Sorong -
Pelni kini tak sekadar kapal penumpang. Akhir 2014 kemarin, Pelni menyelenggarakan program 'Let's Go' yang berkonsep kapal pesiar wisata. Turis bisa menjelajah Raja Ampat, Wakatobi, dan kepulauan eksotis lainnya.
Ini adalah konsep baru yang pas dengan kebutuhan traveler. Selama 3-4 hari, traveler akan tinggal di kapal Pelni dan menjelajah berbagai wilayah kepulauan Indonesia. Pelni telah menyiapkan itinerary per hari dengan kegiatan mulai dari snorkeling, diving, sampai trekking.
detikTravel pun ikut dalam lauching program 'Let's Go' ke Raja Ampat pada 24-27 Desember 2014. Mulai 2015, akan banyak program 'Let's Go' yang diselenggarakan mulai dari Raja Ampat, Wakatobi, Komodo, Derawan, juga Togean.
1. KM Tatamailau
(Sastri/detikTravel)
|
Kapal yang digunakan untuk pesiar wisata Raja Ampat beberapa waktu lalu adalah KM Tatamailau. Kapal berkapasitas 1.000 penumpang ini biasa hilir mudik di perairan Papua dan Papua Barat.
Kali pertama program Let's Go, kapal ini hanya diisi 60 penumpang beserta awak kapal. Ada 40 penumpang kelas 1 dan 2, sisanya di kelas ekonomi.
2. Piaynemo
(Sastri/detikTravel)
|
Selama 4 hari 3 malam, traveler diajak berkeliling dan mengunjungi berbagai spot di Raja Ampat. Piaynemo adalah salah satunya.
Layaknya Wayag, Piaynemo merupakan gugusan pulau karang yang berasal dari jutaan tahun lalu. Beberapa pulau di Piaynemo dihuni penduduk.
3. Snorkeling dan diving
(Sastri/detikTravel)
|
Karena mengelilingi kawasan konservasi Raja Ampat, tentu snorkeling dan diving jadi agenda utama. Traveler dibawa snorkeling ke beberapa spot mulai dari Mansuar, Piaynemo, juga Kapisawar.
Diving bisa dilakukan di Piaynemo dan Kapisawar. Di Kapisawar, Anda bisa diving di Manta Point yang penuh oleh black manta.
4. Birdwatching
(Sastri/detikTravel)
|
Cendrawasih adalah burung endemik Papua yang keberadaannya disebut langka. Nah, birdwatching menjadi salah satu agenda Let's Go yang diadakan Pelni.
Desa yang jadi destinasi birdwatching adalah Sawinggrai, sekitar 2 jam perjalanan speedboat dari ibukota Raja Ampat yakni Waisai. Di sini, traveler bisa melihat atraksi 'menari' burung Cendrawasih Merah baik pagi maupun sore hari.
Kapal yang digunakan untuk pesiar wisata Raja Ampat beberapa waktu lalu adalah KM Tatamailau. Kapal berkapasitas 1.000 penumpang ini biasa hilir mudik di perairan Papua dan Papua Barat.
Kali pertama program Let's Go, kapal ini hanya diisi 60 penumpang beserta awak kapal. Ada 40 penumpang kelas 1 dan 2, sisanya di kelas ekonomi.
Selama 4 hari 3 malam, traveler diajak berkeliling dan mengunjungi berbagai spot di Raja Ampat. Piaynemo adalah salah satunya.
Layaknya Wayag, Piaynemo merupakan gugusan pulau karang yang berasal dari jutaan tahun lalu. Beberapa pulau di Piaynemo dihuni penduduk.
Karena mengelilingi kawasan konservasi Raja Ampat, tentu snorkeling dan diving jadi agenda utama. Traveler dibawa snorkeling ke beberapa spot mulai dari Mansuar, Piaynemo, juga Kapisawar.
Diving bisa dilakukan di Piaynemo dan Kapisawar. Di Kapisawar, Anda bisa diving di Manta Point yang penuh oleh black manta.
Cendrawasih adalah burung endemik Papua yang keberadaannya disebut langka. Nah, birdwatching menjadi salah satu agenda Let's Go yang diadakan Pelni.
Desa yang jadi destinasi birdwatching adalah Sawinggrai, sekitar 2 jam perjalanan speedboat dari ibukota Raja Ampat yakni Waisai. Di sini, traveler bisa melihat atraksi 'menari' burung Cendrawasih Merah baik pagi maupun sore hari.
(sst/sst)
Komentar Terbanyak
Potret Terkini Malaysia yang Selangkah Lagi Jadi Negara Maju
Viral Bule Inggris Menangis Lihat Sampah, Bukit Pergasingan Langsung Ditutup
Gara-gara Protes Penerbangan Delay, Warga 62 Ditahan Polisi KLIA