekas tanjung tersebut.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong