"Cukuplah 4 hari 3 malam keliling Banyuwangi. Udah pasti puas lihat lihat kawah, gunung, sampai melepas tukik (bayi penyu)," tutur Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DPC Banyuwangi, Sofyan Yudianto kepada detikTravel, Senin (11/5/2015).
Sofyan pun mengusulkan itinerary perjalanan yang bisa Anda pakai untuk traveling ke Banyuwangi. Khususnya, di saat hari libur kejepit di pertengahan pekan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Hari pertama, Kamis 14 Mei 2015
|
(Afif/detikTravel)
|
Selama di Kota Banyuwangi, kamu bisa mampir ke berbagai taman kota yang cantik. Ada Taman Blambangan atau Taman Sritanjung, yang asri dan bersih. Jangan lama-lama di sana, sebab perjalanan harus lanjut ke Kemiren.
"Lanjut 15 sampai 20 menit ke Kemiren. Di sana bisa melihat kebudayaan Banyuwangi dan mecoba mencicipi kopinya yang khas. Nanti pas di sana coba saja bertemu dengan Kang Pur, dia ketua adatnya," ungkap Sofyan.
Puas dari Kemiren dan belanja kopi, kamu bisa mampir sejenak ke air terjun di Kampung Anyar yang berjarak cuma 5 menit. Kemudian, kembali pulang ke hotel di Kota Banyuwangi untuk beristirahat. Harga per malam di Kota Banyuwangi sendiri, kisaran Rp 500-600 ribu-an.
2. Hari kedua, Jumat 15 Mei 2015
|
(Thinkstock)
|
"Sekarang cuacanya lagi bagus-bagusnya untuk ke Kawah Ijen. Api birunya terlihat jelas," kata Sofyan.
Selanjutnya, kamu harus turun ke Kawah Ijen pada pukul 07.00-08.00 WIB. Asap belerangnya cukup berbahaya sehingga kamu tak bisa berlama-lama di sana. Setelah istirahat sejenak, saatnya menuju Kawah Urung.
"Kawah Urung pemandangannya kayak Bukit Teletubbies. Lagi hits sekarang tempatnya, asyik buat foto-foto. 15 Menit dari Kawah Ijen," ucap Sofyan.
Setelah itu, siang harinya kamu bisa makan di rumah makan Pondok Indah. Namanya memang mirp seperti nama kawasan elit di Jakarta Selatan. Tapi kalau di sini, rumah makannya punya pemandangan yang menakjubkan!
"View-nya terasering sawah dan bukit, bagus sekali. Makanannya juga enak, yang khas belut pedas dan ikan-ikan air tawar. Harganya makanannya pun terjangkau," tegas Sofyan.
Sore hari, saatnya beristirahat di hotel. Kamu mungkin lelah karena sudah berjalan sejak dinihari. Jadi, maksimalkan waktu untuk tidur dan mengisi tenaga. Oh ya, ongkos untuk masuk ke Kawah Ijen cuma Rp 10 ribu saja. Untuk jasa pemandunya Rp 250 ribu, mereka akan menemani Anda dan membawakan barang sepanjang perjalanan.
3. Hari ketiga, Sabtu 16 Mei 2015
|
(Budi Sugiharto/detikTravel)
|
"Dari sekitar pukul 08.00 WIB, kita menuju ke Pantai Pulau Merah. Lalu setelah itu ke Pantai Rajegwesi. Pantai Pulau Merah terkenal bersih, sedangkan Pantai Rajegwesi itu pemandangannya bagus," tutur Sofyan.
Berfoto-foto, jadi kegiatan yang wajib kamu lakukan di sana. Jangan puas dulu, kamu masih dapat mengunjungi Pantai Teluk Ijo yang berpasir putih dan perairan biru jernih. Benar-benar bagai pulau pribadi.
"Dari Pantai Rajegwesi, naik perahu nelayan saja dengan harga Rp 35 ribu per orang. Perjalanannya 15 menit, dan itu harga sudah termasuk PP (pergi pulang). Perahunya bisa diisi 6 orang dan disediakan live jacket," ungkapnya.
Sudah main air dan pasir pantai, perjalanan dilanjutkan ke Pantai Sukamade. Sebelumnya, isi perut dan istirahat dulu yang cukup di Pantai Rajegwesi. Sebab, siap-siap bertemu medan yang menantang.
"Ke Pantai Sukamade itu harus naik jeep. Kita ngelewatin sungai dan jalanannya ngeri-ngeri seru. Kita membelah hutan dan suasananya liar. Bayangkan saja, kalau hujan airnya naik dan harus menyeberangi 3 sungai lagi karena airnya naik," papar Sofyan.
Sesampainya di Pantai Sukamade, ada kegiatan yang langka yang kamu temui. Tepat pukul 20.00 WIB, kamu akan melihat penyu yang naik ke pantai dan bertelur. Wah!
"Memang ada penangkaran penyu di Pantai Sukamade. Di sana juga disediakan homestay, yaitu Wisma Pantai yang di dekat pantai harganya Rp 200-300 ribu-an. Sedangkan, Wisma Perkebunan berjarak 2 jam dari pantai yang koceknya Rp 150 ribu," terang Sofyan.
Untuk harga sewa jeep, seharinya adalah sebesar Rp 1,5 juta untuk dua malam dan pemandunya sehari Rp 550 ribu. Satu jeep bisa diisi oleh 4 orang sehingga ongkosnya bisa patungan.
4. Hari keempat, Minggu (17 Mei 2015)
|
(Dita Wisnuwardani/ACI)
|
"Penjelasan mengenai kehidupan penyu di sana memang lengkap," kata Sofyan.
Setelah itu, kamu bisa beristirahat kembali dan bergegas melanjutkan perjalanan ke Kota Banyuwangi. Saatnya kembali pulang ke rumah, setelah bertualang 4 hari 3 malam yang mengesankan di sana. Banyak cerita dan buah tangan yang bisa dibawa pulang.
"Kalau belanja oleh-oleh, itu di toko-toko di pinggir jalan banyak snack dan makanan yang bisa traveler beli," kata Sofyan.
Lalu, berapa biaya untuk jalan-jalan ke Banyuwangi dengan itinerary ini? Sofyan menegaskan, kocek yang dibawa bisa sekitar Rp 4-5 juta. Itu belum termasuk tiket pesawat atau kereta ke Banyuwangi.
"Tapi, itinerary ini hanya opsional saja. Bisa dipilih mau ke mana dan mau ke mana sesuai bujet. Namun, dengan itinerary seperti ini pasti puas banget keliling Banyuwangi," ujar pria kelahiran asli Banyuwangi tersebut.
Sudah siap jalan-jalan ke Banyuwangi?
Halaman 2 dari 5












































Komentar Terbanyak
Arahan Prabowo, Bandara Husein dan Adi Sutjipto Diaktifkan Lagi untuk Penerbangan Sipil
Viral Bule Hadang Mobil di Nusa Dua, Ia Berlutut Minta Tolong
Bandara Husein Bangkit Lagi? Farhan Senyum Lebar Dapat Sinyal dari Prabowo