Libur Kejepit Pekan Ini ke Banyuwangi, Bisa Kemana Saja?

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Libur Kejepit Pekan Ini ke Banyuwangi, Bisa Kemana Saja?

- detikTravel
Senin, 11 Mei 2015 19:25 WIB
Libur Kejepit Pekan Ini ke Banyuwangi, Bisa Kemana Saja?
(Afif/detikTravel)
Banyuwangi - Minggu ini ada libur panjang hari kejepit, dari tanggal 14 sampai 17 Mei 2015. Dengan waktu libur yang panjang, traveler bisa jalan-jalan ke Banyuwangi dan melihat bentangan alam serta budaya yang keren. Ini itinerarynya!

"Cukuplah 4 hari 3 malam keliling Banyuwangi. Udah pasti puas lihat lihat kawah, gunung, sampai melepas tukik (bayi penyu)," tutur Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DPC Banyuwangi, Sofyan Yudianto kepada detikTravel, Senin (11/5/2015).

Sofyan pun mengusulkan itinerary perjalanan yang bisa Anda pakai untuk traveling ke Banyuwangi. Khususnya, di saat hari libur kejepit di pertengahan pekan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut itinerarynya:

1. Hari pertama, Kamis 14 Mei 2015

(Afif/detikTravel)
"Kita asumsikan sampai di Banyuwangi siang ya, karena mungkin naik kereta. Hari pertama, enaknya city tour dulu di Kota Banyuwangi," kata Sofyan.

Selama di Kota Banyuwangi, kamu bisa mampir ke berbagai taman kota yang cantik. Ada Taman Blambangan atau Taman Sritanjung, yang asri dan bersih. Jangan lama-lama di sana, sebab perjalanan harus lanjut ke Kemiren.

"Lanjut 15 sampai 20 menit ke Kemiren. Di sana bisa melihat kebudayaan Banyuwangi dan mecoba mencicipi kopinya yang khas. Nanti pas di sana coba saja bertemu dengan Kang Pur, dia ketua adatnya," ungkap Sofyan.

Puas dari Kemiren dan belanja kopi, kamu bisa mampir sejenak ke air terjun di Kampung Anyar yang berjarak cuma 5 menit. Kemudian, kembali pulang ke hotel di Kota Banyuwangi untuk beristirahat. Harga per malam di Kota Banyuwangi sendiri, kisaran Rp 500-600 ribu-an.

2. Hari kedua, Jumat 15 Mei 2015

(Thinkstock)
Jumat dinihari, siap-siap untuk bergegas ke Kawah Ijen. Pertama, kamu harus naik mobil untuk meuju Pos Paltuding sekitar pukul 01.00 WIB. Kemudian, sekitar pukul 02.30 WIB, kamu bisa trekking selama 1-2 jam untuk mendaki ke puncak Gunung Ijen. Dari sana pada bagian dasar kawahnya, terlihatlah panorama alam yang cuma ada dua di dunia. Api Biru!

"Sekarang cuacanya lagi bagus-bagusnya untuk ke Kawah Ijen. Api birunya terlihat jelas," kata Sofyan.

Selanjutnya, kamu harus turun ke Kawah Ijen pada pukul 07.00-08.00 WIB. Asap belerangnya cukup berbahaya sehingga kamu tak bisa berlama-lama di sana. Setelah istirahat sejenak, saatnya menuju Kawah Urung.

"Kawah Urung pemandangannya kayak Bukit Teletubbies. Lagi hits sekarang tempatnya, asyik buat foto-foto. 15 Menit dari Kawah Ijen," ucap Sofyan.

Setelah itu, siang harinya kamu bisa makan di rumah makan Pondok Indah. Namanya memang mirp seperti nama kawasan elit di Jakarta Selatan. Tapi kalau di sini, rumah makannya punya pemandangan yang menakjubkan!

"View-nya terasering sawah dan bukit, bagus sekali. Makanannya juga enak, yang khas belut pedas dan ikan-ikan air tawar. Harganya makanannya pun terjangkau," tegas Sofyan.

Sore hari, saatnya beristirahat di hotel. Kamu mungkin lelah karena sudah berjalan sejak dinihari. Jadi, maksimalkan waktu untuk tidur dan mengisi tenaga. Oh ya, ongkos untuk masuk ke Kawah Ijen cuma Rp 10 ribu saja. Untuk jasa pemandunya Rp 250 ribu, mereka akan menemani Anda dan membawakan barang sepanjang perjalanan.

3. Hari ketiga, Sabtu 16 Mei 2015

(Budi Sugiharto/detikTravel)
Di hari ketiga, tema itinerarynya adalah pantai. Tentu tak afdol kalau liburan ke Banyuwangi tapi tidak mampir ke pantai-pantainya. Apalagi, pantai-pantai di kabupaten bertajuk 'Sunrise of Java' ini terkenal indah!

"Dari sekitar pukul 08.00 WIB, kita menuju ke Pantai Pulau Merah. Lalu setelah itu ke Pantai Rajegwesi. Pantai Pulau Merah terkenal bersih, sedangkan Pantai Rajegwesi itu pemandangannya bagus," tutur Sofyan.

Berfoto-foto, jadi kegiatan yang wajib kamu lakukan di sana. Jangan puas dulu, kamu masih dapat mengunjungi Pantai Teluk Ijo yang berpasir putih dan perairan biru jernih. Benar-benar bagai pulau pribadi.

"Dari Pantai Rajegwesi, naik perahu nelayan saja dengan harga Rp 35 ribu per orang. Perjalanannya 15 menit, dan itu harga sudah termasuk PP (pergi pulang). Perahunya bisa diisi 6 orang dan disediakan live jacket," ungkapnya.

Sudah main air dan pasir pantai, perjalanan dilanjutkan ke Pantai Sukamade. Sebelumnya, isi perut dan istirahat dulu yang cukup di Pantai Rajegwesi. Sebab, siap-siap bertemu medan yang menantang.

"Ke Pantai Sukamade itu harus naik jeep. Kita ngelewatin sungai dan jalanannya ngeri-ngeri seru. Kita membelah hutan dan suasananya liar. Bayangkan saja, kalau hujan airnya naik dan harus menyeberangi 3 sungai lagi karena airnya naik," papar Sofyan.

Sesampainya di Pantai Sukamade, ada kegiatan yang langka yang kamu temui. Tepat pukul 20.00 WIB, kamu akan melihat penyu yang naik ke pantai dan bertelur. Wah!

"Memang ada penangkaran penyu di Pantai Sukamade. Di sana juga disediakan homestay, yaitu Wisma Pantai yang di dekat pantai harganya Rp 200-300 ribu-an. Sedangkan, Wisma Perkebunan berjarak 2 jam dari pantai yang koceknya Rp 150 ribu," terang Sofyan.

Untuk harga sewa jeep, seharinya adalah sebesar Rp 1,5 juta untuk dua malam dan pemandunya sehari Rp 550 ribu. Satu jeep bisa diisi oleh 4 orang sehingga ongkosnya bisa patungan.

4. Hari keempat, Minggu (17 Mei 2015)

(Dita Wisnuwardani/ACI)
Hari terakhir, ucapkan selamat pagi kepada tukik-tukik alias bayi-bayi penyu di Pantai Sukamade. Kamu bisa melepas tukik-tukik tersebut ke pantai untuk dilepas ke alam bebas.

"Penjelasan mengenai kehidupan penyu di sana memang lengkap," kata Sofyan.

Setelah itu, kamu bisa beristirahat kembali dan bergegas melanjutkan perjalanan ke Kota Banyuwangi. Saatnya kembali pulang ke rumah, setelah bertualang 4 hari 3 malam yang mengesankan di sana. Banyak cerita dan buah tangan yang bisa dibawa pulang.

"Kalau belanja oleh-oleh, itu di toko-toko di pinggir jalan banyak snack dan makanan yang bisa traveler beli," kata Sofyan.

Lalu, berapa biaya untuk jalan-jalan ke Banyuwangi dengan itinerary ini? Sofyan menegaskan, kocek yang dibawa bisa sekitar Rp 4-5 juta. Itu belum termasuk tiket pesawat atau kereta ke Banyuwangi.

"Tapi, itinerary ini hanya opsional saja. Bisa dipilih mau ke mana dan mau ke mana sesuai bujet. Namun, dengan itinerary seperti ini pasti puas banget keliling Banyuwangi," ujar pria kelahiran asli Banyuwangi tersebut.

Sudah siap jalan-jalan ke Banyuwangi?
Halaman 2 dari 5
"Kita asumsikan sampai di Banyuwangi siang ya, karena mungkin naik kereta. Hari pertama, enaknya city tour dulu di Kota Banyuwangi," kata Sofyan.

Selama di Kota Banyuwangi, kamu bisa mampir ke berbagai taman kota yang cantik. Ada Taman Blambangan atau Taman Sritanjung, yang asri dan bersih. Jangan lama-lama di sana, sebab perjalanan harus lanjut ke Kemiren.

"Lanjut 15 sampai 20 menit ke Kemiren. Di sana bisa melihat kebudayaan Banyuwangi dan mecoba mencicipi kopinya yang khas. Nanti pas di sana coba saja bertemu dengan Kang Pur, dia ketua adatnya," ungkap Sofyan.

Puas dari Kemiren dan belanja kopi, kamu bisa mampir sejenak ke air terjun di Kampung Anyar yang berjarak cuma 5 menit. Kemudian, kembali pulang ke hotel di Kota Banyuwangi untuk beristirahat. Harga per malam di Kota Banyuwangi sendiri, kisaran Rp 500-600 ribu-an.

Jumat dinihari, siap-siap untuk bergegas ke Kawah Ijen. Pertama, kamu harus naik mobil untuk meuju Pos Paltuding sekitar pukul 01.00 WIB. Kemudian, sekitar pukul 02.30 WIB, kamu bisa trekking selama 1-2 jam untuk mendaki ke puncak Gunung Ijen. Dari sana pada bagian dasar kawahnya, terlihatlah panorama alam yang cuma ada dua di dunia. Api Biru!

"Sekarang cuacanya lagi bagus-bagusnya untuk ke Kawah Ijen. Api birunya terlihat jelas," kata Sofyan.

Selanjutnya, kamu harus turun ke Kawah Ijen pada pukul 07.00-08.00 WIB. Asap belerangnya cukup berbahaya sehingga kamu tak bisa berlama-lama di sana. Setelah istirahat sejenak, saatnya menuju Kawah Urung.

"Kawah Urung pemandangannya kayak Bukit Teletubbies. Lagi hits sekarang tempatnya, asyik buat foto-foto. 15 Menit dari Kawah Ijen," ucap Sofyan.

Setelah itu, siang harinya kamu bisa makan di rumah makan Pondok Indah. Namanya memang mirp seperti nama kawasan elit di Jakarta Selatan. Tapi kalau di sini, rumah makannya punya pemandangan yang menakjubkan!

"View-nya terasering sawah dan bukit, bagus sekali. Makanannya juga enak, yang khas belut pedas dan ikan-ikan air tawar. Harganya makanannya pun terjangkau," tegas Sofyan.

Sore hari, saatnya beristirahat di hotel. Kamu mungkin lelah karena sudah berjalan sejak dinihari. Jadi, maksimalkan waktu untuk tidur dan mengisi tenaga. Oh ya, ongkos untuk masuk ke Kawah Ijen cuma Rp 10 ribu saja. Untuk jasa pemandunya Rp 250 ribu, mereka akan menemani Anda dan membawakan barang sepanjang perjalanan.

Di hari ketiga, tema itinerarynya adalah pantai. Tentu tak afdol kalau liburan ke Banyuwangi tapi tidak mampir ke pantai-pantainya. Apalagi, pantai-pantai di kabupaten bertajuk 'Sunrise of Java' ini terkenal indah!

"Dari sekitar pukul 08.00 WIB, kita menuju ke Pantai Pulau Merah. Lalu setelah itu ke Pantai Rajegwesi. Pantai Pulau Merah terkenal bersih, sedangkan Pantai Rajegwesi itu pemandangannya bagus," tutur Sofyan.

Berfoto-foto, jadi kegiatan yang wajib kamu lakukan di sana. Jangan puas dulu, kamu masih dapat mengunjungi Pantai Teluk Ijo yang berpasir putih dan perairan biru jernih. Benar-benar bagai pulau pribadi.

"Dari Pantai Rajegwesi, naik perahu nelayan saja dengan harga Rp 35 ribu per orang. Perjalanannya 15 menit, dan itu harga sudah termasuk PP (pergi pulang). Perahunya bisa diisi 6 orang dan disediakan live jacket," ungkapnya.

Sudah main air dan pasir pantai, perjalanan dilanjutkan ke Pantai Sukamade. Sebelumnya, isi perut dan istirahat dulu yang cukup di Pantai Rajegwesi. Sebab, siap-siap bertemu medan yang menantang.

"Ke Pantai Sukamade itu harus naik jeep. Kita ngelewatin sungai dan jalanannya ngeri-ngeri seru. Kita membelah hutan dan suasananya liar. Bayangkan saja, kalau hujan airnya naik dan harus menyeberangi 3 sungai lagi karena airnya naik," papar Sofyan.

Sesampainya di Pantai Sukamade, ada kegiatan yang langka yang kamu temui. Tepat pukul 20.00 WIB, kamu akan melihat penyu yang naik ke pantai dan bertelur. Wah!

"Memang ada penangkaran penyu di Pantai Sukamade. Di sana juga disediakan homestay, yaitu Wisma Pantai yang di dekat pantai harganya Rp 200-300 ribu-an. Sedangkan, Wisma Perkebunan berjarak 2 jam dari pantai yang koceknya Rp 150 ribu," terang Sofyan.

Untuk harga sewa jeep, seharinya adalah sebesar Rp 1,5 juta untuk dua malam dan pemandunya sehari Rp 550 ribu. Satu jeep bisa diisi oleh 4 orang sehingga ongkosnya bisa patungan.

Hari terakhir, ucapkan selamat pagi kepada tukik-tukik alias bayi-bayi penyu di Pantai Sukamade. Kamu bisa melepas tukik-tukik tersebut ke pantai untuk dilepas ke alam bebas.

"Penjelasan mengenai kehidupan penyu di sana memang lengkap," kata Sofyan.

Setelah itu, kamu bisa beristirahat kembali dan bergegas melanjutkan perjalanan ke Kota Banyuwangi. Saatnya kembali pulang ke rumah, setelah bertualang 4 hari 3 malam yang mengesankan di sana. Banyak cerita dan buah tangan yang bisa dibawa pulang.

"Kalau belanja oleh-oleh, itu di toko-toko di pinggir jalan banyak snack dan makanan yang bisa traveler beli," kata Sofyan.

Lalu, berapa biaya untuk jalan-jalan ke Banyuwangi dengan itinerary ini? Sofyan menegaskan, kocek yang dibawa bisa sekitar Rp 4-5 juta. Itu belum termasuk tiket pesawat atau kereta ke Banyuwangi.

"Tapi, itinerary ini hanya opsional saja. Bisa dipilih mau ke mana dan mau ke mana sesuai bujet. Namun, dengan itinerary seperti ini pasti puas banget keliling Banyuwangi," ujar pria kelahiran asli Banyuwangi tersebut.

Sudah siap jalan-jalan ke Banyuwangi?

(aff/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads