Itulah yang dirasakan detikTravel, Sabtu (16/5/2015), saat berkesempatan naik kapal perang ini menuju Kawasan Wisata Mandeh, dalam rangka Mandeh Joy Sailing & Mandeh Festival 2015. Kapan lagi bisa pelesiran naik kapal perang?
Jika biasanya pelesiran menggunakan kapal yacht ataupun ferry, kali ini rombongan Mandeh Joy Sailing & Mandeh Festival 2015 diangkut menggunakan kapal perang KRI Surabaya 591. Ada Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Menteri PPN/Kepala BAPPENAS Andrinof Chaniago, beserta para jajarannya.
Mereka terlihat menikmati perjalanan, dan memanfaatkan waktu untuk berkeliling kapal. Ditemani Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno beserta jajarannya, dua menteri kabinet kerja Jokowi ini sempat memasuki ruang kemudi untuk merasakan sensasi berada di balik kemudi kapal perang canggih ini, sembari berbincang dengan awak kapal.
KRI Surabaya 591 merupakan kapal perang TNI Angkatan Laut Indonesia buatan Korea Selatan. Dengan panjang 122 m dan lebar 22 m, kapal ini mampu memuat puluhan truk dan juga tank di lambung kapalnya. Selain itu, di dek kapalnya juga ada landasan pendaratan helikopter yang mampu memuat 3 buah helikopter sekaligus. Wow!
Di dalam kapal, ada beberapa ruangan yang diperuntukkan sebagai kamar para awak kapal, dan juga ruang makan untuk perwira. Masing-masing kamar mempunyai pembagiannya sendiri. Ada juga toilet, ruang rapat, serta ruang serba guna lainnya.
Berangkat dari Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, kapal ini menempuh perjalanan selama 1,5 jam untuk menuju ke Mandeh. Selain rombongan gubernur, menteri dan bupati, turut serta beberapa rombongan anak sekolah serta para duta pariwisata daerah setempat.
Rombongan ini berasal dari beragam sekolah yang berada di Padang seperti SMAN 13 Padang, SMK Pelayaran Padang, serta beberapa sekolah lainnya. Siti Yulaikha (17), salah satu pelajar yang ditemui detikTravel merasa sangat senang bisa ikut naik kapal perang ini.
"Seru banget! Pengen naik kapal kayak gini lagi. Pemandangan Mandeh juga bagus banget," ujarnya.
Kawasan Wisata Mandeh memang sedang dilirik oleh Pemerintah Pusat untuk lebih dikembangkan menjadi Kawasan Pariwisata Bahari Terpadu seperti di daerah Mandalika dan Tanjung Lesung. Selain itu, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pun akan dibangun di Pulau Pasir Panjang, yang berada tepat di depan Mandeh.
Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno pun menyatakan hal serupa. Dia berpendapat bahwa Mandeh adalah aset pariwisata Sumatera Barat yang harus dikembangkan.
"(Mandeh-red) ini Mutiara yang bagus sekali. Harus kita kembangkan karena inilah aset Sumatera Barat yang harus kita perkenalkan ke dunia internasional," tutupnya.
(Faela Shafa/Fitraya Ramadhanny)












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun