Pinang, Pasta Gigi Khas Papua

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pinang, Pasta Gigi Khas Papua

Johanes Randy - detikTravel
Jumat, 19 Jun 2015 17:32 WIB
Pinang, Pasta Gigi Khas Papua
Buah pinang (Randy/detikTravel)
Jayapura - Mampir ke Papua, jangan heran jika melihat bercak merah di jalan. Bercak itu berasal dari buah pinang yang sering dikunyah masyarakat lokal. Selain merupakan bagian budaya, pinang juga bagus untuk gigi.

Salah satu penjual pinang pun menjelaskan pada detikTravel, mengenai khasiat dan budaya nyirih dari Papua. Walaupun namanya nyirih, tapi bahan utama yang dipakai adalah pinang. Tidak sedilkit orang Papua yang mengunyah pinang di setiap kegiatan.

"Orang Papua itu biasa nyirih kakak, bagus buat gigi," ujar pedagang sirih bernama Fransina kepada detikTravel, Jumat (19/6/2015)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fransina terlihat menjajakan buah pinang di sebuah meja sederhana di pinggir jalan. Ia pun menjual pinang berdasarkan paket. Ada paket Rp 2 ribu untuk dua pinang dengan dua batang sirih, Rp 5 ribu untuk beberapa pinang ukuran sedang, dan Rp 10 ribu untuk beberapa pinang berukuran besar.

"Awal coba biasa tak enak, tapi lama-lama enak, anak kecil saja ada coba sudah," ujar Fransina

Untuk yang kali pertama coba 'nyirih,' mungkin belum terbiasa. Biasanya buah pinang diemut dengan sirih serta kapur, adapun yang juga hanya mengemut pinang saja.

Awalnya buah pinang diemut, dan dilepeh selama tiga kali untuk menghilangkan efek kapurnya. Saat ngantuk, orang Papua juga suka nyirih untuk membuat mata tetap terjaga.

Budaya nyirih memang ada di Papua dan beberapa daerah lainnya di Indonesia. Mungkin Anda bisa mencobanya saat sedang di Papua.

(shf/shf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads