5 Fakta Unik Takabonerate

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

5 Fakta Unik Takabonerate

- detikTravel
Rabu, 06 Mei 2015 08:05 WIB
5 Fakta Unik Takabonerate
(Afif/detikTravel)
Kepulauan Selayar - Nama Takabonerate di Sulawesi Selatan sebagai surga dunia bawah laut di Indonesia, masih kurang familiar. Tahukah Anda, ternyata ada 5 keunikan di sana yang bikin wisatawan kagum. Yuk, disimak!

Takabonerate merupakan taman nasional yang disebut memiliki atol alias gugusan karang terbaik ketiga di dunia. Namun karena akses yang jauh sekitar 10 jam dari Makassar, membuat traveler pikir-pikir dua kali untuk ke sana.

Nyatanya, Takabonerate memiliki beberapa keunikan. Bahkan, Anda tidak akan menemukannya di tempat lain di Indonesia. Disusun detikTravel, Rabu (6/5/2015) berikut 5 keunikan di Takabonerate:

1. Bayi hiu di pesisir pantai

(Afif/detikTravel)
Pantai Pulau Tinabo Besar di Takabonerate, punya keunikan yang ngeri-ngeri asyik. Di pesisir pantainya, banyak bayi hiu berkeliaran. Tidak ada pagar pembatas, bayi hiunya berenang bebas di sana. Mendengarnya, mungkin membuat Anda bergidik ngeri tapi kenyataannya tidak begitu.

Bayi-bayi hiu tersebut nyatanya sungguh jinak. Mereka besarnya selengan manusia dewasa, tapi tidak menyerang manusia. Ketika menyeburkan kaki atau berenang di pantainya, mereka malah menjauh. Tapi ketika kita naik ke darat, mereka mendekat lagi.

Usut punya usut, Pulau Tinabo Besar memang jadi tempat hiu menaruh bayinya. Setelah beberapa bulan atau sudah sebesar paha manusia, bayi hiunya sudah besar dan akan berenang ke lautan lepas.

2. Pasir pantai yang bisa berpindah

(Afif/detikTravel)
Masih di Pulau Tinabo Besar, pantai pasir putih di sana ternyata bisa berpindah tempat. Jadi, bagian pasirnya ada yang menjorok ke laut dan bisa Anda jelajahi dengan berjalan kaki. Uniknya, tiap 6 bulan bagian yang menjorok itu berpindah posisi.

"Sekarang pasirnya itu menghadap ke belakang dari pulau. Lalu, 6 bulan ke depan akan menghadap ke depan pulau. Itu disebabkan arus air laut dan gelombang," kata Kepala Balai Taman Nasional Takabonerate, Yusman pada detikTravel di akhir bulan Maret kemarin saat berkunjung ke Takabonerate.

3. Sumur ikan

(Youtube)
"Salah satu keunikan di Takabonerate yang rasanya tidak ada di tempat mana pun di Indonesia, adalah sumur ikan," ujar Yusuf Ronald, salah satu staf dari Taman Nasional Takabonerate kepada detikTravel.

Sumur ikan berada di Taka Lamungan, satu dari 26 spot diving di Takabonerate dan berlokasi sekitar 1 jam dari Pulau Tinabo Besar. Jadi, sumur ikan merupakan kumpulan beragam jenis ikan laut yang beraneka ragam jenis dan warna. Mereka membentuk bundaran dan memanjang ke bawah seperti suatu sumur.

"Kita harus menyelam sekitar 3 meter, lalu terlihat terumbu karang yang ada lubangnya. Nah, di situ ada beragam ikan yang mengisi lubangnya sampai ke bawah seperti suatu sumur," paparnya.

Berapa kedalaman sumur ikan? Yusuf mengakui kalau tim dari Taman Nasional Takabonerate mengukurnya dengan alat khusus. Tercatat, kedalamannya mencapai 35 meter. Tapi, itu bisa saja lebih dalam.

"Entah mungkin nyangkut di batu atau karang. Tapi, sumur ikan ini memang mistis dan tidak ada orang yang berani menyelam ke dalamnya," tegas Yusuf.

4. 'Daun' di dalam laut

(Youtube)
Salah satu dari 26 spot diving di Takabonerate adalah Lembaran Daun di Taka Gantarang. Sesuai namanya, ada daun di bawah laut!

"Terdapat titik diving bernama Lembaran Daun di Taka Gantarang. Itu ada karang yang sangat besar dan berwarna hijau seperti daun," tutur Kepala Taman Nasional Takabonerate, Yusman.

Gugusan karang tersebut bisa ditemui pada kedalaman 5-12 meter. Visibility atau daya pandangnya juga bagus, sekitar 10 meter. Dari atas, pemandangannya bagaikan daun saja!

Ternyata, gugusan karang itu nama ilmiahnya adalah Acropora dengan percabangan yang cenderung tumbuh ke samping. Kalau dari atas terlihat seperti daun, maka ketika Anda sejajar dengannya maka terlihat seperti meja besar. Ukurannya mencapai 2 x 3 meter, serta warnanya juga beragam. Selain hijau, terdapat pula karang yang berwarna merah.

"Menyelam di sana harus pakai lisensi ya," tegas Yusman mengingatkan.

5. Pantai berwarna merah

(Afif/detikTravel)
Beberapa pulau di Takabonerate memiliki pantai yang berwarna merah. Pulau Tinabo Besar misalnya, perhatikan lebih dekat pasir pantainya.

Terdapat banyak pecahan karang yang berwarna merah dan berukuran sangat kecil. Kalau berlarian di pantainya dengan telanjang kaki, maka akan terasa sakit karena menginjak pecahan karangnya.

Nah, ketika matahari sedang terik-teriknya, pasir pantainya akan berwarna kemerahan. Di bagian pasir yang terendam air, saat tersapu ombak akan membentuk garis lurus berwarna merah.

"Dengan banyak pecahan karang seperti ini, membuat airnya tetap terlihat jernih meski banyak sampah laut yang terbawa ke sini ketika musim barat (Desember sampai Februari)," kata Kepala Balai Taman Nasional Takabonerate, Yusman.
Halaman 2 dari 6
Pantai Pulau Tinabo Besar di Takabonerate, punya keunikan yang ngeri-ngeri asyik. Di pesisir pantainya, banyak bayi hiu berkeliaran. Tidak ada pagar pembatas, bayi hiunya berenang bebas di sana. Mendengarnya, mungkin membuat Anda bergidik ngeri tapi kenyataannya tidak begitu.

Bayi-bayi hiu tersebut nyatanya sungguh jinak. Mereka besarnya selengan manusia dewasa, tapi tidak menyerang manusia. Ketika menyeburkan kaki atau berenang di pantainya, mereka malah menjauh. Tapi ketika kita naik ke darat, mereka mendekat lagi.

Usut punya usut, Pulau Tinabo Besar memang jadi tempat hiu menaruh bayinya. Setelah beberapa bulan atau sudah sebesar paha manusia, bayi hiunya sudah besar dan akan berenang ke lautan lepas.

Masih di Pulau Tinabo Besar, pantai pasir putih di sana ternyata bisa berpindah tempat. Jadi, bagian pasirnya ada yang menjorok ke laut dan bisa Anda jelajahi dengan berjalan kaki. Uniknya, tiap 6 bulan bagian yang menjorok itu berpindah posisi.

"Sekarang pasirnya itu menghadap ke belakang dari pulau. Lalu, 6 bulan ke depan akan menghadap ke depan pulau. Itu disebabkan arus air laut dan gelombang," kata Kepala Balai Taman Nasional Takabonerate, Yusman pada detikTravel di akhir bulan Maret kemarin saat berkunjung ke Takabonerate.

"Salah satu keunikan di Takabonerate yang rasanya tidak ada di tempat mana pun di Indonesia, adalah sumur ikan," ujar Yusuf Ronald, salah satu staf dari Taman Nasional Takabonerate kepada detikTravel.

Sumur ikan berada di Taka Lamungan, satu dari 26 spot diving di Takabonerate dan berlokasi sekitar 1 jam dari Pulau Tinabo Besar. Jadi, sumur ikan merupakan kumpulan beragam jenis ikan laut yang beraneka ragam jenis dan warna. Mereka membentuk bundaran dan memanjang ke bawah seperti suatu sumur.

"Kita harus menyelam sekitar 3 meter, lalu terlihat terumbu karang yang ada lubangnya. Nah, di situ ada beragam ikan yang mengisi lubangnya sampai ke bawah seperti suatu sumur," paparnya.

Berapa kedalaman sumur ikan? Yusuf mengakui kalau tim dari Taman Nasional Takabonerate mengukurnya dengan alat khusus. Tercatat, kedalamannya mencapai 35 meter. Tapi, itu bisa saja lebih dalam.

"Entah mungkin nyangkut di batu atau karang. Tapi, sumur ikan ini memang mistis dan tidak ada orang yang berani menyelam ke dalamnya," tegas Yusuf.

Salah satu dari 26 spot diving di Takabonerate adalah Lembaran Daun di Taka Gantarang. Sesuai namanya, ada daun di bawah laut!

"Terdapat titik diving bernama Lembaran Daun di Taka Gantarang. Itu ada karang yang sangat besar dan berwarna hijau seperti daun," tutur Kepala Taman Nasional Takabonerate, Yusman.

Gugusan karang tersebut bisa ditemui pada kedalaman 5-12 meter. Visibility atau daya pandangnya juga bagus, sekitar 10 meter. Dari atas, pemandangannya bagaikan daun saja!

Ternyata, gugusan karang itu nama ilmiahnya adalah Acropora dengan percabangan yang cenderung tumbuh ke samping. Kalau dari atas terlihat seperti daun, maka ketika Anda sejajar dengannya maka terlihat seperti meja besar. Ukurannya mencapai 2 x 3 meter, serta warnanya juga beragam. Selain hijau, terdapat pula karang yang berwarna merah.

"Menyelam di sana harus pakai lisensi ya," tegas Yusman mengingatkan.

Beberapa pulau di Takabonerate memiliki pantai yang berwarna merah. Pulau Tinabo Besar misalnya, perhatikan lebih dekat pasir pantainya.

Terdapat banyak pecahan karang yang berwarna merah dan berukuran sangat kecil. Kalau berlarian di pantainya dengan telanjang kaki, maka akan terasa sakit karena menginjak pecahan karangnya.

Nah, ketika matahari sedang terik-teriknya, pasir pantainya akan berwarna kemerahan. Di bagian pasir yang terendam air, saat tersapu ombak akan membentuk garis lurus berwarna merah.

"Dengan banyak pecahan karang seperti ini, membuat airnya tetap terlihat jernih meski banyak sampah laut yang terbawa ke sini ketika musim barat (Desember sampai Februari)," kata Kepala Balai Taman Nasional Takabonerate, Yusman.

(fay/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads