Tidak jauh dari area parkiran Museum Purbakala Sangiran, traveler dapat menemukan sederetan penjaja cinderamata. Selain baju bertuliskan Sangiran, tampak juga penjaja batu akik yang sedang populer.
"Batu akik khas Sangiran itu fosil mas, ada yang dari fosil kayu sampai fosil rumah lebah," ujar salah satu penjual batu akik Sangiran yang bernama Yanto saat diwawancarai detikTravel, Sabtu (16/5/2015)
Setelah disinari oleh senter, tampak motif guratan kayu dan rumah lebah di batu akik tersebut. Daerah Sragen yang terkenal dengan situs purbakala Sangiran memang memiliki banyak fosil, dari tulang manusia purba hingga tumbuhan yang berumur jutaan tahun.
"Kalau di Sangiran, batu akik sudah dari dulu, jauh sebelum tren batu akik mulai," tambah Yanto.
Walaupun namanya adalah batu akik fosil, namun harga batunya ternyata cukup terjangkau. Harga per batu fosilnya dihargai sekitar 25.000-35.000 Rupiah. Jika beli tiga batu, bisa dapat harga pas 100.000 Rupiah.
Selain batu akik fosil, traveler juga dapat menemukan cinderamata lain seperti pipa, perhiasan, hingga pajangan berbentuk primata yang terbuat dari batu. Bahkan ada juga batu mentah yang belum diolah menjadi batu akik jika ingin beli.
Tentunya batu akik jenis fosil di Sangiran, dapat menjadi cinderamata menarik bagi traveler pencinta batu akik. Pilih saja jenis batu apa yang Anda sukai.
(Johanes Randy/Fitraya Ramadhanny)










































