Semarang -
Banyak traveler bilang, kawasan Pecinan di Semarang adalah salah satu yang terbaik di Indonesia. Ada banyak klenteng yang bisa traveler datangi, yang akan tambah semarak saat Imlek besok. Berikut daftarnya.
Semarang disebut-sebut sebagai 'Kota 1.001 Klenteng'. Tak heran, traveler bisa menemukan banyak klenteng terutama di kawasan Pecinan. Anda juga bisa berwisata sejarah, dan menjadi saksi keberadaan Laksamana Cheng Ho ratusan tahun silam.
Dihimpun detikTravel, Rabu (18/2/2015), setidaknya ada 5 kelenteng besar yang wajib Anda datangi di Pecinan Semarang. Namun saat Imlek, klenteng-klenteng ini penuh orang beribadah. Anda boleh ikut merayakan keseruannya, tapi jangan sampai mengganggu prosesi ibadah ya!
1. Sam Poo Kong
(Yun Damayanti/dTraveler)
|
Bisa dibilang, ini adalah klenteng paling terkenal di Semarang. Sam Poo Kong adalah klenteng yang merupakan bekas pendaratan pertama laksamana Tiongkok yang beragama Islam, yakni Cheng Ho.
Bangunan inti dari kelenteng adalah sebuah Goa Batu yang dipercaya sebagai tempat awal mendarat dan markas Laksamana Cheng Ho beserta anak buahnya ketika mengunjungi Pulau Jawa di tahun 1400-an. Klenteng ini menyimpan kemudi dan jangkar kapal Cheng Ho yang digunakan pada waktu berlayar ke Pulau Jawa.
2. Tay Kak Sie
(Yun Damayanti/dTraveler)
|
Klenteng Tay Kak Sie terletak di Gang Lombok, didirikan tahun 1746. Kelenteng Tay Kak Sie pada mulanya hanya untuk memuja Dewi Kwan Sie Im Po Sat, Yang Mulia Dewi Welas Asih, meski kemudian memuja dewa-dewi Tao lainnya.
Klenteng tua ini menjadi salah satu objek wisata religi di Semarang. Atapnya yang biru tampak kontras dengan ornamen merah dan emas khas klenteng pada umumnya.
3. Siu Hok Bio
(taoindonesia.info)
|
Siu Hok Bio adalah salah satu klenteng tertua di Semarang, dibangun tahun 1753. Klenteng ini memiliki warisan tua berupa cincin pegangan pintu dan ukiran pada ambang atas pintu klenteng.
Klenteng ini berlokasi di Jalan Wotgandul Timur. Kelenteng ini hadir karena ungkapan rasa syukur atas rezeki yang didapat masyarakat di sekitar Wotgandul, karena dulu kawasan ini tergolong makmur.
4. Wie Wie Kiong
(budaya-tionghoa.net)
|
Klenteng Wie Wie Kiong disebut-sebut sebagai yang terbesar di kawasan Pecinan. Klenteng ini punya kolam hias di bagian depan, juga taman yang rindang.
Berlokasi di Jalan Sebandaran I, Wie Wie Kiong punya patung manusia yang bentuknya dipengaruhi gaya arsitektur Eropa.
5. Klenteng Grajen
(Yun Damayanti/dTraveler)
|
Sesuai namanya, klenteng ini berlokasi di Jalan Grajen Karanglo No 203. Klenteng ini dikenal sebagai 'klenteng obat', warga Tionghoa datang untuk memohon kesembuhan dari berbagai macam penyakit.
Dewa utama di sini adalah Hian Tian Siang Tee, dengan beberapa Dewa lain yang dipuja antara lain Thiang Siong Sing Boo (Dewa penguasa laut), Dewi Kwan Im Po Sat (Dewi Penolong yang welas asih), dan Hauw Tjiang Kong (tunggangan dan penjaga Dewa Bumi).
Bisa dibilang, ini adalah klenteng paling terkenal di Semarang. Sam Poo Kong adalah klenteng yang merupakan bekas pendaratan pertama laksamana Tiongkok yang beragama Islam, yakni Cheng Ho.
Bangunan inti dari kelenteng adalah sebuah Goa Batu yang dipercaya sebagai tempat awal mendarat dan markas Laksamana Cheng Ho beserta anak buahnya ketika mengunjungi Pulau Jawa di tahun 1400-an. Klenteng ini menyimpan kemudi dan jangkar kapal Cheng Ho yang digunakan pada waktu berlayar ke Pulau Jawa.
Klenteng Tay Kak Sie terletak di Gang Lombok, didirikan tahun 1746. Kelenteng Tay Kak Sie pada mulanya hanya untuk memuja Dewi Kwan Sie Im Po Sat, Yang Mulia Dewi Welas Asih, meski kemudian memuja dewa-dewi Tao lainnya.
Klenteng tua ini menjadi salah satu objek wisata religi di Semarang. Atapnya yang biru tampak kontras dengan ornamen merah dan emas khas klenteng pada umumnya.
Siu Hok Bio adalah salah satu klenteng tertua di Semarang, dibangun tahun 1753. Klenteng ini memiliki warisan tua berupa cincin pegangan pintu dan ukiran pada ambang atas pintu klenteng.
Klenteng ini berlokasi di Jalan Wotgandul Timur. Kelenteng ini hadir karena ungkapan rasa syukur atas rezeki yang didapat masyarakat di sekitar Wotgandul, karena dulu kawasan ini tergolong makmur.
Klenteng Wie Wie Kiong disebut-sebut sebagai yang terbesar di kawasan Pecinan. Klenteng ini punya kolam hias di bagian depan, juga taman yang rindang.
Berlokasi di Jalan Sebandaran I, Wie Wie Kiong punya patung manusia yang bentuknya dipengaruhi gaya arsitektur Eropa.
Sesuai namanya, klenteng ini berlokasi di Jalan Grajen Karanglo No 203. Klenteng ini dikenal sebagai 'klenteng obat', warga Tionghoa datang untuk memohon kesembuhan dari berbagai macam penyakit.
Dewa utama di sini adalah Hian Tian Siang Tee, dengan beberapa Dewa lain yang dipuja antara lain Thiang Siong Sing Boo (Dewa penguasa laut), Dewi Kwan Im Po Sat (Dewi Penolong yang welas asih), dan Hauw Tjiang Kong (tunggangan dan penjaga Dewa Bumi).
(sst/sst)
Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
Provinsi Jawa Barat Mau Ganti Nama Jadi Sunda, Budayawan Cirebon Tanya Urgensinya Apa?
Kasihan! Tapir yang Viral di Lampung Disembelih Warga, Dimasak Jadi Rica-rica