Lengkap dengan kostum tariannya, Indorapapa kerap dipanggil pentas untuk upacara syukuran Tongkonan. Hingga akhir hayatnya nenek itu tetap melestarikan tarian toraja yang semakin tersisihkan.
"Saya nari sudah dari kecil, awalnya melihat orang tua saya yang menari lama-lama saya ikuti akhirnya menjadi bisa," ujar Indorapapa saat berbincang dengan tim adventure Lovely Desember bersama CSR PT Sewatama dan PT Nagatama anak perusahaan yang bergerak dibidang suplai listrik PLTM di Desa Ma'dong, Kamis (25/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi kalau di luar desa misal sampai ke kabupaten atau Gubernur harganya 20 juta untuk tarian Ma'dadang dan 40 sepasang," tuturnya.
Indorapa mengatakan dirinya biasa dipanggil menari untuk acara Rambu tuka. Rambu Tuka sendiri biasa dilakukan masyarakat Toraja untuk upacara syukuran.
"Sekarang sudah sedikit orang yang menari untuk Rambu Tukak dan Rambu Solok. Saat ini sudah sedikit generasi muda yang mau belajar ini," tuturnya.
Menurutnya setiap gerakan tarian dan syair yang dinyanyikan oleh penari memiliki kisah dan makna yang berbeda. Mulai dari perjalanan hidup pemilik Tongkonan hingga permohonan rasya syukur kepada dewa mereka.
"Ma'dandan memiliki 12 gerakan tarian, begitu juga dengan tarian yang dilakukan oleh pria dewasa Toraja," tutupnya.
(ptr/ptr)












































Komentar Terbanyak
Aturan Bagasi Gratis Garuda Indonesia Berubah Mulai 1 September 2026
Viral Turis Lokal Diusir dari Pantai Bali, Pemilik Warung Klarifikasi
Curhatan Wisatawan Situ Bagendit: Tempatnya Nyaman, tapi Apa-apa Bayar