Jika kebanyakan komplek candi sudah sepi dan tutup dari pukul 17.00 WIB, tidak dengan yang satu ini. Candi Ratu Boko malah makin ramai saat menjelang sunset. Ini karena para wisatawan senang menunggu turunnya sang mentari.
Berada berseberangan dengan Candi Prambanan, Candi Ratu Boko berada di atas bukit. Letaknya yang tinggi ini tepat untuk dijadikan tempat menunggu sunset.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semua dengan sabar menunggu langit memerah. Ada yang hanya diam sambil membidik kamera, ada juga yang malah asyik foto-foto dengan latar berbeda.
Ini hanyalah sisa-sisa dari komplek candi yang dulunya megah. Meski katanya sering dijadikan tempat untuk bertapa dan membuatnya terasa mistis, namun suasana sore itu begitu hangat. Mungkin karena sedang banyak wisatawan juga yang melancong ke sana.
Bagian pintu masuk merupakan area yang paling bisa dikenali. Lantaran bangunannya masih tegap berdiri. Nah, matahari tenggelam di bagian kiri dari bingkai pintu masuk candi. Jadi bagi traveler yang ingin mengabadikan mentari dengan bingkai alami dari pintu masuk, harus membidik dari serong kanan.
Untuk masuk ke sini, wisatawan lokal dikenai Rp 30 ribu, sama dengan tiket masuk ke Prambanan. Namun jika ingin membeli paket, harganya lebih murah yaitu Rp 45 ribu untuk masuk ke Candi Prambanan dan Ratu Boko.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Bule yang Ngamuk Dengar Warga Tadarusan di Gili Trawangan Ternyata Overstay
Viral 'Tembok Ratapan Solo', Politisi PSI: Bukti Jokowi Dicintai
Sejarah Tembok Ratapan yang Asli: Tempat Suci Umat Yahudi