Dihimpun detikTravel dari berbagai sumber, Selasa (21/5/2015) Nyonya Meneer atau yang memiliki nama asli Lauw Ping Nio, merupakan sosok perempuan yang bergerak di bidang industri jamu Indonesia. Nama perempuan yang lahir di Sidoarjo pada tahun 1895 tersebut, memang melekat pada jamu yang merupakan warisan budaya Indonesia dari Jawa.
Pada masa pendudukan Belanda tahun 1900-an, kondisi hidup sangatlah berat dan keras. Di masa itu, suami dari Nyonya Meneer menderita sakit keras. Berbagai upaya pengobatan telah dilakukan, namun tetap sia-sia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak saat itu, Nyonya Meneer mengabdikan keahliannya dalam meracik jamu untuk menolong keluarga, tetangga, kerabat, hingga masyarakat yang membutuhkan. Atas dorongan keluarga, pada tahun 1919 berdiri Jamu Cap Potret Nyonya Meneer yang menjadi cikal bakal industri jamu terbesar Indonesia.
Setelah Nyonya Meneer meninggal pada tahun 1978, kepengurusan perusahaan akhirnya jatuh ke cucu Nyonya Meneer yang bernama Charles Saerang. Produk jamu dengan potret wajahnya pun dapat dijumpai tidak hanya di Indonesia, namun juga lintas negara seperti Malaysia, Brunei, Belanda, hingga AS.
Keahliannya membuat jamu pada masa lampau, membuat Ibu Tien Soeharto, yang kala itu menjabat sebagai Ibu Negara, membangun Museum Jamu Nyonya Meneer pada tanggal 18 Januari 1984. Museum jamu pertama Indonesia itu pun dibangun di Jalan Raya Kaligawe, Semarang.
Museum tersebut terbagi menjadi dua lantai. Lantai pertama berfungsi sebagai gedung serbaguna untuk menampung tamu rombongan, sekaligus penjelasan singkat tentang sejarah Nyonya Meneer. Sedangkan di lantai kedua terdapat pernak-pernik pembuatan jamu dan peninggalan Nyonya Meneer, hingga sejarah jamu dari masa ke masa.
Asyiknya, di akhir kunjungan Anda akan disuguhkan minuman jahe khas Nyonya Meneer secara gratis. Anda juga bisa bersantai di Taman Jamu seluas dua hektar yang memiliki sekitar 600 spesies tanaman jamu. Di Taman Jamu juga dapat disaksikan pembuatan langsung jamu oleh ahi peracik jamu.
Masuk ke bagian museumnya sama sekali tidak dipungut bayaran. Namun Anda perlu membayar Rp 7.500 untuk masuk ke Taman Jamu, dan Rp 15.000 untuk melihat demo pembuatan jamu oleh peracik jamu tradisional.
Jika ingin berkunjung dan lebih mengenal sosok ibu jamu Indonesia, Museum Jamu Nyonya Meneer buka dari pukul 09.00-16.00 dari hari Senin hingga Jumat. Maju terus wanita dan jamu Indonesia!
(rdy/fay)











































Komentar Terbanyak
Viral Bule Inggris Menangis Lihat Sampah, Bukit Pergasingan Langsung Ditutup
Viral Sawah Bergaya Sabana di Prambanan, Petani Protes Lahan Jadi Tempat Bikin Konten
Petaka Selfie, Turis Tewas di Tebing Pantai Semeti Lombok