Tidak hanya sebagai monumen peringatan, namun Museum Tsunami juga punya fungsi lain sebagai tempat perlindungan. Dikumpulkan oleh detikTravel dari berbagai sumber, Selasa (23/12/2014), inilah 6 fakta menarik di Museum Tsunami Aceh:
1. Merasakan suasana tsunami
|
(Indonesia.travel)
|
Ada Space of Fear (Lorong Tsunami), Space of Memory (Ruang Kenangan), Space of Sorrow (Sumur Doa), Space of Confuse (Lorong Cerobong), dan Space of Hope (Jembatan Harapan). Pengunjung akan dibawa melihat tragedi pilu, hingga kebesaran Allah.
2. Rancangan Ridwan Kamil
|
(Baban Gandapurnama/detikcom)
|
Ridwan Kamil memenangkan 'Sayembara Merancang Museum Tsunami Aceh' yang diselenggarakan oleh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias pada 17 Agustus 2007. Museum Tsunami Aceh terbuka untuk umum pada 8 Mei 2009.
3. Nama korban tsunami
|
(Indonesia.travel)
|
Berbagai nama korban tertera menempel di dinding ruangan Space of Sorrow. Dapat Anda rasakan duka mendalam saat masuk ke ruangan ini, terlebih melihat banyaknya nama korban yang telah tiada.
4. Atap berbentuk gelombang laut
|
(Triono/detikTravel)
|
Suasana tsunami pun makin hadir saat pengunjung masuk ke Space of Fear, dimana pengunjung dapat merasakan suasana tsunami di lorong sempit yang dihiasi oleh suara gemericik air.
5. Desain dasarnya adalah rumah panggung Aceh
|
(Indonesia.travel)
|
Ridwan Kamil memang menyelipkan berbagai unsur Aceh, Islam, hingga bencana Tsunami Aceh 2004 ke dalam desain bangunannya.
6. Tempat perlindungan tsunami
|
(Triono/detikTravel)
|
Berkaca dari tragedi Tsunami Aceh 2004, Ridwan Kamil membuat taman berbentuk bukit yang dapat dijadikan lokasi penyelamatan apabila bencana tersebut terjadi lagi di masa mendatang. Atapnya yang landai dimaksudkan untuk menampung penduduk.
Halaman 2 dari 7










































