Indonesia memang dianugerahi banyak keajaiban alam yang mempesona. Salah satunya yaitu terbentuknya gelombang Bono di atas sungai Kampar, Riau. Seperti dilihat detikTravel dari situs resmi pariwisata Indonesia, Rabu (17/6/2015), gelombang Bono ini jadi atraksi wisata tersendiri yang tidak dimiliki daerah lain di Indonesia.
Gelombang Bono adalah peristiwa alam yang terjadi akibat bertemunya arus pasang air laut dengan arus pasang air sungai. Waktu terjadinya pun hanya saat tertentu saja. Biasanya saat bulan purnama yang terjadi setiap tanggal 10-20 dalam perhitungan bulan Melayu (Arab) atau pada kisaran bulan Agustus-Desember tanggalan Masehi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga lokal Riau percaya, Bono yang ada di Sungai Kampar adalah Bono Jantan, sedangkan Bono Betinanya ada di Sungai Rokan, Bagansiapi-api. Jumlah Bononya ada 7 ekor, makanya gelombang Bono di sini sering disebut juga sebagai gelombang tujuh hantu.
Dahulu, diperlukan ritual dan upacara khusus yang dipimpin oleh Bomo atau datuk, sebelum menaiki gelombang Bono. Akan tetapi, kemudian permainan menunggang Bono ini menjadi permainan biasa dan siapa pun bisa mencobanya. Warga sekitar pun sudah akrab dengan permainan Bekudo Bono ini.
Namun perlu diingat, surfing untuk menaklukkan gelombang Bono ini tidak disarankan untuk peselancar pemula. Anda yang tidak memiliki skill dan keahlian khusus bisa menikmati Bono dari anak sungai Kampar seperti Sungai Sangar, Turip, Serkap, Kutub dan Sungai Kerumutan, di mana Bono tidak terlalu besar.
Traveler muda yang mau coba bisa menuju ke Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Waktu terbaik untuk menikmati Bono setinggi 6 meter sekitar bulan Agustus-Desember. Sedangkan untuk Bono setinggi 2 meter, biasanya terjadi pada bulan Januari-Juli.
Tertarik mencoba menunggang Bono, traveler muda?
(rdy/sst)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh